TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
Bonchap 2


__ADS_3

"Aku akan menikahimu saat ini juga." kata Anhar.


"Tapi, Mas..."


"Aku sudah meminta ijin Kaisar tadi saat berpamitan, Kaisar mengijinkanku selama itu tidak membuat kamu tidak terpaksa." Ucap Anhar.


Adelia melihat ke arah Keiina dan Keiina mendekat seketika. "Keii mengijinkan, Ma. Keii juga ingin merasakan mempunyai keluarga yang utuh. Papa yang memberikan luka pada kita, setidaknya Papa jugalah yang mengobati luka kita, Ma.." Kata Keiina penuh harap.


Adelia mengangguk dan memeluk Keiina.


Mereka menikah saat itu juga, Theo sudah menyiapkan petugas catatan sipil dan semua berkas yang sudah di siapkannya.


Lalu notaris membuka berkas berkas yang harus di tanda tangani oleh Anhar.


"Kenapa ada notaris, Mas?" Tanya Adelia.


"Aku memberikan semua kekayaanku pada Keiina, kini suamimu miskin, Adel. Apa kamu tetap mau menjalankan rumah tangga bersamaku?" Tanya Anhar menggoda.


Adelia hanya tersenyum, Anhar benar benar berubah, dan Adelia yakin jika Anhar tidak akan pernah menyakitinya kembali.


Sebelumnya, hal ini sudah Anhar utarakan pada Keiina saat di rumah sakit, awalnya Keiina menolak, namun Anhar memohon agar Keiina mau menerimanya, semua aset dan saham di berbagai perusahaan atas nama Anhar akan dipindahkan menjadi nama Keiina.


**


Setelah satu minggu, Audrey di perbolehkan pulang, semua menyambut bahagia kedatangan Audrey dan Kaisar bersama ketiga bayi mereka. Terlebih kini Anhar pun tinggal di rumah Adelia karena Adelia tidak ingin kembali ke rumah Wiguna.


"Ma..." Kaisar memeluk Adelia. "Terimakasih sudah memberikan Papa kesempatan terakhirnya." Ucapnya berbisik.


"Apa kamu bahagia?" Tanya Adelia.


"Selama Mama bahagia, Kai akan selalu bahagia." jawabnya. "Apa Mama bahagia?" Tanya Kaisar sambil melerai pelukannya.


Adelia tersenyum dan Mengangguk. "Papa benar benar berubah, Mama sangat bahagia, Kai." Ucapnya.


Kaisar menghembuskan nafas leganya, ia memejamkan matanya, akhirnya kebahagiaan yang sempurna di rasakan oleh keluarganya.


**


Mereka makan malam bersama dalam kebahagiaan, Anhar terlihat perhatian sekali pada Adelia dan Keiina. Dan Kaisar merasa senang akan hal itu.


Begitupun Mutia, kesehatannya yang selama ini menurun, stabil begitu saja. Mutia merasa senang semua cucu dan anaknya di selimuti kebahagiaan.


"Sayang, tolong ambilkan aku udang nya lagi." Kata Anhar pada Adelia.


"Jangan terlalu banyak, Mas. Ingat kolestrolmu." Jawab Adelia.


"Iya, Pa.. Jangan makan udang banyak banyak, nanti sakit lagi pundaknya." Sahut Keiina penuh perhatian.

__ADS_1


"Lebih baik Papa makan ini saja." Kata Kaisar memberikan Gurame bakar madu untuk Anhar.


Anhar begitu terharu dengan semua perhatian dari keluarganya, ia merutuki dirinya di masa lalu karena kebodohannya membuatnya kehilangan keluarga yang sesungguhnya.


Keesokan harinya, Anhar tengah bersiap untuk berangkat ke kantor, Adelia membantu Anhar untuk memasangkan dasi.


"Jangan terlalu lelah, Mas." Ucap Adelia penuh perhatian.


"Iya Sayang, aku hanya bekerja seminggu dua kali untuk membantu Kai, putra kita itu bucin sekali pada istrinya, terlebih setelah Audrey memberinya tiga bayi sekaligus, membuat Kai jadi semakin betah di rumah dan memperpanjang cutinya." Kata Anhar sambil tetawa.


Adelia pun tersenyum, "Audrey begitu merubah sikap Kaisar. Aku bersyukur Kai tidak salah memilih wanita. Audrey mempunyai sikap sederhana dan low profile, aku sangat menyukainya."


"Ya, Audrey percis sepertimu, karena dari itu Kai jatuh cinta pada Audrey." Balas Anhar.


Kaisar sedang menggendong Keysha sambil berjemur. Sementara itu, Mutia memangku Kenzo dan Audrey menggendong Kevin. Mereka berada di halaman belakang untuk merasakan kehangatan matahari pagi.


"Wah cucu cucu opa semua berjemur." Sapa Anhar dan membuat mereka menoleh seketika.


"Papa sudah mau berangkat?" Tanya Kaisar.


Anhar mengangguk. "Ya, hari ini ada pertemuan dengan Pak Erlang dari Tama Group."


"Maaf merepotkan Papa." Kata Kaisar.


"Tidak apa, Kai. Puas puasin saja kamu bersama ketiga putra putrimu. Papa mengerti." Kata Anhar tersenyum.


"Iya, Pa. Kai hanya cuti sampai akhir pekan ini." Jawabnya sambil menatap wajah tenang Keysha.


Saat pulang, Anhar menyempatkan diri untuk mampir ke toko bunga, ia akan mampir dulu ke rumah besannya untuk mampir menemui Keiina.


"Papa..." Keiina berahambur memeluk Anhar. "Koq gak bilang mau mampir kesini?" Tanya Keiina.


Anhar tersenyum, lalu mengusap perut buncit Keiina yang sudah tinggal menunggu waktu operasi. "Papa kangen sama cucu Papa juga putri Papa yang cantik." Kata Anhar memuji.


Anhar memberikan buket bunga berwarna merah muda untuk Keiina juga beberapa cemilan untuk putrinya itu. "Semakin kandunganmu besar, pasti kamu akan slalu cepat lapar. Papa membawakanmu cemilan." Kata Anhar.


"Terimakaish, Pa.. Terimakasih Papa sudah perhatian sama Keii." Kata Keiina terharu merasakan perhatian dari Anhar bertubi tubi.


"Apa cucu Papa rewel?" Tanya Anhar.


"Tidak, Pa.. Tapi akhir akhir ini punggungku suka sakit." Jawab Keiina mencoba untuk bermanja pada Anhar.


"Benarkah?" Tanya Anhar lalu mengusap punggung Keiina.


Keiina mengangguk, "Mas Ryu selalu siaga memijat lembut punggung Keii, Pa." Kata Keiina.


Anhar tersenyum, ia memang mengetahui jika Ryu begitu baik karena keluarganya juga sangat baik.

__ADS_1


"Kelak putrimu akan tumbuh jadi orang yang baik." Kata Anhar.


Keiina mengernyitkan dahinya.


"Papa sangat mengenal keluarga Ryu, mereka adalah orang orang yang baik, apa lagi Ibu Ayla. Papa merasa tenang karena kamu menikah dengan Ryu dan kalian akan segera memiliki seorang putri." Ucap Anhar yang menjawab keharanan Keiina.


"Papa juga baik, putriku juga akan memiliki Opa yang baik." Ucap Keiina.


Anhar memeluk Keiina, "Baik baiklah menjalani rumah tangga bersama Ryu. Papa yakin kamu akan slalu bahagia bersama Ryu." Ucapnya dan Keiina mengangguk.


Anhar kembali pulang ke rumah Adelia saat Ryu sudah kembali pulang setelah menjenguk sepupunya yang bernama Ocean yang baru saja mengalami kecelakaan. Keiina merasa bahagia merasakan kasih sayang dari Papanya yang tidak pernah ia rasakan.


Keiina manaruh bunganya di dalam vas berisikan air, Ryu memeluknya dari belakang.


"Kamu bahagia, Baby?" Tanya Ryu.


Keiina mengangguk sambil menata bunganya. "Sangat, Mas. Terimakasih untuk semuanya." Balas Keiina.


"Tidak meragukan lagi cintaku?" Tanya Ryu.


Keiina membalikan tubuhnya, tangannya melingkar di leher Ryu. "Jangan bertanya lagi seperti itu." Ucap Keiina.


Ryu tersenyum, "Aku mencintaimu, aku juga mencintai calon putri kita." Kata Ryu.


Keiina mengangguk, "Aku bisa merasakan cinta mu yang besar, Mas." Jawab Keiina.


Anhar tiba di rumah Adelia saat kondisi rumah mulai terlihat sepi, ia segera menuju ke kamarnya bersama Adelia.


"Mas..." Panggil Adelia dari arah dapur saat Anhar akan menaiki tangga.


Anhar menoleh dan menghampiri Adelia, "Belum tidur?" Tanyanya.


"Aku menunggumu. Kamu lama sekali bertemu dengan Keiina." Kata Adelia.


"Menemani Keiina, Keii sendirian di rumah mertuanya itu, Ibu Ayla dan Ryu menyusul dokter Regan ke rumah sakit, Katanya sepupunya Ryu yang bernama Cean kecelakaan." Jawab Anhar.


"Cean anaknya Ibu Nanda?" Tanya Adelia dan Anhar mengangguk.


"Iya, katanya kondisinya koma, Ibu Ayla menemani Ibu Nanda, tapi tadi Ryu sudah pulang. Kemungkinan besok Keiina akan menginap di sini karena Ryu harus bolak balik ke rumah sakit." Ucap Anhar yang membuat Adelia menganggukan kepalanya.


...****************...


Note:


Banyaknya DM masuk ke IG ku. Minta dibuatkan dulu cerita Ocean, disini aku ksh intipannya.


Aku tuh bingung, ada juga yg nagih cerita Jaffin anaknya Davan-Billa di novel BUKAN DRAMA PERNIKAHAN.

__ADS_1


Tapi ada banyak juga yg minta cerita Ocean Anaknya Nanda dan dokter Pras di Novel BEFORE WE DONE.


Kira kira yang mana dulu ya yang dikerjain? Bantu koment ya 😉


__ADS_2