TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 70


__ADS_3

Kaisar berangkat ke kantor bersama Audrey, kali ini Audrey dapat merayu Kaisar untuk bisa bekerja kembali sebagai asistennya sampai ada yang menggantikannya.


Kabar pernikahan Audrey dan Kaisar sudah menyebar seantero WG group, tidak ada satu pun karyawan yang berani menggunjingkan Audrey, terlebih saat Kaisar menikah, ia memberikan bonus tambahan untuk seluruh karyawannya tanpa terkecuali. Semua karyawan menganggap jika Audrey adalah penakluk bos dingin itu.


Kaisar menggenggam tangan Audrey saat turun dari mobil dan memasuki gedung tinggi itu, Audrey sebenarnya ingin menyembunyikan statusnya, hanya saja Kaisar memberi syarat jika ingin tetap bekerja, maka hubungan mereka harus di publikasi.


Audrey masuk ke dalam ruangan Kaisar bersama Marry dan Aldo, namun Audrey mengernyitkan dahinya saat melihat ada meja kerja tambahan di dekat meja kerja Kaisar.


"Kamu akan bekerja di ruanganku, Queen." Kata Kaisar dan mau tidak mau Audrey menurutinya.


Marry hanya mengulum senyum melihat bosnya yang kini lebih baik, sekertaris senior yang ramah dan loyal itu bersyukur karena Kaisar akhirnya menikah dengan Audrey.


"Jam satu siang ini kita rapat penutupan, Tuan." Kata Marry.


"Sudah di siapkan semua berkasnya?" Tanyanya.


"Sudah Tuan, berkasnya sudah ada di saya." Sahut Audrey.


"Queen, stop memanggilku Tuan. Meski di kantor aku tetap suamimu." Kata Kaisar.


Audrey hanya menghela nafas, sementara Marry dan Aldo menahan senyumnya.


Aldo pun mengerjakan pekerjaannya dari ruangan Kaisar. Sementara Marry kembali ke mejanya yang terletak di depan pintu masuk ruangan Kaisar.


"Pak Aldo, mana berkas dari anak cabang kota P?" Tanya Audrey.


Aldo memberikan berkasnya, "Ini, Nyonya." Jawab Aldo.


"Panggil saja Audrey seperti biasa, Pak Aldo. Kita sama sama bekerja di sini." Kata Audrey sambil menerima berkas dari tangan Aldo.


"Turuti saja, Al. Hubungan soal suami istri berlaku hanya untukku dan Audrey saja. Jika di kantor sedang bekerja Audrey tetap rekanmu." Kata Kaisar dengan mata tak lepas dari berkas berkas yang sedang ia tanda tangani.


Kaisar tidak ingin membuat Audrey merasa tak nyaman, karena itu ia membiarkan apa yang ingin di lakukannya kecuali menyembunyikan hubungannya pada publik.


Rapat berjalan lebih lama dari biasanya, namun tidak membuat Kaisar lelah karena Audrey sedari tadi mendampinginya. Begitu juga dengan para kepala divisi, yang tidak lagi tegang seperti bulan bulan sebelumnya yang slalu melihat aura dingin di wajah Kaisar. Semua kepala divisi memuji Audrey yang bisa menaklukan bos mereka.


"Lelah?" Tanya Kaisar dengan berbisik pada Audrey.


"Tidak." Jawabnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Perhatian itu terlihat oleh semua kepala divisi yang menghadiri rapat. Dan menjadi berita hangat di WG group tentang bagaimana perlakuan dan bucinnya bos mereka pada istri yang merangkap jadi asistennya itu.


Kini mereka berada di dalam mobil, rapat yang melebihi jam nya itu akhirnya berakhir.


"Sayang, aku ingin mampir ke apartemen. Ada yang mau aku bawa dari sana." Kata Audrey.


"Hem, baiklah. Kita menginap saja di apartemenmu. Aku rindu suasana di apartemen." Jawab Kaisar.


Setelah tiba di apartemen, Audrey segera membersihkan diri sementara Kaisar mengabari Adelia jika dirinya tidak pulang dan menginap di apartemen Audrey.


"Mandi dulu.." Kata Audrey sambil memberikan sebuah handuk bersih pada Kaisar.


"Kenapa tidak mandi bersama?" Tanya Kaisar.


"Kamar mandiku kecil. Tidak muat berdua."


"Muat, kamunya saja tidak mau." Kaisar pura pura merajuk.


"Cepat mandi." Titah Audrey dan Kaisar mengangguk. Untungnya Kaisar slalu membawa pakaian bersih di mobilnya dan mulai hari ini Kaisar juga akan menyimpan pakaiaannya di apartemen Audrey.


Audrey menyiapkan makanan yang sebelumnya ia beli secara takeaway di sebuah restoran. Ia menunggu Kaisar untuk makan bersama, namun Audrey terpana saat melihat Kaisar yang keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan dengan handuk yang melingkar di pinggangnya. Kaisar terlihat sangat tampan saat mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya.


Audrey segera berdiri dan menghampiri Kaisar, ia berjinjit lalu membantu mengeringkan rambut Kaisar. Kaisar tidak menyianyiakan hal ini, ia segera menahan pinggang Audrey dan meraup bibir manis Audrey yang kini menjadi candunya.


Mata mereka saling menatap penuh damba, usia mereka yang sama sama sudah dewasa membuat mereka menginginkan hal lebih.


"Queen Audrey, boleh aku meminta hak ku sekarang?" Tanya Kaisar dengan suara berat.


Tangan Audrey mengusap rahang tegas Kaisar, "Lakukan, aku milikmu." Jawabnya menyetujui.


Kaisar menelusuri wajah Audrey dengan jari jarinya, kemudian mengusap bibir Audrey, "Aku mencintaimu." Kata Kaisar lalu kembali memagut bibir Audrey dan Audrey membalasnya.


Perlahan, Kaisar mulai meloloskan pakaian yang dipakai oleh Audrey, lagi lagi Kaisar melihat tubuh indah putih bersih milik Audrey, dengan dua gundukan yang membuat Kaisar slalu penasaran.


Kaisar menenggelamkan wajahnya diantara dua gundukan itu dengan tangan kebelakang tubuh Audrey sambil membuka kaitan pembungkusnya.


Kaisar memberi tanda kepemilikan di salah satu gundukan itu dan membuat dessahhhan Audrey lolos begitu saja.


Kaisar mencabut pembungkus dan melemparnya ke sembarang arah, tangannya mulai berani meraba satu gundukan dan memainkannya bagai squishy. Sementara Audrey memeluk kepala Kaisar dengan erat, menggusar rambut Kisar dengan lembut.

__ADS_1


Kaisar mengangkat wajahnya dan melihat wajah merah Audrey. Tangan Kaisar mulai berani menyentuh bagian inti yang masih tertutup segi tiga pengaman.


"Kai... Akhhhh." Audrey tak kuasa menahan dessahhaannya saat jari jemari Kaisar bermain main disana.


Wajah Kaisar turun, mengecup perut Audrey dan juga meloloskan segitiga pengaman yang masih terpasang. Tanpa ragu Kaisar mendekatkan wajahnya ke bagian inti Audrey dan memainkan lidahnya di dalam sana, membuat Audrey menjepitkan kedua kakinya dan Kaisar semakin liar.


"Kai, aku akhhh." Audrey mendapatkan pelepasan pertamanya.


Kaisar kembali mensejajarkan wajahnya dengan wajah Audrey, nafas keduanya saling memburu.


"Suka, Queen?" Tanya Kaisar ambigu.


Audrey mengangguk pasrah dengan nafas terengah engah.


"Queen..." Panggil Kaisar sambil merapihkan anak rambut Audrey ke belakang telinganya. "Aku akan mulai sekarang, tahan ya kalau sakit, aku akan melakukannya perlahan." Kata Kaisar.


Audrey mengangguk.


Kaisar membuka handuknya dan melemparnya ke sembarang arah, perlahan ia membuka ke dua kaki Audrey. Mengarahkan pusakanya untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami.


"Tangan Audrey menahan perut Kaisar ketika bagian intinya terasa perih saat pusaka milik Kaisar berusaha meberobosnya.


"Sakit?" Tanya Kaisar ambigu.


Audrey mengangguk.


Kaisar kembali menyesap bibir manis Audrey dan membuatnya rileks, saat Audrey terbawa dengan permainan Kaisar, Kaisar membawa kedua tangan Audrey untuk melingkar di lehernya. Perlahan namun pasti, Kaisar mulai memasukan kembali pusakanya dan Audrey mencengkram erat kedua bahu Kaisar. Tetesan air mata mengalir begitu saja di ekor mata Audrey saat pusaka milik Kaisar berhasil lolos menerobos mahkota Audrey.


Kaisar mendiamkan pusakanya saat merasakan aliran hangat keluar dari bagian inti.


"Maaf, Queen." Lirih Kaisar. "Terimakasih sudah menjadikan aku yang pertama." Ucapnya lagi.


Audrey tersenyum, meski merasakan sakit namun ia tidak ingin menunjukannya, Audrey ingin membuat Kaisar puas untuk pertama kali mereka berhubungan.


Kaisar tenggelam dalam kenikmatan yang baru pertama kali ia nikmati, Kaisar terus saja memompa tubuh Audrey yang kini akan menjadi candunya.


"Aku akan memintanya setiap hari, Queen..Ini enak sekali." Racau Kaisar dan membuat Audrey tersenyum


"Aku akan melayanimu, Sayang." Jawab Audrey di bawah kungkungan Kaisar.

__ADS_1


...****************...


Jangan panas panas, nanti gak lulus review 😁


__ADS_2