
Kaisar meggeliat di atas tempat tidurnya, sinar matahari sudah terlihat terik. Ia segera bangun dan duduk untuk sekedar mengumpulkan nyawanya.
"Queen Audrey.." Satu nama yang ia sebut dengan senyum.
Kaisar melihat ke arah jam dan waktu menunjukan pukul sebelas siang, ia segera membersihkan diri dan turun untuk mencari makanan karena sedari semalam ia menahan laparnya.
Terdengar suara tawa dari halaman belakang yang terhubung dengan ruang makan, Kaisar menghampirinya ternyata Ryu sahabatnya berada di rumahnya.
"Key.. Tumben kamu sudah bangun." Tanya Ryu yang melihat kedatangan Kaisar.
"Kamu bertanya atau menyindirku?" Balas Kaisar dan membuat Ryu tertawa.
"Kak Kai tumben sekali bangun siang, Aku kira Kakak tidak pulang semalam." Ucap Keiina.
"Memang kamu dari mana, Key?" Tanya Ryu menyelidik.
"Banyak pekerjaan." Jawab Kaisar santai menyembunyikan kegugupannya.
"Sekarang Kakak mau kemana?" Tanya Keiina karena Kaisar terlihat sudah rapih.
"Mau cek kerjaan bersama Aldo." Jawabnya lagi dan tentu saja Kaisar berbohong.
Keiina mempercayainya tapi tidak dengan Ryu, Ryu sangat tau jika di hari libur Kaisar tidak suka di bebani oleh pekerjaan, selesai tidak selesainya sebuah pekerjaan jika waktunya libur maka harus di tunda, begitulah Kaisar yang Ryu tau.
"Di mana Mama dan Oma?" Tanya Kaisar.
"Oma mengajak Mama perawatan di salon." Jawab Keiina. "Di temani Mbak Nina juga." Imbuhnya lagi.
"Terus kenapa kamu tidak ikut?" Tanya Kaisar pada Keiina.
"Aku malas, ingin di rumah saja." Jawabnya. Keiina sebenarnya merasakan lelah karena harus bekerja di hari senin hingga jumat, dan memilih beristirahat di hari sabtu dan minggu.
"Kakak akan pergi sebentar, kamu tidak apa apa bersama Ryu?" Tanya Kaisar lagi.
"Tidak apa Kak, dari tadi aku sama Mas Ryu juga ngobrol, paling nanti makan siang keluar." Jawab Keiina dan membuat Ryu tersenyum.
Kaisar mengangguk, ia begitu percaya pada Ryu karena Ryu bukan seorang pemain.
Kaisar berbincang sebentar dengan Ryu, lalu makan dan bergegas pergi. Tujuannya adalah super market. Kaisar membelikan bahan makanan dan buah buahan untuk Audrey, juga biskuit dan susu kemasan untuk mengisi lemari pendingin di apartemen Audrey.
Selesai berbelanja, Kaisar segera menuju apartemen Audrey, dengan dua tentengan belanjaan, Kaisar menuju unit apartemen Audrey.
__ADS_1
Setelah memasukan passcode, pintu apartemen terbuka, Audrey menoleh karena terkejut melihat Kaisar datang dan masuk dengan leluasa, ia lupa mengganti passcode apartemennya setelah sebelumnya memberitahukan passcodenya pada Kaisar. Kaisar juga terkejut melihat Audrey yang sedang menyetrika pakaian dan tidak beristirahat, padahal Kaisar sangat mengkhawatirkannya.
"Tuan Kai."
Kaisar segera masuk dan menutup pintu dengan satu kakinya, lalu menyimpan belanjaan yang ia bawa di mini kitchen set, setelah itu, Kaisar mendekati Audrey.
"Kenapa tidak beristirahat, Hem?" Tanya Kaisar lembut.
"Saya sudah lebih baik, Tuan." Jawab Audrey dengan ragu.
Kaisar mencabut kabel listrik setrikaan dan membawa Audrey untuk duduk di tempat tidur. Setrikaan mu taruh di laundry saja, agar kamu bisa beristirahat." Kata Kaisar.
Audrey menggelengkan kepalanya, "Maaf, Tuan. Tapi saya lebih suka mengerjakan semuanya sendiri."
"Apa jika hari libur, kamu tidak pernah pergi keluar?" Tanya Kaisar, "Misal untuk bermain atau berbelanja?" Tanya nya lagi.
"Tidak." Jawab Audrey dengan datar.
"Kenapa?"
"Saya tidak memiliki teman." Jawab Audrey.
Hati Kaisar terasa ikut sakit mendengar hal itu, Audrey benar benar hanya hidup seorang diri.
Audrey terdiam, Ayla memang sangat baik padanya, namun Regan suaminya dan Ryu anak semata wayangnya slalu saja bersikap acuh padanya meski terkadang Regan dan Ryu juga memperlihatkan sifat perdulinya pada Audrey. Seperti memilihkan asrama yang baik dan mahal juga ikut membiayai segala kebutuhan Audrey.
"Aku tidak ingin mengganggu mereka." Kata Audrey pada akhirnya.
"Di mana Papamu?" Mengapa tidak tinggal bersamanya saja?" Tanya Kaisar karena semalam saat Adurey mengigau, Audrey terus saja menyebut sang Papa.
"Papa ku tinggal di pulau sebrang, aku tidak suka tinggal di pulau yang belum berkembang." Jawab Audrey lagi.
"Apa kamu pernah mencoba mencari Mamamu?" Tanya Kaisar ingin tau.
Audrey menggelengkan kepalanya. "Tidak, untuk apa aku mencarinya. Dia yang meninggalkanku."
Kaisar melihat begitu banyak rasa kecewa pada diri Audrey, namun Audrey menutupinya dengan bersikap datar dan menarik diri dari semua orang.
"Tuan, aku mohon jangan datang lagi kesini." Kata Audrey pada akhirnya.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Aku tidak ingin orang terlalu ikut campur dengan kehidupanku." Jawab Audrey.
"Aku perduli padamu." Kata Kaisar masih dengan lembut.
"Jangan memperdulikan aku. Aku sudah terbiasa hidup sendiri." Jawab Audrey lagi.
Kaisar menghela nafas, "Setidaknya kita bisa berteman."
"Tidak, aku tidak bisa berteman dengan siapapun."
Kaisar menatap wajah Audrey yang tak mempercayai siapapun, ia merasakan jika Audrey membatasi dirinya sendiri.
"Aku akan tetap menjadi temanmu meski kamu tidak menganggapku seorang teman." Kata Kaisar.
Kaisar berdiri dari duduknya, ia menuju barang belanjaan yang tadi sempat ia beli lalu mengeluarkannya dan merapihkannya ke dalam lemari pendingin. Audrey hanya memperhatikannya saja meski ia merasa tak enak.
"Kamu sudah makan?" Tanya Kaisar dan Audrey hanya diam saja.
"Pasti belum. Biar aku masakan kamu sesuatu." Kata Kaisar sendiri karena Audrey tak kunjung menjawabnya.
"Jangan terlalu sering memakan mie instan, Audrey. Itu tidak sehat untuk tubuhmu. Jika kamu tidak bisa bersahabat dengan orang lain, setidaknya belajarlah bersahabat dengan dirimu sendiri. Jika kamu merasa tidak ada yang menyayangimu, maka kamu harus belajar juga untuk menyayangi dirimu sendiri." Kata Kaisar panjang lebar, ia tak perduli apa Audrey akan mendengarkannya atau tidak, Kaisar hanya ingin menjadi pria berisik untuk memberikan warna di hidup Audrey yang abu abu.
Kaisar mulai mentakar beras dan mencoba memasaknya. Tentu saja Audrey terus memperhatikannya.
"Bukan begitu caranya." Sahut Audrey lalu dengan terpaksa menghampiri Kaisar.
"Ini harus di cuci dulu." Kata Audrey lalu mencuci berasnya dan menakar air di dalam beras lalu memasukannya ke dalam rice cooker dan menekan tombolnya.
Kaisar tersenyum melihat semua pergerakan Audrey.
"Aku tidak pernah memasak." Kata Kaisar tanpa di tanya.
"Aku tau, Tuan pasti anak yang manja yang bisa mendapatkan semuanya dengan mudah tanpa harus bersusah payah." Kata Audrey. Ini adalah kalimat terpanjang yang Kaisar dengar dari Audrey.
"Aku manja pada siapa? Bahkan sewaktu kecil aku berpisah dari Mamaku karena ulah Papaku." Jawab Kaisar mencoba memberi tahu pada Audrey jika mereka memiliki kemiripan dalam menjalani kehidupan. Yakni di besarkan tanpa seorang Ibu.
Audrey seketika menoleh pada Kaisar, ia tidak tau jika Kaisar juga mengalami hal yang sama dengan dirinya.
"Mau tau ceritaku?" Tanya Kaisar.
Audrey kembali pada kesadarannya. "Tidak, terimakasih. Aku tidak berminat." Jawabnya.
__ADS_1
"Tapi aku ingin menceritakannya padamu." Kata Kaisar dengan santai.
...****************...