TERLUKA KARENA PERPISAHAN

TERLUKA KARENA PERPISAHAN
BAB 50


__ADS_3

Keesokan harinya, Adelia melihat heran karena Keiina tidak berangkat kerja di tempat pilihannya sendiri. Adelia menghampiri Keiina yang masih memakai piyama tidurnya dengan rambut yang di kuncir asal.


"Keii.. Tidak bekerja?" Tanya Adelia.


Keiina tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Keii resign, Ma." Jawabnya tanpa beban.


"Kenapa?" Sungguh Adelia ingin tau alasannya.


"Keii gak mau kecewain Kak Kai, Keii takut Kak Kai sedih kalau tau Keii bekerja. Keii mau fokus kuliah aja, ini Keii lagi cari cari universitas." Jawab Keiina sambil memperlihatkan ponselnya yang menunjukan beberapa rekomendasi universitas untuk melanjutkan kuliah Keiina.


Keiina memang masih labil, tapi kini Adelia dapat bernafas lega, karena Keiina kembali menjadi gadis yang penurut.


"Siang ini Keii mau ketemu teman ya, Ma. Sekalian mau lihat universitas yang Keii mau." Kata Keiina meminta ijin.


Adelia mengangguk, "Tapi kali ini tolong di antar supir ya. Selama ini kan kamu slalu gak mau naik mobilmu dengan supirmu."


Keiina mengangguk patuh, kali ini tidak akan ada yang akan ia sembunyikan lagi dari sang Ibu, Keiina akan mengakhiri semuanya, melepas dendamnya dan kembali hidup menjadi Keiina yang Adelia kenal. Keiina berharap semoga dirinya tidak terlambat, ia hanya tidak ingin jika Riska salah sasaran dan membahayakan sang Ibu.


Di perusahaan WG Group, Kaisar tengah di sibukan dengan pekerjaan dan beberap rapat yang kemarin ia lewatkan. Baik Aldo dan Audrey membantu pekerjaan Kaisar. Kaisar dan Audrey benar benar profesional saat bekerja dengan tidak mencampurinya dengan hubungan pribadinya.


"Tuan Kai, Tuan Ryu dari Medika grup datang mencari anda." Ucap Marry.


"Suruh masuk saja." Ucap Kaisar.


Audrey mendekat pada Kaisar, "Aku ke ruanganku saja ya, ada Ryu." Ucapnya pelan.


"Tetap di sini." Kata Kaisar tidak ingin di bantah namun tetap lembut.


Audrey hanya mendessahh pelan memudian kembali ke posisinya untuk mengerjakan pekerjaannya.


Ryu masuk tanpa di antar oleh Marry.


"Bukannya kamu kembali ke daerah?" Tanya Kaisar sambil berdiri dan tos ala sahabat dengan Ryu.


"Tiba tiba saja Mamaku sakit dan aku membatalkan perjalananku untuk kembali ke daerah." Jawab Ryu sambil melirik ke arah Audrey.


Audrey pun melirik sekilas pada Ryu, dirinya juga mengkhawatirkan keadaan Ayla karena hanya Ayla yang slalu baik terhadapnya.


Kaisar memperhatikan sikap Audrey yang terlihat mengerjakan pekerjaannya tetapi menajamkan telinganya untuk mendengarkan pembicaraan Ryu dengan Kaisar.


"Sekarang bagaimana kondisi Aunty Ayla?" Tanya Kaisar yang cukup mewakili rasa keingin tahuan Audrey.


"Mama hanya kelelahan, harus istirahat." Jawabnya dan membuat Audrey sedikit lebih tenang.


Aldo masuk ke ruangan Kaisar, "Tuan Kai, detektif Harun datang mencari anda."

__ADS_1


"Bukankah dia ke luar negri?" Tanya Kaisar.


"Detektif harun bilang ini urgent." Jawabnya tak enak.


Hati Kaisar semakin tak enak, ia segera menyuruh Aldo untuk membawa Harun masuk.


"Detektif Harun menyelidiki siapa?" Tanya Ryu penasaran.


"Keiina, Mama merasa khawatir dengan aktifitas Keiina, jadi aku menyelidikinya." Jawab Kaisar.


Harun masuk dengan membawa laporannya.


"Tuan Kai, maafkan saya. Kemarin saya panik karena anak saya mengalami kecelakaan di luar negri." Kata Harun membuka percakapan.


"Tidak apa, sekarang apa yang kau dapat?" Tanya Kaisar.


"Nona Keiina bekerja di sebuah showroom mobil sebagai adminitrasi." Kata Harun menjawab.


"Apa??" Kaisar dan Ryu sama sama terkejut.


Perhatian Audrey pun kini tertuju pada Kaisar.


Ryu menatap tajam Kaisar "Bagaimana bisa kamu tidak tau, Key?"


"Aku tidak tau, Ry. Selama ini Keiina slalu bilang jika pergi bersama temannya dan aku mempercayainya." Jawab Kaisar.


"Maaf Tuan Kai, maaf dokter Ryu." Harun menyelak pembicaraan mereka.


Kaisar dan Ryu menatap wajah Harun yang terlihat ragu.


"Ada apa?" Tanya Kaisar dengan tatapan tajam.


"Nona Keiina selama ini berhubungan dengan Tuan Anhar." Kata Harun dengan ragu sambil memperlihatkan beberapa foto Keiina bersama Anhar.


Kaisar berdiri dari duduknya. "Apa kau bilang?" Tanya Kaisar mulai tak tenang.


"Setelah saya selidiki cctv cafe, Nona Keiina bertemu dengan Tuan Anhar secara tidak sengaja di cafe tempat mereka biasa bertemu, saat itu Tuan Anhar tidak sengaja menabrak Nona Keiina yang sedang membawa minuman dan akhirnya minuman itu mengenai jas Tuan Anhar, sejak saat itu Nona Keiina intens berhubungan dengan Tuan Anhar dan Tuan Anhar yang memasukan Nona Keiina untuk bekerja di showroom mobil tuan Fajar karena tuan Anhar mempunya saham 25% di sana." Kata Harun menjelaskan.


Kaisar mengusap wajahnya kasar, "Bagaimana ini Ry?" Katanya dengan frustasi.


"Saya sudah menganalisa cctv cafe itu, Tuan Kai. Sepertinya Nona Keiina dengan sengaja menabrakan diri pada Tuan Anhar." Ucap Harun hati hati.


Kaisar semakin tak karuan.


"Key, tenanglah." Ucap Ryu.

__ADS_1


"Papa tau soal Keii, Ry. Bagaimana aku bisa tenang?" Ucap Kaisar.


"Maaf Tuan Kai, Nona Keiina merubah identitas kelahirannya lebih tua lima tahun dari usianya, Tuan Anhar tidak mengetahui jika Nona Keiina ada hubungannya dengan anda." Jawab Harun.


"Key, sepertinya di sini Keiina yang sengaja menemui Papa kalian, mungkin Keiina akan...." Ryu menggantung kalimatnya.


"Balas dendam pada Papa." Kata Kaisar dengan lirih dan Ryu mengangguk.


"Dan kabar hari ini yang saya terima, Nona Keiina telah resign dari pekerjaannya." Kata Harun lagi.


"Apa yang di rencanakan oleh Keii?" Gumam Kaisar. "Aku tidak bisa memahami adikku sendiri." Katanya lagi yang terdengar memilukan.


"Kita selidiki lagi, Key." Kata Ryu menguatkan.


"Anak buah saya sedang mengawasi gerak gerik Tuan Anhar dan cafe itu. Terdapat reservasi atas nama Tuan Anhar siang ini jam satu." Kata Harun menjelaskan.


Kaisar menelpon Adelia untuk menanyakan posisi Keiina tanpa memberitahu masalahnya. Adelia menceritakan jika Keiina pergi untuk bertemu temannya satu jam yang lalu. Hal itu membuat perasaan Kaisar dan Ryu merasa tak enak.


"Kita susul Keii, Key. Perasaanku tidak enak." Kata Ryu.


Kaisar mengangguk setuju, Audrey segera menghampiri Kaisar.


"Kai..." Panggil Audrey yang terlihat cemas.


Kaisar melihat ke arah Audrey dan seketika wajah Kaisar tersenyum. Sikap Kaisar pada Audrey terlihat oleh Ryu.


"Aku harus pergi." Kata Kaisar dengan lembut.


"Hati hati." Ucap Audrey dengan tulus.


"Doakan aku." Kata Kaisar lagi dan Audrey mengangguk.


"Ayo Key." Ajak Ryu dan Kaisar berjalan di belakang Ryu.


Namun saat tiba di ambang pintu,, Kaisar membalikan tubuhnya dan berlari kecil menghampiri Audrey, Kaisar menarik tubuh Audrey dan memeluknya. Audrey mengusap punggung Kaisar seolah menyalurkan kekuatan untuknya.


"Jangan takut, Kai. Kuatlah." Kata Audrey memberi semangat.


Ryu memperhatikan terus sikap Kaisar pada Audrey dan begitupun sikap Audrey pada Kaisar. Membuat perasaan Ryu tersentuh, baru kali ini ia melihat Kaisar yang bisa di tenangkan oleh seorang wanita, dan baru kali ini juga Ryu melihat ketulusan di hati Audrey.


...****************...


Note:


Sudah mulai ya konfliknya,

__ADS_1


Yang masih punya jatah Vote tolong di bantu dong karyaku ini.


Aku tuh semangat kalau lihat Vote yang bertambah, like yang brudul, dan seneng juga baca bacain komentar kalian, bikin jadi semangat.


__ADS_2