TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 45


__ADS_3

Setidaknya Adelia merasa sedikit lega dengan penjelasan yang di berikan oleh Keiina, Adelia menganggap jika Keiina tengah mengeksplore dirinya sendiri. Adelia menepis segala rasa tidak enaknya, ia berharap jika Keiina tidak melakukan hal di luar batas.


Hari minggu pun tiba, Mutia dan Adelia sudah bersiap untuk sekitar jalan jalan dan tentu saja di temani oleh Kaisar.


"Ma.. Ini sudah banyak sekali." Kata Adelia pada Mutia.


"Belum, sayang. Kita akan cari juga tas untuk Keiina." Jawab Mutia.


"Tapi Ma, tas yang kemarin Mama belikan untuk Keiina belum di pakai semua." Ucap Adelia.


Mutia menghela nafas, sedari dulu Adelia memang selalu bersikap sederhana. Karena itu Mutia begitu menyayangi Adelia.


Kaisar hanya tersenyum melihat perdebatan ke dua orang yang di sayangnya, yakni Oma dan Mama nya. Hal ini adalah yang slalu di nantikan oleh Kaisar, pergi bersama Mutia dan Oma bersama.


Kaisar terus berjalan di belakang Mutia dan Adelia sambil menenteng belanjaan dua wanita beda generasi itu, kini mereka berada di sebuah toko perhiasan. Kaisar ikut melihat lihat dan sesekali tersenyum melihat sepasang cincin dengan model sederhana. Kaisar memikirkan bagaimana reaksi Audrey jika Kaisar melamarnya. Hingga lamunan Kaisar terpaksa terhenti setelah mendengar suara yang membuat Adelia juga Mutia terkejut.


"Adelia..." Panggil seseorang dengan ragu.


Adelia menegang kala melihat wanita yang tidak ingin di lihatnya, wanita yang menghancurkan rumah tangganya dulu bersama Anhar.


Mutia menarik lengan Adelia hingga berada di belakangnya, lalu Mutia menatap tajam pada Riska.


"Oma." Kini Kaisar juga pasang badan untuk melindungi Mutia dan juga Adelia.


Riska terkejut dengan apa yang di lihatnya, ia tak menyangka ternyata Kaisar dan Mutia telah menemukan Adelia. Ingatannya kembali pada foto foto yang ia terima dari nomer tak di kenal, apakah mungkin wanita yang bersama Anhar adalah Adelia, apakah Riska akan tersingkir oleh wanita yang dulu telah berhasil ia singkirkan, batinnya.


Riska menggeleng gelengkan kepalanya, ia tidak akan menerima jika ternyata kalah dari Adelia.


"Ternyata kamu." Kata Riska dengan menekan emosinya.


"Jangan ganggu Mama ku." Desis Kaisar.


Riska tersenyum sinis, "Jadi karena itu kalian pindah? Karena kamu telah menemukan Mamamu."


"Berani kau sentuh Mama dan Oma, aku akan membuatmu ke neraka." Desis Kaisar lagi lalu membawa Adelia dan Mutia untuk segera pulang.


Riska mengurungkan niatnya yang awalnya ingin menjual perhiasannya untuk menyewa detektif agar bisa memata matai Anhar. Ia menyimpulkan sendiri jika wanita yang selalu Anhar temui di cafe yang sama adalah Adelia.

__ADS_1


Riska kembali ke rumah dengan perasaan emosi, ia segera menerobos ke kamar yang Anhar tempati dan membuka pintunya secara kasar.


Brakkk


Anhar terkejut dan menjadi Emosi.


"Apa yang kau lakukan Riska?!" Sentaknya.


Mata Riska mengilatkan amarah, "Jadi selama ini kamu bertemu dengan Adelia, Mas? Wanita yang sering bertemu denganmu adalah Adelia?" Tanya Riska.


"Apa maksudmu?" Anhar tak mengerti apa yang di tuduhkan oleh Riska padanya.


Keiina memang begitu mirip dengan Adelia, tapi mereka tetaplah dua orang yang berbeda.


"Aku bertemu dengan Adelia yang sedang bersama ibu dan anakmu berbelanja di mall." Riska berkata dengan berteriak.


"Adelia?" Tanya Anhar tak percaya.


"Jangan pura pura tidak tau, Mas!! Pantas saja Ibu dan anakmu kompak keluar dari rumah ini, ternyata mereka telah menemukan Adelia dan diam diam juga kamu selalu menemuinya kan? Apa kamu ingin rujuk dengan Adelia dan mencampakkan aku Mas? Jawab, Mas!!" Riska semakin emosi.


Anhar menampar wajah Riska.


"DIAM RISKA." Sentaknya lagi.


Lalu Anhar menyeret Riska untuk keluar dari dalam kamarnya, menutupnya kembali dengan keras dan mengunci pintu dari dalam.


"Aku akan membunuh Adelia sebelum kamu mengajaknya rujuk, Mas. Lihat saja nanti." Raung Riska dari luar pintu.


Anhar menggusar rambutnya. "Benarkah Kaisar telah menemukan Adelia? Benarkah Kaisar dan Mama pindah karena Adelia telah bersamanya?" Gumam Anhar dengan frustasi.


Anhar meraih ponselnya lalu menelpon Anton detetekif kepercayaannya.


"Cari tau kemana putraku pindah dan selidiki siapa saja yang tinggal bersamanya, aku mendengar jika Adelia sudah bersama mereka, segera selidiki, aku mau dengan segera informasinya." Titahnya pada detektif itu.


Sementara di rumah yang Kaisar tempati, Kaisar pun bertindak dengan cepat.


"Pak Pur, tambah pengamanan di gerbang utama dan gerbang dalam, tidak boleh ada yang keluar masuk tanpa pengawasan." Kata Kaisar memberi perintah.

__ADS_1


Untuk sementara Kaisar tidak mengijinkan Adelia dan Mutia keluar dari rumah tanpa di dampingi body guard yang di siapkan oleh Kaisar dan menyembunyikan hal ini dari Keiina agar Keiina tetap bersikap biasanya. Kaisar takut jika Keiina mengetahui hal ini akan berdampak pada mentalnya yang semakin membentengi dirinya dengan lawan jenis.


"Sepertinya, Tuan besar Anhar akan mencari anda ke perusahaan." Kata Pak Pur.


Kaisar hanya mengangguk.


"Ada informasi apa di rumah itu?" Tanya Kaisar.


Pak Pur memang meninggalkan dua orang pelayan untuk memata matai segala yang terjadi di rumah yang Anhar tempati.


"Nyonya Riska sering mengamuk pada Tuan Besar Anhar, pemicunya adalah karena ada seseorang yang mengirimi Nyonya Riska foto foto keberadaan Tuan Anhar bersama wanita di sebuah cafe." Jawab Pak Pur.


Kaisar mengangguk mengerti, rupanya rumah tangga ayahnya tengah di landa badai.


"Apa lagi?" Tanya Kaisar.


"Tuan Anhar dan Nyonya Riska sudah tidak satu kamar lagi. Dan Reno anak dari Nyonya Riska sering kali berada di dalam kamar Nyonya Riska, entah apa yang mereka rencanakan." Jawab Pak Pur.


"Bukankah Reno itu bukan anak kandung wanita itu?" Tanya Kaisar yang mulai tertarik dengan kehidupan Riska dan Reno.


"Benar Tuan muda, Reno adalah anak dari suami pertama Nyonya Riska, dan Nyonya Riska sama sekali ridak pernah memiliki anak." Jawab Pak Pur, "Nyonya Riska membohongi Tuan Anhar dengan menyebut jika Reno adalah anak kandungnya."


Kaisar tersenyum smirk. "Perintahkan orang untuk pasang kamera tersembunyi di kamar wanita itu, aku yakin hubungan mereka bukan hanya sekedar ibu dan anak."


"Saya juga sudah menaruh curiga seperti itu, Tuan, hanya saja tidak pernah ada buktinya." Kata Pak Pur memberi tahu.


Kaisar mengangguk, "Terimakasih, Pak Pur." Jawab Kaisar pada kepala pelayan yang merupakan orang kepercayaannya. Pak Pur sendiri bukanlah sembarang orang. Pak Pur adalah mantan anggota genk mafia senjata ilegal, hidupnya terselamatkan saat Agam Wiguna menolongnya. Sejak saat itu Pak Pur mengabdikan dirinya pada keluarga Wiguna.


Audrey membuka ponselnya untuk melihat pesan masuk, namun tak ada satu pun Kaisar mengiriminya sebuah pesan. Audrey ingin sekali mengirimi Kaisar pesan, namun ia urungkan kembali niatnya.


"Apa kamu berubah pikiran?" Tanya Audrey seolah Kaisar dapat mendengarnya.


Audrey menghela nafas dan menaruh ponselnya di atas nakas. "Dia pria kaya dan berkuasa, bisa saja dia mempermainkan aku." Gumamnya. "Atau bisa saja dia dan Ryu bekerja sama untuk mengerjaiku." Imbuhnya lagi.


"Audrey, sadarlah. Kamu hanya anak pelakor yang tidak di inginkan keberadaannya. Semua orang pasti menatap tak suka padamu." Audrey memejamkan matanya lalu tertidur. Entahlah bagaimana esok ia akan bertemu dengan Kaisar di tempat bekerjanya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2