
Kaisar berdiri dari duduknya dan menggenggam tangan Audrey.
"Kai, ini kantor." Kata Audrey mengingatkan.
Kaisar menatap wajah Audrey, "Tidak bisakah kita publikasikan hubungan kita?" Tanya Kaisar.
Audrey menunduk, bingung harus menjawab apa.
Kaisar mengangkat dagu Audrey agar mereka bisa saling bertatapan. "Percaya padaku, ya." Pinta Kaisar.
"Aku percaya, hanya saja aku belum siap, aku takut akan penilaian orang terhadapku." Kata Audrey dengan tak percaya diri.
Kaisar memahami apa yang di rasakan oleh Audrey. Menurut Kaisar, Audrey dan Keiina sama sama memiliki rasa trauma yang hampir sama, hanya saja bedanya jika Audrey masih bisa membuka hati, namun Keiina tetap membentengi hatinya.
Kaisar tersenyum dan mengusap kepala Audrey. "Baiklah." Ucapnya lembut. "Tapi hari ini tolong temani aku." Pintanya seperti anak kucing yang manja, padahal tadi Kaisar begitu bersikap tegas dan dingin pada Anhar.
Audrey tersenyum dan mengangguk.
Audrey mengambil tas dan ponselnya, juga laptop dan beberapa berkas yang akan ia kerjakan di apartemennya nanti.
Kaisar berkordinasi dengan Aldo soal identitas Keiina yang harus lebih ekstra di jaga, jangan sampai Anhar mengetahui soal Anhar yang mempunyai anak perempuan dari Adelia. Kaisar juga sudah mengatakan pada Aldo soal hubungannya dengan Audrey dan tentu saja Aldo merasa senang akan hal itu.
Kaisar membawa Audrey menuju mobilnya. Tidak ada yang mencurigainya sama sekali karena semua karyawan yang melihat Kaisar dan Audrey seperti layaknya bos dan asisten pada umumnya, itu karena melihat Audrey yang membawa tumpukan berkas di tangannya seperti akan mengantar Kaisar bertemu dengan klien di luar sana.
"Kita kemana?" Tanya Audrey yang kini berada di dalam mobil mewah milik Kaisar.
"Apa kamu mau, jika aku mengajakmu ke rumahku?" Tanya Kaisar hati hati.
Audrey menggelengkan samar kepalanya. "Sepertinya waktunya tidak pas." Jawabnya dan Kaisar mengangguk tanda setuju, memang saat ini waktunya kurang pas.
"Kalau begitu kita kembali ke apartemenmu saja. Boleh?" Tanya Kaisar.
Audrey mengangguk, "Iya, kita ke apartemenku saja."
Tiba di apartemen, Kaisar segera turun dan dengan manisnya membukakan pintu mobil untuk Audrey. Kali ini Kaisar yang membawa tas milik Audrey juga beberapa berkas yang tadi Audrey bawa dengan satu tangan, sementara tangan satunya menggenggam erat jari jemari Audrey.
"Tas nya biar aku bawa saja." Kata Audrey.
"No, biar aku saja." Balas Kaisar dan sungguh Kaisar terlihat manis sekali.
Sampai tiba di unit apartemen milik Audrey, Kaisar memasukan passcode namun berkali kali gagal, membuat Kaisar menatap tajam pada Audrey.
__ADS_1
"Kamu menggantinya?" Tanya Kaisar.
Audrey mengangguk, lalu menekan angka angka enam digit yang membuat Kaisar tersenyum, ternyata Audrey merubahnya menjadi tanggal mereka jadian kemarin.
"My Queen sweet sekali.." Gumam Kaisar dalam hati.
Kaisar masuk dan meletakan berkas berkas yang di bawanya di meja dekat sofa, lalu Kaisar membuka jas nya, melonggarkan dasi dan membukanya juga lalu menyampirkannya di sofa, tanpa permisi Kaisar langsung merebahkan diri di tempat tidur milik Audrey, rasa lelah dan kantuk yang di tahannya sedari tadi sudah tidak bisa di tahannya lagi.
Audrey segera mengganti pakaiannya di kamar mandi, dengan menggunakan kaos yang kebesaran di tubuhnya dan celana leging selutut. Ia mendekat ke arah Kaisar yang sudah tertidur pulas dengan posisi tertelungkup, tangan Audrey mengusap rambut Kaisar dengan lembut, menatapnya dengan tatapan hangat.
Audrey melihat ke arah jam, masih menunjukan pukul sepuluh pagi namun Kaisar terlihat begitu lelap.
"Sepertinya dia benar benar tidak tidur semalaman." Gumam Audrey.
Audrey segera mengambil meja lipat dan naik di atas tempat tidur, ia mengerjakan pekerjaannya yang belum di selesaikannya, satu tangannya memegang pekerjaan dan satu tangannya kadang terulur untuk mengusap lembut kepala Kaisar, membuat Kaisar merasa nyaman.
Beberapa kali ponsel Kaisar berdering dan terlihat nama Oma ataupun Mama memanggilnya, namun Audrey tidak berani mengangkatnya.
Menjelang siang, Audrey juga mendengar suara perut Kaisar berbunyi, lalu segera menghentikan pekerjaannya dan melihat ke wajah Kaisar yang masih tertidur pulas, "Apa dia juga melewatkan sarapannya?" Tanya Audrey dengan pelan.
Tanpa berpikir panjang Audrey merapihkan berkas yang berserakan dan memindahkannya ke atas meja, lalu ia segera turun ke dapur untuk memasak.
Hingga satu jam berlalu, dan audrey selesai memasak, Kaisar masih belum bangun juga, Audrey mencoba membangunkan Kaisar karena merasa khawatir takut Kaisar akan sakit.
"Kai..." Panggil Audrey dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Kaisar.
"Kai, bangun Sayang..." Audrey mencium pelipis Kaisar.
Kaisar perlahan bergerak dan meregangkan ototnya, membuka mata dan melihat wanita cantik tengah tersenyum padanya.
"My Queen.." Kata Kaisar dengan suara serak khas bangun tidur.
Kaisar menarik Audrey dan memeluknya dengan erat di atas tempat tidur.
Audrey hanya diam dan balik memeluk erat, menikmati aroma maskulin di tubuh Kaisar yang mungkin kini menjadi kesukaannya.
"Makan dulu, Kai. Kamu pasti melewatkan sarapanmu." Kata Audrey dengan penuh perhatian.
"Hem..." Jawab Kaisar yang sepertinya masih mengantuk.
__ADS_1
"Makan dulu, nanti lanjut tidur lagi. Aku sudah memasak untukmu." Kata Audrey lagi.
Kaisar mengendurkan pelukannya dan menatap wajah Audrey, "Memasak apa?" Tanya Kaisar.
"Sop makaroni dan Ayam goreng, aku hanya bisa memasak yang simpel seperti itu." Jawabnya ragu.
Kaisar tersenyum, "Ayo makan, aku sudah sangat lapar."
Kaisar beranjak menuju kamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya, kemudian menghampiri Audrey yang sedang menyajikan makanan di atas meja bar kecil yang cukup untuk ber dua itu.
"Kamu bisa masak seperti ini, kenapa sering memakan mie instan dan makanan kaleng?" Tanya Kaisar ingin tau.
Audrey duduk di depan kaisar, "Karena dulu aku tidak punya tujuan untuk apa aku memasak." Jawabnya.
"Sekarang?" Tanya Kaisar.
"Sekarang, aku ingin memasak untuk kamu." Jawabnya jujur. "Karena kamu aku ingin mencoba masakan baru dan memasakannya untukmu juga." Ucapnya lagi.
Kaisar tersenyum, ia tidak menyangka jika Audrey secepat ini bersikap manis pada Kaisar. Meski Audrey masih terlihat cuek, namun juga Kaisar bisa merasakan perhatiannya yang tulus.
"Enak.." Kata Kaisar saat menyendok makanan ke mulutnya yang membuat Audrey tersenyum.
Setelah makan siang bersama, Audrey membereskan meja dan mencuci piring bekas makan mereka berdua, Kaisar hanya bisa melihatnya karena tidak mengerjakan apapun yang dapat membantu Audrey.
"Apa aku merepotkanmu? Aku tidak bisa melakukan apapun." Ucap Kaisar sedikit malu.
"Tidak sama sekali, aku senang kamu di sini, cukup untuk menemaniku." Jawab Audrey.
Kini mereka duduk bersama di tempat tidur, sedari tadi Audrey masih merasa penasaran dengan yang terjadi pada Kaisar, namun Audrey masih merasa canggung untuk bertanya, takut membuat Kaisar merasa tidak nyaman.
"Dari tadi ponselmu berdering, sepertinya orang rumah mengkhawatirkanmu." Kata Audrey.
Kaisar menarik Audrey ke dalam dekapannya, mereka duduk bersandar di sandaran tempat tidur, Kaisar melihat ponselnya dan terlihat banyaknya panggilan tidak terjawab.
"Lain kali kamu bisa mengangkatnya, dan katakan aku sedang tidur di apartemenmu." Ucap Kaisar dengan lembut. "Bahkan kamu boleh melihat isi ponselku, aku ingin di antara kita tidak ada rahasia dan privasi, aku harap kamu pun begitu."
...****************...
Note:
Othor masih seneng bikin cerita ke sweet an Abang Kai ke Audrey..
__ADS_1
Bosen gak?