
Acara lamaran Keiina di gelar secara sederhana, hanya di hadiri oleh keluarga inti saja, yakin keluarga Regan sebagai orang tua Ryu dan keluarga Pras juga Nanda sebagai kerabat dekat Ryu. Terlihat juga Disya dan suaminya yang juga merupakan seorang dokter, bahkan Ocean putranya Nanda dari Pras juga ikut hadir di acara lamaran Ryu dan Keiina.
Taman belakang di rumah Adelia di hias dengan begitu indahnya, dengan nuansa putih dan merah muda memberikan kesan manis dalam setiap dekorasinya
Audrey masih duduk di dalam ruang ganti pakaian, setelah merias diri dengan riasan natural, Audrey tetap berdiam diri di dalam ruangan itu.
Kaisar menyusulnya untuk turun bersamanya.
"Queen..." Panggil Kaisar dan Audrey nenoleh.
Kaisar menatap takjub pada kecantikan Audrey, riasan natural dan terkesan elegan, pakaian yang di kenakannya pun begitu cocok di tubuh Audrey. Kaisar segera meraih tangan Audrey dan terasa dingin saat di sentuh oleh Kaisar.
"Kamu sakit? Tidak enak badan?" Tanya Kaisar khawatir.
Audrey menampilkan senyum lembutnya, "Tidak."
"Tanganmu dingin sekali." Kata Kaisar.
"Aku hanya gugup."
Kaisar mengernyitkan dahinya, "Gugup?" Tanyanya merasa heran, dalam pikiran Kaisar, harusnya Keiina lah yang gugup karena akan di lamar oleh Ryu, mengapa Audrey juga ikut menjadi gugup.
"Akan ada keluarga Aunty Nanda, aku tidak percaya diri bertemu dengannya." Ucap Audrey pada akhirnya.
Akhirnya Kaisar mengerti mengapa Audrey belum juga turun. Kaisar mengeratkan genggamannya di tangan Audrey, membawanya untuk mengecupnya.
"Percayalah pada dirimu sendiri. Aunty Nanda tidak pernah membencimu, Kak Disya dan Cean juga tidak pernah menyalahkanmu. Bukankah dengan berselingkuhnya Papamu dengan Mamamu dulu akhirnya membuat Kak Disya mempunyai Mommy dan juga terlahirnya Cean?" Kata Kaisar meyakinkan.
Audrey mengangguk.
"Ayo turun." ajak Kaisar sambil menyikukan tangannya dan Audrey tersenyum lalu merangkul lengan Kaisar.
"Kamu cantik sekali, kalau tidak ingat ini acara keluarga, aku ingin membawamu ke atas ranjang saja." Bisik Kaisar.
"Sepertinya kamu harus libur seminggu kedepan." Balas Audrey.
"Kenapa?" Tanya Kaisar tak suka.
"Aku sedang datang tamu bulanan." Jawab Audrey.
Kaisar menepuk jidatnya sendiri. "Oh My Queen.. Tega sekali." Kata Kaisar merajuk.
Audrey ingin tertawa, namun ia menahannya. "Sabar, Sayang. Hanya seminggu."
"Sehari saja aku tidak tahan, apa lagi seminggu."
__ADS_1
Mutia dan Adelia tersenyum saat melihat Kaisar dan Audrey turun dari tangga dengan bergandengan mesra.
"Putraku terlihat sangat bahagia, Ma." Kata Adelia.
Mutia mengangguk, "Audrey penyempurnakan kebahagiaan Kaisar."
Adelia berdiri untuk menyambut menantunya itu, "Kamu cantik sekali, Sayang..."
Kata Adelia lalu mencium pipi kanan dan kiri Audrey.
"Mama juga cantik." Balas Audrey.
Kaisar merangkul pinggang Auddey agar merapat pada dirinya. "Istri Kai ini, Ma.." Ucapnya bangga.
"Ya, Audrey memang istrimu. Kamu harus menjaganya, mencintainya, mengasihinya sepanjang usiamu, Kai." Kata Adelia memberi nasihat.
"Tentu saja, Ma. Audrey adalah pilihan Kai sendiri, Kai akan menjaga Audrey sampai akhir hidup Kai." Ucapnya mencium pelipis Audrey.
Adelia merasa lega, ia selalu berharap putra dan putrinya slalu mendapatkan kebahagiaan di dalam kehidupan berumah tangganya.
Keiina turun bersama Nina, dengan gaun berwarna abu muda begitu terlihat cantik di tubuh Keiina.
"Kak Audrey lebih cantik dari pada aku." Kata Keiina yang memuji kecantikan Audrey.
"Hei, kamulah yang paling cantik di sini, kamu permata yang paling bersinar malam ini." Balas Audrey.
"Kalian sama sama cantik." Sahut Mutia.
Kaisar mengangguk, "Ya, sayang sayangku semuanya cantik. Oma cantik, Mama cantik, Istriku cantik, dan adikku juga cantik, bahkan Mbak Nina juga cantik." Kata Kaisar menggoda Nina.
"Ya jelas saja Mbak cantik, kan Mbak perempuan, Tuan muda Kai." Sahut Nina dan lagi lagi membuat mereka semua tertawa.
Kebahagiaan yang nyata yang kini di rasakan oleh Mutia dan juga Kaisar. Tidak ada lagi rasa amarah dan dendam menyelimuti hati mereka.
Namun meski begitu, ada yang terasa kurang untuk Kaisar. Yakni keberadaan Anhar. Sesuai permintaan Keiina yang tidak ingin Anhar datang di acara lamarannya, Kaisar pun tidak mengundang Anhar.
Tapi, Kaisar tetap memberitahu pada Anhar jika hari ini adalah hari lamaran Keiina, dan Kaisar berjanji pada Anhar untuk mengirimkan foto ataupun video moment lamaran itu.
Ryu beserta keluarganya pun tiba, acara dimulai dengan begitu khidmat.
Pras sebagai wali dari keluarga Ryu menyampaikan maksud kedatangannya untuk melamar Keiina. Kaisar sebagai wali dari Keiina menerima lamaran itu.
Ayla memasangkan cincin di jari manis Keiina, dan Adelia pun melakukan hal yang sama pada Ryu. Wajah berseri terlihat di wajah Ryu dan Keiina meski Keiina pun sebenarnya merasakan sesuatu yang kurang, yakni tidak ada nya sosok Ayah di hari bahagianya.
Ocean putra nya Nanda bersama Pras menghampiri Audrey yang berdiri seorang diri.
__ADS_1
"Hai Audrey." Sapa Cean.
Audrey tersenyum sama, "Hai juga Ce.."
"Selamat atas pernikahanmu, aku terkejut saat mendengarmu menikah." Kata Cean.
Audrey hanya mengangguk.
"Berbahagialah bersama Key, Audrey. Aku yakin dia adalah pria yang tepat untukmu." Ucap Cean dengan tulus.
Audrey mengangguk, "Terimakasih, Ce."
Nanda juga menghampiri Audrey yang sedang mengobrol bersama Cean. "Cean, kamu di cari Kak Disya." Kata Nanda.
"Haissh, Kak Disya itu, padahal sudah ada suaminya tapi tetap saja kalau butuh apa apa slalu mencariku." Kata Cean mendengus kesal.
"Iya, karna Kak Disya ngidamnya ingin mengerjaimu." Nanda sedikit tertawa.
"Maaf, aku permisi dulu." Kata Audrey tidak enak.
"Audrey, tetaplah disini." Kata Nanda dan Cean yang mengerti pun segera meninggalkan Nanda bersama Audrey.
"Audrey..." Panggil Nanda.
Audrey melihat wajah teduh Nanda, wanita cantik, lembut, dan penuh keibuan itu begitu sempurna di mata Audrey. Bahkan Audrey saja pernah berpikir, kenapa Papanya tega menyelingkuhi Nanda yang baik ini, Audrey pun berandai andai, andai dirinya terlahir dari rahim Nanda, pastilah sangat bahagia.
"Selemat untuk pernikahanmu." Kata Nanda memberi ucapan.
"Terimakasih, Aunty." Jawab Audrey.
Nanda tersenyum, "Bisakah kamu tidak menghindariku lagi?" Tanya Nanda. "Selama ini kamu slalu menganggap dirimu juga ikut salah atas perbuatan Papa dan Mamamu kepadaku. Padahal aku sama sekali tidak pernah menyalahkanmu, Audrey."
Audrey hanya diam, Nanda menggenggam tangan Audrey. "Berdamailah dengan hatimu, kamu memang tidak bisa memilih dari orang tua mana kamu dilahirkan. Tapi kamu bisa memilih jalan kebahagiaanmu sendiri. Jadi mulai dari sekarang, jangan hindari aku lagi, anggaplah aku juga sebagai keluargamu, jangan merasa kamu hanya sendirian, kami menyayangimu, jangan lagi membentengi dirimu karena kesalahan Orang tuamu." Nanda berkata dengan penuh bijaksana.
Audrey tak kuasa menahan tangis, Ayla yang melihatnya pun segera menghampirinya.
"Terimakasih Aunty Nanda." Ucap Audrey penuh haru.
Ayla merasa bahagia karena Audrey mau membuka dirinya, tidak lagi merasa bersalah atas perbuatan kedua orang tuanya yang berimbas pada Audrey yang menutup diri dan menjaga jarak.
Malam itu semua keluarga merasa bahagia, Semua masalah di keluarga itu juga selesai.
Hanya satu orang yang meratapi nasibnya, yakin Anhar Wiguna. Ia menangis saat menerima banyak foto dan video yang dikirim oleh Kaisar, melihat wajah Keiina dan Adelia yang terlihat bahagia atas acara lamaran Keiina dan Ryu.
"Harusnya Papa mendampingimu, putriku. Harusnya Papa yang menerima lamaran Ryu untukmu. Maafkan Papa, Keii." Tangis Anhar di dalam penyesalannya yang tidak akan mungkin berguna.
__ADS_1
...****************...