Ternyata Itu Cinta

Ternyata Itu Cinta
Calon istriku


__ADS_3

Tubuh Gaby mundur selangkah, ia terkejut dengan sebutan baru untuk Gita yang keluar dari mulut Langit.


"Maksudnya apa calon istri?" tanyanya ragu.


"Gita itu calon istriku. Begitu aku lulus SMU, kami akan langsung menikah," ucap Langit.


Ia sendiri tidak tahu untuk apa berbohong. Ucapan itu mengalir begitu saja, seolah ia sangat yakin, setelah ia lulus SMU nanti Gita sudah sah menjadi istrinya.


"Aduh, tante ga tau, Lang. Maaf ya, kalo tau kamu sebentar lagi akan menikah, tante dan om ga akan minta kamu lebih memperhatikan Gaby," jelas Mama Gaby menyesal.


"Maaa!!," Gaby mulai merengek kesal, "Kaakk, apa sih lebihnya cewek ituuu ... dia bekas om-om kakk!" seru Gaby, air matanya semakin deras mengalir.


"Benar itu, Lang?"


"Bukan, Tan. Itu semua cuman gosip. Gaby pasti terpengaruh sama cerita teman-temannya di sekolah."


"Kak Langit ga usah nutup-nutupi!" seru Gaby.


"Gab, kalaupun Gita memang benar seperti yang kamu bilang, bagiku itu bukan masalah ... Tan saya permisi pulang dulu." Langit langsung berbalik, dan keluar dari kamar Gaby. Ia masih bisa mendengar suara jerit dan tangis Gaby, saat menuruni tangga.


"Kenapa kok ribut banget di atas?" tanya Gita keheranan.


"Ga pa-pa, dah ada Mamanya. Yuk, balik." Langit menyodorkan tangannya. Gita menatapnya curiga dan langsung berjalan duluan, tanpa menyambut tangan Langit yang terulur.


Langit berjalan mengikuti langkah Gita di lorong apartment. Ia lalu menggamit pinggang Gita, dan merapatkan ke tubuhnya.


"Iiihh, Kak Langit mesum!" Gita mendorong tubuh Langit, tapi pria itu semakin mengeratkan lengannya di pinggang Gita dan menggiringnya ke arah lift.


Jika dulu Gita yang selalu berani melakukan kontak fisik, dan Langit selalu berusaha menghindar karena takut khilaf, namun sekarang situasinya terbalik. Gita semakin takut dengan perubahan sikap sahabat kakaknya ini.


Semakin bertambahnya usia, ia mulai merasa tidak nyaman jika ada bagian tubuhnya bersentuhan dengan pria.


Saat pintu lift terbuka, Langit menggiring Gita masuk hingga terpojok ke sudut ruangan lift yang sempit.


"Apaan sih Kak!" sergah Gita, seraya berusaha menghindar dari himpitan tubuh Langit.


"Kamu tuuuh, gemesin!" Langit menjepit kedua pipi Gita hingga bibirnya mengkerucut maju, lalu mengecupnya cepat.

__ADS_1


"Mesuuum!" Gita mendorong tubuh Langit menjauh.


"Ga pa-pa mesum sama bakal calon istri," ucap Langit santai.


"Sapa juga yang mau jadi istrinya Kak Langit," sahut Gita dengan wajah memerah.


"Kamu ga mau?" tanya Langit menggoda. Gita menutup bibirnya rapat.


"Beneran kamu ga mau?" tanya Langit lagi, kali ini ia maju kembali mendekat ke arah Gita.


"Aku kan ga ada bilang ga mau," ucap Gita cepat.


"Berarti mau?"


"Ga juga. Weeekkk." Gita menjulurkan lidahnya, dan langsung melesat keluar begitu pintu lift terbuka.


Langit mengikuti langkah Gita ke arah parkiran, senyumnya semakin melebar.


"Kak Langit jadi balik ke Inggris habis lulus nanti?"


"Kenapa?"


"Kamu nih sekarang gampang ngambekan, kenapa sih?"


"Sapa juga yang ngambek?!"


"Ga ngambek, tapi kalo ngomong kenapa ngegas?" tanya Langit dengan suara melembut.


Gita menarik nafas dan menghembuskannya kencang. Ia sendiri heran, kenapa jadi lebih sensitif apapun terkait tentang Langit.


"Aku tadi cuman nanya, Kak Langit beneran mau balik ke Inggris?" tanya Gita pelan.


"Bukan balik, tapi pergi sebentar. Ada beberapa hal yang aku harus selesaikan di sana."


"Baliknya kapan?" tanya Gita lirih.


"Berangkat aja belum, sudah ditanya kembalinya kapan." Langit terkekeh pelan, "Kenapa? kamu mau ikut?"

__ADS_1


"Aku kan masih sekolah."


"Aku bisa nunggu sampe kamu libur kenaikan kelas."


"Beneran aku boleh ikut?" Mata Gita melebar senang.


Ia tidak mau Langit jauh dalam waktu yang lama, terlebih ada kemungkinan gadis pengganggu itu akan ikut ke Inggris bersama Langit.


"Boleh ... eh, tapi kamu ga bisa ikut, Git."


"Loh kok? tadi bilangnya boleh sekarang bilang ga bisa. Bilang aja ga mau diganggu yang mau berduaan di sana." Gita menggerutu kesal.


"Mau berduaan sama siapa sih? Aku tuh ga bisa bawa kamu ke luar negeri, ke luar kota aja aku ga bisa bawa kamu."


"Kok gituuuu."


"Ga dibolehin sama Mama kamu pasti."


"Boleh kok, kata siapa ga boleh?!" ujar Gita yakin. Ia sangat yakin Mamanya sangat percaya jika Langit yang meminta ijin.


"Okee, nanti kita coba tanya ya," ucap Langit seraya menahan senyumannya.


...❤❤...


Enaknya dinikahkan cepet ga ya dua bocah ini


Ingatkan lagi aahh ..


Love/favorite ❤


Komen bebas asal santun 💭


Like / jempol di setiap bab👍


Bunga 🌹


Kopi ☕

__ADS_1


Rating / bintang lima 🌟


Votenya doong 🥰


__ADS_2