TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 61


__ADS_3

Sudah satu minggu Audrey menjalani perawatan terbaik di rumah sakit medika utama. Dan semakin hari, kondisi Audrey semakin membaik. Kaisar tidak sedetik pun meninggalkan Audrey. Kaisar sudah menjadi suami siaga untuk Audrey, menjaga dan slalu bersikap lembut pada Audrey. Adelia juga Ayla terlihat sering mengunjungi Audrey.


"Sudah nyaman?" Tanya Kaisar dan Audrey mengangguk.


Pintu terbuka, dokter dengan suster datang untuk memeriksa kondisi Audrey. Kaisar mengernyitkan dahinya saat melihat Ryu juga ada di antara mereka.


"Jangan lihat aku seperti itu, Key. Aku juga dokter di sini, aku mendampingi dokter Hilda untuk memeriksa Audrey." Kata Ryu yang mengerti arti tatapan Kaisar.


"Cukup dokter Hilda dan suster saja yang memeriksa istriku. Kamu di sini saja denganku." Balas Kaisar.


"Lho memang kenapa?" Tanya Ryu heran.


"Dokter Hilda akan memeriksa luka di bahu istriku, kamu tidak boleh melihatnya." Kata Kaisar dengan posesif.


Ryu tertawa dan mentoyor kepala Kaisar, "Audrey itu sepupuku, bucinlah pada tempatnya, Key."


Dokter Hilda dan dua orang suster pun ikut tertawa melihat perdebatan dua sahabat itu. Dokter Ryu cucu dari pemilik rumah sakit Utama Medika berani mentoyor kepala seorang Presdir WG Group.


Alhasil dokter Hilda memeriksa Audrey tanpa Ryu, Kaisar bersikap datar seolah tanpa salah.


"Hasilnya semua bagus. Nona Audrey bisa pulang hari ini juga." Kata dokter Hilda.


Kaisar menghembuskan nafas leganya, ia bersyukur karena akhirnya bisa membawa Audrey pulang ke rumahnya dengan status sebagai istrinya.


Setelah dokter Hilda dan dua suster keluar dari kamar perawatan Audrey, Kaisar mengobrol sebentar dengan Ryu di depan kamar perawatan Audrey.


"Aku akan ke bagian administrasi dulu. Tolong jaga Audrey sebentar." Kata Kaisar.


"Biaya rumah sakit Audrey sudah di bebaskan oleh Papaku, Key." Balas Ryu.


"Sekarang Audrey adalah istriku, Ry. Aku bisa membayar bahkan membeli rumah sakit milik keluargamu." Ucap Kaisar.


"Ck, kamu ini, Key. Saat masuk ke rumah sakit ini, Audrey masih tanggung jawab keluargaku." Kata Ryu mengingatkan.


Kaisar mengangguk, ia melupakan hal itu, ia hanya berpikir jika Audrey hanya hidup seorang diri.

__ADS_1


Sesudah makan siang, Kaisar membawa Audrey untuk pulang ke rumahnya. Adelia ingin menyambut kedatangan putra dan menantunya itu. Bahkan Adelia turun langsung untuk memasak makanan spesial untuk seluruh keluarganya meski ada chef unggulan di rumahnya itu.


Mutia dan Keiina juga sibuk mengatur ulang isi kamar Kaisar agar tidak terlalu terlihat maskulin, Para pelayan menata pakaian Audrey yang telah Mutia siapkan, berbagai make up dengan keluaran brand ternama juga telah Mutia siapkan.


"Kak Audrey pasti menyukai ini, Oma." Kata Keiina sambil memperhatikan ruangan khusus ganti pakaian di kamar Kaisar itu.


"Ya, tapi Oma merasa seperti ada yang kurang." Kata Mutia.


"Tidak apa apa, Oma. Kekurangannya nanti kan bisa beli lagi, aku ingin belanja dengan Kak Audrey, itu salah satu impianku selama ini." Kata Keiina dengan mata berbinar.


Mutia tersenyum melihat tingkah Keiina, ia bersyukur bisa menemukan kembali Adelia dan Keiina juga hidup bersamanya. Mutia juga bersyukur karena Kaisar telah menikah dengan wanita pilihannya sendiri. Mutia berharap kedua cucu nya akan hidup rukun dan bahagia selamanya, hanya memiliki satu pendamping di hidupnya hingga tua bersama.


Tidak seperti Mutia yang sempat di madu oleh Agam Wiguna karena tidak kunjung memiliki anak. Kesedihan Mutia berakhir saat sang madu telah meninggal karena melahirkan Anhar, membuat Mutia dengan Rela mengurus Anhar dengan penuh kasih sayang dan menganggapnya sebagai putranya sendiri. Mutia berharap kejadian terhadap dirinya dan juga Adelia tidak terjadi pada ke dua cucunya di masa depan.


Mutia dan Keiina segera menyusul Adelia saat Pak Pur memberi tahu jika Kaisar telah tiba di rumah megahnya.


Adelia memeluk Audrey dengan penuh kehangatan, hal yang sama pun di lakukan oleh Mutia, selanjutnya Keiina lah yang memeluk Audrey.


"Selamat datang Kak Audrey. Maaf aku tidak bisa menjenguk ke rumah sakit, Kak Kai menahanku di rumah dan tidak mengijinkanku keluar rumah." Adunya Keiina.


"Keii.." Tegur Kaisar.


Kaisar juga tersenyum melihat penyambutan keluarganya untuk Audrey, rasanya hidupnya semakin bahagia dan sempurna setelah membawa Audrey masuk ke dalam rumah nya.


"Kai, ajak Audrey untuk istirahat dulu." Kata Mutia yang melihat Audrey sesekali meringis saat merasakan sakit di bahunya.


"Iya Kak, pasti Kak Audrey masih belum terbiasa banyak bergerak." Kata Keiina. "Ayo Kak Audrey, aku antar ke kamar Kak Kai." Ucapnya dan Audrey berpamitan pada Mutia dan juga Adelia.


Kaisar mengekori Audrey yang tengah jalan bersama Keiina.


"Kak Audrey harus cepat sembuh, aku ingin pergi bersama Kak Audrey." Kata Keiina dengan antusias.


"Dari kemarin, aku sama Oma menata ulang kamar Kak Kai, agar Kak Audrey nyaman, tapi Kalau nanti Kakak tidak merasa nyaman, Kak Audrey bisa pindah ke kamarku saja, tidur denganku." Ucap Keiina lagi.


"Keii.. Jangan memprovokasi istriku." Kata Kaisar.

__ADS_1


Keiina tertawa, "Mulai detik ini, Kak Audrey lah Kakakku."


Audrey merasakan hatinya menghangat, bukan hanya Kaisar yang memperlakukannya dengan lembut. Bahkan Oma, Mama dan Adiknya pun bersikap lembut pada Audrey.


Keiina mengantar Audrey hingga duduk di sisi tempat tidur. "Kak Audrey istirahat ya, aku tinggal dulu." Kata Keiina lalu mengecup pipi Audrey.


"Terimakasih, Keii." Ucap Audrey.


"Keii, kamu belum mencium pipi Kakak." Kata Kaisar mengingatkan.


"Kak Kai sudah ada Kak Audrey yang bisa kapan saja mencium Kakak." Ledek Keiina lalu segera keluar dari kamar Kaisar sambil tertawa.


Kaisar menggelang gelengkan kepalanya sambil tersenyum kemudian duduk menghadap Audrey yang kini duduk bersandar.


Rumahmu besar sekali." Kata Audrey.


"Ini rumah Mamaku, aku memberikannya rumah ini karena dulu Papa pernah menyuruh Mama untuk meninggalkan rumah dan membawa wanita lain menggantikan posisi Mama. Karena itu aku memberikan Mama sebua rumah, menjadikan Mama sebagi ratu di rumah ini." Kata Kaisar bercerita.


"Kamu anak yang baik sekali." Puji Audrey.


"Dan aku juga akan menjadi suami yang baik untukmu, manjadikan kamu ratu satu satunya di hatiku." Ucap Kaisar dengan tatapan lembut. "Aku juga akan memberikanmu sebuah rumah untuk kita tempati bersama anak anak kita nanti." Imbuhnya lagi.


"Berarti kita akan pindah dari sini?" Tanya Audrey.


Kaisar mengangguk.


"Jangan, Kai." Kata Audrey sambil menggelengkan kepalanya. "Kamu baru saja berkumpul kembali dengan Mama dan adikmu. Bagaimana bisa kita malah pindah."


Kaisar melihat ketulusan di mata Audrey.


"Aku juga ingin merasakan sebuah keluarga yang hangat seperti bersama keluargamu." Lirih Audrey. "Tidak bisakah kita tinggal di sini saja?" Pinta Audrey.


Kaisar menangkup kedua pipi Audrey. "Di dalam sebuah rumah, tidak mungkin ada dua ratu."


Audrey mengecup sekilas bibir Kaisar. "Mama tetap ratu di rumah ini, dan aku adalah ratu di hatimu."

__ADS_1


Kaisar terharu mendengarnya, "Audrey, aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Terimakasih karena telah mengerti aku."


...****************...


__ADS_2