TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 57


__ADS_3

Audrey sudah di pindahkan ke kamar perawatan Eksekutif, type kamar perawatan tertinggi di rumah sakit utama medika, bersebelahan dengan kamar perawatan Keiina. Tentu saja Regan yang menempatkannya karena baginya Audrey juga tanggung jawab Regan, terlebih saat mengetahui jika Audrey melindungi Ryu putra semata wayangnya dari tembakan yang di tujukan oleh Reno pada Ryu dan Keiina.


"Kai, istirahatlah. lingkar hitam di mata mu terlihat jelas. Kamu pasti kurang tidur." Kata Audrey sambil mengusap kantung mata Kaisar.


Kaisar meraih tangan Audrey dan meletakannya di pipinya. "Aku ingin istirahat di apartemenmu, sambil memelukmu seperti biasanya."


Audrey tersenyum, "Aku akan segera sembuh untukmu."


"Ya, kamu harus segera sembuh untukku, hanya untukku." Kata Kaisar dengan nada memaksa.


"Aku sedih saat Keiina bilang padaku, saat kamu bercerita pada Keii jika tidak akan ada yang bersedih jika kehilanganmu. Kamu tidak menganggapku, kamu tidak tau betapa takutnya aku kehilanganmu." Kata Kaisar dengan tatapan sendu.


Keiina memang telah menceritakan semuanya pada Kaisar soal penculikan itu, ia juga bercerita bagaimana bisa Audrey ikut di culik karena preman yang di sewa Reno tidak mengetahui wajah Keiina yang menyebabkan preman itu akhirnya juga membawa Audrey ikut serta.


Keiina juga menceritakan alasan Audrey yang rela di culik untuk menggantikan Keiina, dan setiap kalimat yang di ceritakan oleh Keiina membuat hati Kaisar begitu sakit, apa lagi saat Keiina bercerita jika Audrey mendapat dua tamparan dari Reno hingga sudut bibirnya terluka dan berdarah, membuat hati Kaisar mendidih dan akan memberikan hukuman yang lama untuk Reno mendekam di dalam sel.


Mata Audrey mengembun seketika, hatinya belum terbiasa mendengar ungkapan kata kata cinta yang sesungguhnya dari seorang pria. Kaisar terlalu banyak membuat hati Audrey terharu, kata katanya begitu menyentuh masuk ke dalam relung hati Audrey yang paling terdalam.


Suara pintu di ketuk, seorang wanita masuk dan membuat Audrey melihatnya, Audrey menyipitkan matanya mencoba mengingat ingat tentang wanita yang tersenyum hangat di hadapannya.


"Hai, kita bertemu lagi." Kata Adelia menyapa yang kini berdiri di sebelah brankar Audrey.


"Ibu..." Kata Audrey menggantung kalimatnya.


Adelia tersenyum dan menggenggam tangan Audrey. "Aku Ibu pemilik toko kue di daerah pesisir pantai. Kamu masih mengingatku?"


Audrey mengangguk.

__ADS_1


"Aku Mamanya Kaisar dan juga Keiina." Ucap Adelia.


"Akhh benarkah?" Tanya Audrey sedikit terkejut.


"Terimakasih sudah menyelamatkan putriku. Entah harus dengan apa aku mengucapkan rasa terimakasihku. Tapi Nak, aku mohon, jangan lagi berbuat seperti itu." Adelia kini di samping brankar Audrey. "Setiap yang bernyawa berhak untuk bahagia, kamu pun seperti itu." Katanya lagi.


"Kaisar putraku begitu mencintaimu, Kaisar juga menyayangi adiknya, kalian adalah dua orang yang berarti dalam hidup Kaisar, jangan pernah beranggapan tidak ada yang menyayangimu, tidak ada yang merasa kehilangan akan dirimu, karena semua itu tidak benar, kamu berharga untuk putraku, dan kamu harus bertahan untuk dirimu sendiri." Adelia berkata dengan sangat bijak, air matanya luruh begitu saja. Mendengar cerita dari Kaisar tentang kehidupan Audrey membuat hati Adelia tersentuh.


Audrey ikut menangis, ia tak menyangka jika Kaisar dan Mama nya begitu baik terhadapnya, Audrey merasa hidupnya menjadi lebih berharga setelah mendengar kata kata dari Adelia.


"Terimakasih, Bu.." Kata Audrey dengan penuh haru.


"Jangan panggil aku Ibu, mulai detik ini kamu adalah putriku juga, panggilah aku Mama, Nak." Ucap Adelia dengan lembut dan membuat Audrey tambah terharu.


Selama ini tidak ada wanita yang ia panggil Mama meski ia ingin sekali memiliki seorang Mama. Namun kini, seorang wanita cantik dan penuh keibuan memintanya untuk memanggilnya dengan sebutan Mama, membuat Audrey benar benar terharu dan menangis tergugu.


Adelia ingin sekali memeluk Audrey, namun karena kondisi Audrey yang belum boleh banyak bergerak membuat Adelia hanya bisa mengusap lengan Audrey saja.


Setelah acara penuh mengharukan itu, Adelia pamit untuk kembali ke kamar Keiina karena Keiina sudah di perbolehkan pulang. Kaisar pun akan mengantarkannya hingga loby rumah sakit karena selanjutnya Ryu yang akan mengantar Keiina dan juga Adelia.


Sebenarnya Keiina ingin sekali melihat kondisi Audrey, namun karena Audrey masih harus banyak istirahat dan masih dalam pengawasan dokter, membuat jam besuknya di batasi agar kondisi Audrey bisa segera pulih.


Mutia menyambut Keiina dengan tangisan, ia sangat mengkhawatirkan kondisi Keiina, bagaimanapun Keiina tetaplah cucu yang ia sayangi juga.


"Oma, maaf membuat Oma khawatir." Kata Keiina tak enak.


"Tidak Keii, Oma sekarang sudah lebih sehat, bahkan Oma ingin sekali bertemu dengan wanita yang menyelamatkanmu, yang ternyata dia adalah kekasih Kaisar." Kata Mutia lalu menghela nafas. "Anak itu, kenapa tidak segera mengenalkan Audrey pada Oma." Kesalnya pada Kaisar.

__ADS_1


"Mungkin nanti setelah Audrey sehat, Ma. Pasti Kaisar akan mengenalkannya pada kita." Sahut Adelia.


Mutia mengangguk, "Kaisar harus segera menikahi Audrey, Biar Audrey bisa di tinggal di sini dan rumah ini akan semakin ramai, apa lagi jika mereka memiliki seorang anak." Ucap Mutia yang membuat Adelia tersenyum.


"Apa Kak Kai akan tetap menyayangi kita setelah menikah nanti?" Tanya Keiina tiba tiba yang membuat Mutia, Adelia dan Ryu menatap ke arah Keiina.


"Keii.." Panggil Adelia dengan lembut. "Kamu harus percaya pada Kak Kai. Kak Kai mempunya cinta yang banyak untuk kita semua, membaginya dengan porsi yang tepat. Percayalah pada Kak Kai." Kata Adelia sebijak mungkin.


Keiina mengangguk dan tersenyum samar.


"Benar itu, Keii. Jangan khawatirkan kasih sayang yang Kaisar punya, Kai mempunyai kasih sayang yang melimpah untuk kalian semua." Sahut Ryu meyakinkan.


"Dan malah kamu akan mendapatkan tambahan kasih sayang dari istrinya Kak Kai nanti, Keii. Audrey akan menjadi Kakakmu juga. Lihat saja, belum menjadi Kakakmu saja Adurey sudah melindungimu, apa lagi jika nanti sudah menjadi Kakakmu." Kata Mutia ikut meyakinkan Keiina.


Keiina tersenyum bahagia, "Oma benar, Kak Audrey juga akan menjadi Kakakku, kasih sayang untukku jadi bertambah dari dua kakakku. Dulu aku ingin sekali punya Kakak perempuan, aku membayangkan bisa jalan bersama, ke salon bersama, saling tukar pinjam barang dan pakaian. Ah itu seru sekali." Kata Keiina dengan berbinar.


"Ya, itu benar sekali sayang. Kak Audrey akan menjadi Kakak sekaligus temanmu juga." Kata Adelia lagi.


"Aku juga mencintaimu, Keii, punya cinta yang banyak untukmu." Sahut Ryu dengan percaya dirinya.


Ungkapan Ryu di depan Mutia dan Adelia membuat wajah Keiina merah padam, "Mas Ryu apaan sih."


Ryu tersenyum lebar, "Anggap saja aku sedang meyakinkanmu di depan calon Mama mertua dan Nenek mertuaku." Kata Ryu sambil menaik turunkan halisnya.


Mutia dan Adelia hanya saling melihat kemudian tersenyum melihat Ryu yang begitu ekspresif dan Keiina yang malu malu.


"Semoga kalian berjodoh." Batin Adelia dan Mutia bersamaan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2