TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
Bonchap 4


__ADS_3

Empat tahun kemudian..


Suara pintu terbuka memecah ketegangan rapat akhir bulan di perusahaan WG Group pusat yang sedang di pimpin oleh Kaisar Wiguna.


"Key, Ril. Kalian kesini?" Tanya Kaisar yang melihat Keysha dan Raelyne berlari masuk menerobos penjagaan ketat security.


Tanpa rasa bersalah Key dan Ril mengedarkan pandangannya ke setiap anggota yang menghadiri rapat. "Opaaa" Pekik Key dan Ril bersamaan lalu berhambur mendekat pada Anhar.


Kevin dan Kenzo iku menyusul dan nafas mereka tidak beraturan. "Ken, kamu payah sekali, lihat Key dan Ril jadi mengganggu Papa rapat." Omel Kevin.


"I'm sorry Kev." Jawab Kenzo santai.


"Kev, Ken." Panggil Kaisar.


"Pa, kami mengejar Key dan Ril." Ucap Kevin tidak ingin di salahkan.


Anhar menuntun ke dua cucu perempuannya itu untuk mendekat ke arah Kaisar. "Kai, sepertinya Key dan Ril ingin menculik Papa dari sini." Ucapnya Tertawa.


Kaisar mengusap pelipisnya, ia tidak bisa marah jika Key dan Ril yang menculik Anhar dari rapat akhir bulan yang penting ini.


"Queen Keysha, Princess Raelyne." Panggil Kaisar


"Stop, Pa.. Key dan Ril hanya menculik Opa, bukan Papa." Jawab Keysha.


Realyne mengangguk, "Ya Papa Kai, kami hanya ingin membawa Opa untuk membelikan kami mainan yang balu lancing." Kata Ril dengan suara cadelnya.


"Launching, Ril." Sahut Keysha membenarkan.


"Ya Key, aku kan cadel." Jawab Ril tidak ingin disalahkan.


Tingkah Key dan Ril membuat Kaisar tertawa. "Papa akan ikut dengan kalian." Ucap Kaisar pada akhirnya.


"Rapatnya bagaimana, Kai?" Tanya Anhar.


Kaisar menatap anggota rapat yang hadir, "Rapat di tunda dua hari kedepan." Ucapnya membuat semua yang ada di sana bernafas lega.


"Horeee.."


"Holeeee..."


Ucap Key dan Ril bersamaan sambil melompat dan bertepuk tangan.


"Kita bisa beli mainan yang banyak Key." Ucap Ril.


Key terkikik, "Iya, Papa pasti beliin kita banyak mainan."


"Tapi nanti Mama Audley dan Mommy malah." Ucap Ril.


"Girl's kalian mau berbisik bisik terus atau mau jalan untuk membeli mainan?" Tanya Kaisar.


Key dan Ril pun sontak menutup mulutnya dan terkikik geli.


Sementara itu di rumah Adelia, Mutia merasa heran karena sudah mau sore tapi ke empat cucu nya itu tidak kunjung pulang.


"Adel, kenapa anak anak belum kembali?" Tanya Mutia khawatir.

__ADS_1


"Mungkin pulang ke rumah Keii, Ma." Jawab Adel.


"Tidak mungkin, Keii menitipkan Ril di sini karena sedang babymoon bersama Ryu." Balas Mutia.


Adelia melupakan hal itu, "Ah iya, aku malah lupa, Ma." Ucapnya.


Saat ini memang Keiina sedang hamil tujuh bulan, dan bayi yang di kandungnya berjenis kellammin laki laki.


"Sebentar Adel telpon supir mereka dulu, Ma." Ucap Adelia.


Namun belum sempat Adelia membuka ponselnya, suara ramai dari ke empat bocah memasuki area ruang televisi.


"Kalian dari mana saja?" Tanya Mutia.


"Mereka menculik kami ke perusahaan, Ma." Jawab Anhar yang kini mendekat pada Adelia dan mencium keningnya.


"Mereka pasti membuat kalian mengundur waktu rapat akhir bulan." Tebak Adelia.


Kaisar mengangguk, "Itu benar sekali, Ma."


"No, Papa bohong." Sahut Kevin.


Semua mata memandang Kevin. "Kami hanya ingin menculik Opa, tapi Papa sendiri yang ingin ikut." Kata Kenzo kemudian ber tos ria bersama Kevin.


Anhar tertawa, "Oh jagoan jagoan Opa, kalian sepertinya lebih sayang Opa dari pada Papa kalian." Anhar berlutut dengan satu kakinya dan merentangkan ke dua tangannya untuk menerima pelukan Kevin dan Kenzo. Namun Kevin dan Kenzo hanya diam saja dengan gaya sok coolnya, dan Key dan Ril lah yang berhambur memeluk Anhar.


Anhar tertawa, Adel dan Mutia pun ikut tertawa melihat tingkah lucu ke empat cucunya.


Kaisar segera ke kamarnya untuk mencari Audrey, "Queen..." Panggil Kaisar dan Audrey menoleh ke arah Kaisar.


"Aku mengantar Triplets dan Ril berbelanja." Jawabnya.


"Apa mereka datang ke kantor dan membuatmu memundurkan rapatnya lagi?" Tanya Audrey.


Kaisar mengangguk, "Mereka menculik Papa, dan aku cemburu pada Papa, karena itu aku juga ikut karena ingin merasakan di culik juga oleh mereka." Kaisar tertawa, dan Audrey pun ikut tertawa.


"Mereka menyayangi Papa." Kata Audrey.


Kaisar mengangguk setuju, "Papa benar benar menebus kesalahannya dengan mencurahkan seluruh kasih sayangnya yang ia punya untuk Kev, Ken, Key dan Ril."


Audrey memeluk Kaisar dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Kaisar. "Aku bahagia, sangat bahagia."


Kaisar mencium puncak kepala Audrey, "Kamu kebahagiaanku." Ucapnya lembut dan membalas pelukan Audrey.


"Mau mandi?" Tanya Audrey menggoda.


Kaisar paham akan hal itu, "Temani aku." Ucapnya sambil mengendurkan pelukannya.


Dengan segera Kaisar memggendong Audrey ala bridal, membawanya ke dalam kamar mandi dan bercinta di sana sebelum memulai ritual mandi nya.


Sementara itu, di sebuah villa yang menjadi tempat babymoon Keiina dan Ryu. Mereka juga tengah melakukan penyatuan dengan posisi Keiina berada di atas Ryu. Semenjak hamil, Keiina menjadi lebih agresif dan tentu saja Ryu sangat menyukai hal itu.


"Mommy, tahan Sayang, Dad sudah mau kalah lagi." Kata Ryu menahan pinggul Keiina.


"Akhh Dad, ini enak sekali." Racau Keiina.

__ADS_1


"Eummmmhhhh." Ryu tiba di pelepasannya dan bersamaan dengan Keiina yang mencapai puncaknya entah untuk ke berapa kali.


Ryu merapihkan anak rambut Keiina yang menutupi sebagian wajahnya, kemudian mengelus perut buncit Keiina. "Kamu semakin jago, Sayang." Bisik Ryu.


"Kan Daddy gurunya." Jawab Keiina genit.


Ryu tertawa, "Hidupku sempurna sekali, istri yang cantik, putri yang pintar, dan sebentar lagi aku memiliki putra yang pastinya tampan sepertiku."


Keiina tertawa, "Dad narsis sekali."


"Setelah ini, masih mau punya anak lagi?" Tanya Ryu.


"Dua saja, Dad. Bolehkah?" Tanya Keiina.


Ryu mengangguk, "Tentu saja, aku kira setelah Ril, kamu tidak ingin memiliki anak lagi."


"Terlalu sepi jika Ril hanya sendirian, Dad. Aku tidak ingin Ril tidak mempunyai saudara sekandung." Kata Keiina.


**


Anhar menemani Key dan Ril tidur dengan membacakannya sebuah buku cerita. Key sudah terlebih dulu tidur, sedangkan Ril masih belum terlihat mengantuk.


"Kenapa belum tidur?" Tanya Anhar sambil merapihkan anak rambut Ril.


"Opa, jika nanti adik Lil lahil, bolehkan Lil tinggal belsama Opa saja disini?" Tanya Ril dengan nada cadelnya.


"Lho memang Ril tidak mau tinggal dengan adik bayi?" Tanya Anhar.


Ril menggelengkan kepalanya. "Lil suka tinggal di sini belsama Opa." Kata Ril kemudian bermanja pada Anhar.


Anhar merasakan kebahagiaan, meski dirinya sempat melewatkan masa kecil Keiina, kini Anhar dapat menebusnya dengan menyalurkan kasih sayangnya pada Ril, dan Anhar juga dapat merasakan jika Ril begitu menyayanginya dan tidak ingin jauh darinya.


Anhar mengusap lembut kepala Ril, "Meski Opa tidak bisa menjadi cinta pertama Mommymu, Opa akan menjadi cinta pertamamu, Ril." Ucapnya lirih.


Anhar membenarkan posisi tidur Ril dan Keysha lalu menyelimuti mereka, tak lupa juga Anhar mencium kening Ril dan Keysha bergantian sebelum akhirnya meninggalkan kamar Keysha.


Anhar kembali ke dalam kemarnya bersama Adelia, "Mereka sudah tidur?" Tanya Adelia.


Anhar mengangguk, "Ril bilang ingin tinggal di sini." Ucap Anhar.


"Ryu dan Keii juga tidak pernah melarangnya, biarkan Ril di sini, sebagai penebus rasa bersalahmu. Aku tau kamu masih slalu saja merasa bersalah, kan?" Tebak Adelia.


Anhar mengangguk. "Aku akan mencurahkan kasih sayangku pada semua cucu cucu kita, Sayang."


Adelia memeluk Anhar, mereka berpelukan dengan hati yang bahagia, melewati masa tua bersama dengan damai.


...*******TAMAT*******...


Note:


Disini aku gak bikin adegan 51++ untuk Papa Anhar dan Mama Adelia ya..


Yg mau ada cerita 21++ dan 51++ bisa mampir ke novelku yg berjudul TAKDIR CINTA (Ghea&Tristan).


Di sana ada Ayah Erick dan Mama Diana yg masih hot di usianya. Baca dr awal dan jangan di skip setiap babnya, tinggalkan jejak like dan komentar juga ya disana.

__ADS_1



__ADS_2