TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 48


__ADS_3

Keiina merasa ada yang aneh, karena hingga siang ini, Anhar belum menghubunginya, bahkan pesan yang di kirim Keiina tidak kunjung di baca oleh Anhar.


"Apa sesuatu terjadi pada pria berengsek itu?" Gumam Keiina dalam hatinya.


Sementara itu, Anhar tengah bertemu dengan seorang detektif yang ia sewa untuk menyelidiki tentang Kaisar.


"Apa yang kau dapat?" Tanya Anhar.


"Rumah putra anda begitu besar dengan dua gerbang yang di jaga ketat." Kata Anton.


Anhar hanya diam mendengarkan.


"Nyonya Adelia sudah di temukan, selama ini Nyonya Adelia tinggal di daerah pesisir pantai dan setelah Tuan Kaisar menemukannya, Nyonya Adelia tinggal bersamanya."


"Siapa saja yang tinggal bersamanya?" Tanya Anhar.


"Nyonya Mutia, Nyonya Adelia, Tuan Kaisar dan ada satu orang wanita yang datanya sulit kami lacak." Jawab Anton.


Anhar mengernyitkan dahinya, "Apa itu Nina? Pengasuh putraku yang kini menjadi pelayan pribadi ibuku?" Tanya Anhar, karena Anhar sangat tau jika Kaisar sudah sangat menganggap Nina sebagai keluarganya sendiri.


"Bukan Tuan, menurut laporan yang saya terima, wanita bernama Nina masih masuk di data pelayan di rumah itu. Sedangkan wanita yang masih saya selidiki ini termasuk anggota keluarga, hanya saja datanya sulit kami bobol." Kata Anton.


"Dia berasal dari daerah yang sama dengan tempat tinggal Nyonya Adelia saat pindah kembali ke Kota, hanya saja mereka tidak datang bersama." Kata Anton lagi.


"Berapa usianya?" Tanya Anhar lagi.


"Masih kami selidiki, Tuan. Sepertinya datanya sengaja di lindungi oleh IT profesional hingga sulit kami bobol." Jawab Anton.


"Sewa hacker untuk membobolnya, aku ingin dengan segera data itu secepatnya."


Anhar mengusap dagunya, mengapa Kaisar sampai menyembunyikan identitas seseorang.


Setelah Anton pergi, Anhar meraih ponselnya, di lihatnya Keiina mengiriminya sebuah pesan dan seketika membuat mood Anhar membaik.


"Aku akan menjemputmu pulang kerja nanti." Balas Anhar dalam pesannya.


Benar saja, sore hari Anhar menjemput Keiina di showroom mobil milik temannya, Keiina yang sudah mengetahui mobil Anhar segera masuk ke dalam mobil milik Anhar.


Keiina merasa ada sesuatu yang berbeda pada Anhar.


"Apa Tuan sakit?" Tanya Keiina pada Anhar.


Anhar menggelengkan kepalanya, "Tidak." Jawabnya singkat namun tetap lembut.


"Apa ada sesuatu yang terjadi." Tanya Keiina penasaran.


Anhar menghela nafas, "Istriku mencurigaiku selingkuh."

__ADS_1


Keiina hanya diam mendengarkan.


"Selingkuh? Selingkuh dengan siapa?" Tanya Keiina berlagak sok polos.


"Ternyata selama ini dia menyewa orang untuk memata-mataiku." Ucapnya lagi. "Istriku menerima foto foto kita tanpa melihat wajahmu, tetapi istriku malah mengira jika aku berselingkuh dengan mantan istriku." Kata Anhar sambil mengusap kasar wajahnya.


"Baguslah, jadi dia mengira istrinya yang menyewa mata mata." Batin Keiina.


"Mantan iatri anda?" Tanya Keiina yang merasa heran, karena hal ini adalah di luar prediksinya.


"Putraku sudah menemukan mantan istriku, dan istriku bertemu dengannya di Mall, istriku menyangka jika aku akan rujuk dengan mantan istriku kembali dan dia mengamuk histeris."


Deggg...


"Jadi dia sudah tau jika Mama ada bersama dengan Kak Kai? Lalu apa dia tau soal aku yang juga anaknya?" Batin Keiina.


"Aku menemui putraku untuk bertemu dengan mantan istriku, namun putraku tidak mengijinkannya" Lirih Anhar.


"Untuk apa Tuan ingin bertemu dengan mantan istri Tuan? Apa ada yang belum selesai di antara Tuan dan mantan istri Tuan?" Tanya Keiina ingin tau.


"Entahlah, aku hanya ingin bertemu dan meminta maaf padanya." Kata Anhar menunduk. "Aku memberikan luka yang begitu dalam, dan apa yang sekarang terjadi padaku adalah karmaku. Aku menyesalinya."


Keiina terdiam mendengar penjelasan Anhar. "Apa Tuan masih mencintai mantan istri Tuan?" Tanya Keiina.


Anhar menghela nafas dan melihat ke arah luar dari jendela di mejanya, "Dulu, aku begitu di butakan oleh cinta pertamaku. Aku kira aku akan bahagia mendapatkan cinta pertamaku, ternyata semua itu hanya ambisi ku saja. Setelah aku menceraikan mantan istriku dan membuatnya pergi dari rumah, lalu aku menikahi istriku yang sekarang, aku kira aku akan bahagia, ternyata aku salah, aku merasa seperti ada yang hilang dalam hidupku, dan ternyata itu adalah cintaku yang ikut pergi bersama Adelia."


Keiina meredam amarahnya meski ia ingin sekali berteriak di depan wajah Anhar.


Riska kembali mengamuk di dalam kamar, ia tetap meyakini jika wanita yang bersama Anhar adalah Adelia.


"Akan ku bunuh kau, Adelia!!" Teriak Riska dalam amukannya, lalu ia mengambil minuman beralkohol dan meminumnya hingga mabuk.


**


Audrey terkejut mendengar cerita Kaisar tentang masalah yang tengah menimpanya. Ia merasakan kepedihan Kaisar yang menanggung segala kesedihannya, Audrey juga terharu melihat Kaisar yang begitu gigih melindungi keluarganya.


Bukan salah Kaisar jika akhirnya Kaisar berbuat tegas pada Anhar. Bagi Audrey, Kaisar hanya ingin mengekspresikan kemarahannya yang di pendamnya selama ini.


Audrey melihat kerapuhan di diri Kaisar yang ia tutupi dengan ketegasannya, hanya bersama Audrey, Kaisar bisa mencurahkan isi hatinya, mengadukan keluh kesahnya, dan bagi Kaisar, Audrey adalah seorang pendengar yang baik.


Bagaimana tidak? Selama di kantor Audrey melihat Kaisar yang tegas dalam memimpin perusahaan, Kaisar juga tidak segan segan untuk melakukan tindakan tegas pada pengkhianat dalam bentuk apapun. Namun saat bersama Audrey, Kaisar begitu lembut, begitu terlihat ingin di manja, dan Kaisar menemukan kenyamanan dalam pelukan Audrey.


"Kai.. Aku ingin berkencan di taman bermain akhir pekan ini." Kata Audrey yang kini duduk dengan posisi di peluk dari belakang oleh Kaisar.


"Taman bermain?" Tanya Kaisar.


Audrey mengangguk.

__ADS_1


"Jika ke tempat lain saja, bagaimana?" Tanya Kaisar sambil memainkan ujung rambut Audrey.


Audrey hanya diam, ia berpikir jika orang sekaya Kaisar mana mau di ajaknya ke tempat umum dan ramai oleh banyak orang.


"Aku trauma." Kata Kaisar lirih.


Audrey mendengarkan apa yang ingin Kaisar jelaskan.


"Dulu, aku begitu suka ke taman bermain. Sampai waktu itu, Mama mengajakku ke sana, dan ternyata itu adalah kali terakhir aku pergi bersama Mama, ternyata saat itu Mama sedang menyatakan salam perpisahannya denganku." Kata Kaisar dengan sendu.


Audrey mengusap lengan Kaisar yang melingkar di perutnya.


"Aku takut, kamu juga seperti itu, mengajakku kencan di taman bermain sebagai salam perpisahan denganku." Ucap Kaisar lagi.


Audrey membalikan tubuhnya dan duduk menghadap Kaisar, tangannya menangkup wajah Kaisar, "Tidak ada alasan untuk meninggalkanmu." Ucapnya setengah berbisik lalu mengecup singkat bibir Kaisar.


Kaisar menahan tengkuk Audrey dan menciumnya lebih dalam lagi, ini adalah ciuman pertama bagi Kaisar maupun Audrey, dua orang yang pernah terluka oleh keadaan orang tuanya sendiri dan kini mereka berkomitmen untuk saling menyembuhkan luka itu dan hidup bahagia bersama.


"Aku mencintaimu, Kai. Tidak ada alasan bagiku untuk meninggalkanmu." Ucap Audrey yang membuat hati Kaisar bahagia.


"Setelah masalahku selesai, kamu mau menikah denganku?" Tanya Kaisar sambil menempelkan keningnya di kening Audrey.


"Kamu sedang melamarku?" Tanya Audrey balik.


"Tidak, mana mungkin aku melamarmu tanpa sebuah cincin." Jawab Kaisar.


Audrey tersenyum.


"Bagaimana?" Tanya Kaisar tak sabar.


"Apa nya?" Tanya Audrey kembali.


"Setelah masalahku selesai, kamu mau menikah denganku, Queen Audrey?"


Audrey mengangguk, "Iya, tapi dengan satu syarat."


"Apa?"


"Aku ingin kencan akhir pekan ini di taman bermain."


"Oke."


...**********...


Spoiler:


Mulai deket konflik, siapin dulu Like, komentar dan Vote juga hadiah untukku 🥰

__ADS_1


.......


...Please jangan jadi silence readers....


__ADS_2