Ternyata Itu Cinta

Ternyata Itu Cinta
Datang lagi


__ADS_3

"Daah, Phiu." Gita melambaikan tangannya saat akan turun dari mobil.


"Eehh, salim dong. Cuman dadah aja, kalo dada yang lain sih boleh." Langit menahan lengan Gita yang sudah akan kabur ke luar mobil.


"Masih pagi ... dah." Gita mengecup punggung tangan pria yang sudah dua minggu ini menjadi suaminya. Langit membalas mengecup kening Gita, lalu mengacak-ngacak rambut panjang istrinya.


"Iiisssh, rusak lagi! udah ah, byeee." Gita melesat masuk ke dalam sekolah saat melihat motor Nindy yang menggonceng Anggita masuk ke dalam pekarangan sekolah.


"Ciiee pengantin baru," celetuk Anggita.


"Huussshh! kan dah dibilangin jangan ribut-ribut. Aku ga mau ada yang tahu dulu. Malu tauk." Gita membekap mulut Anggita gemas.


"Ngapain harus malu. Bangga dong harusnya, kalo perlu di jidatmu nih ada papan tulisannya SOLD OUT." Anggita membalas dengan tepokan di jidat Gita.


"Jangan dulu ah, aku belum siap."


"Gimana malam pertama? bener ga kataku, sakit kan?" Anggita berbisik tapi masih terdengar oleh Nindy.


"Sakit sih, tapi lama-lama enak," bisik Gita lalu tertawa keras bersama Anggita.


"Eh, anak per*awan ga usah ikutan nguping, nanti kepingin kan repot," sindir Anggita pada Nindy yang dari tadi terlihat memasang kuping pada pembicaraan keduanya.


"Iyaa deh yang anak mantan per*awan," balas Nindy mencebik. Dari mereka bertiga hanya Nindy yang masih belum tersentuh oleh pria.


Jika Gita karena sudah menikah, nasib Anggita kurang beruntung. Ia kehilangan mahkotanya pertama kali, saat ia terpaksa harus menjual dirinya untuk melunasi hutang-hutang yang ditinggalkan Ayahnya.


"Eh, kalo kamu hamil tapi belum lulus sekolah gimana, Git?"


"Tenang, buat apa diciptakan plastik warna-warni itu kalo bukan buat nampung yang yang ga terpakai," seloroh Gita.


"Iiih, ni anak habis nikah omongannya jorok," protes Anggita.


"Eh, emang bener kan. Dari pada aku terus terang bilang kon----" Gita tidak meneruskan kalimatnya karena mulutnya sudah ditutup oleh Nindy.


"Berisik, hargai dong anak per*awan ini!" Nindy mencebik kesal.

__ADS_1


"Eh, Git dia kok sekolah lagi di sini?" Anggita menunjuk seorang gadis yang baru saja turun dari mobil mewah.


"Hai, Gita. Ketemu lagi," sapa Gaby saat melewati Gita dan kedua sahabatnya.


"Kapan-kapan jalan lagi yuk, asyik kan kemarin kita di London?"


"Kamu pindah kesini lagi?" tanya Gita.


"Aku ga pernah balik ke sana, kemarin cuman ijin sebentar aja. Healing dari rasa sakit hati," ucap Gaby dengan penekanan.


"Ow." Gita hanya mengangguk pelan.


"Ya udah, aku masuk dulu ya, bye Gita." Gaby melambaikan tangannya pada Gita sedangkan pada Nindy dan Anggita, Gaby hanya tersenyum sinis.


"Kalian kok jadi akrab?" tanya Nindy setelah Gaby menjauh.


"Ketemu di London terus aku diajak main ketemu sama temen-temennya," ucap Gita.


"Kak Langit ga marah kamu jalan sama dia?" tanya Anggita.


"Kamu hati-hati sama dia, wajahnya licik banget. Berarti dia tau dong kamu sudah nikah sama Kak Langit?" tanya Nindy.


"Tau," sahut Gita singkat.


...❤...


"Harus banget pergi?" Gita menatap suaminya yang sibuk menata dokumen yang besok akan dibawa ke Jogjakarta.


"Harus, Sayang. Ga sampe satu minggu. Kamu pulang aja ke rumah mama, gimana?" Langit mengusap pipi Gita.


"Minggu depan aku ujian tengah semester, kalo dari rumah bakal telat. Aku di sini aja," sahut Gita setengah merajuk.


"Ga apa-apa sendiri? Kamu bisa minta temenin Anggita sama Nindy kalo kesepian," saran Langit.


Gita mengangguk pelan, ia sadar apapun usahanya meminta suaminya untuk tidak pergi keluar kota, adalah sesuatu yang sulit dan kekanakan. Resiko menjadi istri seorang pengusaha salah satunya adalah, harus siap ditinggal keluar kota untuk urusan bisnis, dan ia berusaha belajar menerimanya.

__ADS_1


...❤❤...


follow IG : Ave_aveeii


Ingatkan lagi aahh ..


Love/favorite ❤


Komen bebas asal santun 💭


Like / jempol di setiap bab👍


Bunga 🌹


Kopi ☕


Rating / bintang lima 🌟


Votenya doong 🥰


...❤...


Mampir ke karya teman sesama author ya


Blurb :


Pada 16 tahun yang lalu, Keluarga Shen dan Keluarga Yu mengadakan suatu perjanjian pernikahan aliansi antara kedua keluarga. Dan mereka sepakat, bahwa anak kedualah yang akan menjadi pengikat tali aliansi kedua keluarga tersebut.


Namun siapa yang menyangka, jika ternyata anak kedua dari Keluarga Shen adalah seorang gadis dengan fisik tak serupa dengan Shen Xu saudara kembarnya yang cantik jelita.


Yu Zhen yang merupakan tuan muda kedua Keluarga Yu, menolak pernikahan aliansi tersebut dengan suatu alasan. Yu Zhen masih ingin mempelajari ilmu yang mengharuskan dirinya untuk tetap menjaga keperjakaannya.


Shen Ji yang merasa ditolak oleh Yu Zhen dan terus ditindas oleh Shen Xu, akhirnya melarikan diri dari keluarganya hingga dia bertemu dengan seseorang yang akan mengubah takdirnya.


__ADS_1


__ADS_2