Ternyata Itu Cinta

Ternyata Itu Cinta
Maafkan aku


__ADS_3

"Ya kita pulang, kita pulang sekarang." Langit mengusap-usap punggung Gita lalu menggiring istrinya yang masih tersedu ke area parkir.


Di dalam mobil, Langit terus menggenggam tangan Gita. Ia sedikit heran, seharusnya ia yang marah pada istri kecilnya ini karena sudah berani keluar dari apartment tanpa seijinnya, tapi mengapa justru keadaanya sekarang terbalik.


Sebenarnya malam ini Langit ingin mengajak istrinya sekedar jalan makan di luar, tapi melihat kondisi Gita yang tidak memungkinkan ia memutuskan untuk membawa istrinya pulang ke apartment.


"Masuk kandang lagi!" gerutu Gita saat pintu apartment terbuka. Ia yang masih setengah mabuk melempar sepatu dan tas tangannya begitu saja.


"Heei... heeeii, jangan langsung tidur. Mandi dulu!" Langit menarik tubuh Gita yang sudah rebah di atas ranjang.


"Ga mauuu dingin!"


"Kan ada air panas, jangan alasan! kamu bau alkohol. Aku juga ga suka badanmu bekas dipegang-pegang laki-laki itu," ucap Langit geram.


"Phiu cemburu?" tanya Gita saat suaminya itu berusaha membuka satu persatu pakaiannya.


"Suami mana yang suka lihat istrinya dipeluk-peluk laki-laki lain?" Langit menatap tajam pada Gita. Istrinya itu hanya memajukan bibirnya dan mengusap-usap pipi Langit.


"Aku bosan," keluh Gita. Tangannya terus mempermainkan rambut Langit saat suaminya itu masih berusaha melepas lapisan terakhir tubuhnya.


"Ayo mandi dulu," Langit menggendong Gita ala anak koala ke kamar mandi.


Langit berusaha menekan gairahnya saat memandikan istrinya yang sedang bertingkah seperti anak kecil saat mabuk. Baginya melakukan hubungan intim di saat pasangan tidak sepenuhnya sadar sangatlah tidak mengasyikan.


Setelah mandi, Langit kembali membantu istrinya mengenakan pakaian tidur. Sesaat setelah Gita terlelap, Langit mengusap rambut hitam tebal istrinya, lalu mengecup lembut keningnya.


Maafkan, aku lupa kalau kamu masih sangat muda. Hidupku memang seperti ini, aku sudah terbiasa dewasa sebelum waktunya dan aku memaksamu untuk juga masuk ke dalam kehidupan dewasa di saat kamu masih ingin bebas. Aku minta maaf.


...❤...


Esok harinya Langit membayar semua hutang bulan madunya. Seharian penuh ia habiskan waktunya untuk menemani istri kecilnya itu berbelanja, dan mencoba semua kuliner yang belum pernah mereka rasakan.

__ADS_1


Malamnya saat Gita menyusun barang-barangnya ke dalam koper, Langit mendekatinya, "Mpi, besok kalau di Indonesia kita mau tinggal di mana?"


"Maksudnya?"


"Bima masih lama selesai kuliahnya, Mamaku dan Mamamu sama-sama tinggal sendiri. Kamu mau kita tinggal di rumah kamu atau rumahku?"


"Harus milih ya?"


"Sayangnya iya, gantian juga boleh. seminggu di rumahmu, seminggu di rumahku. Cuman kalo kita mau 'itu-itu' jangan di kamarmu."


"Kenapa?" tanya Gita seraya terkikik dengan istilah baru yang diucapkan Langit.


"Kamar mama kamu di sebelah kamarmu. Kamu kalo lagi 'enak' berisik."


"Enak aja!" Gita mencubit keras perut Langit. Dengan satu gerakan kilat, Langit mengangkat Gita dan melemparkan tubuh mungil istrinya itu ke atas ranjang.


"Sekali lagi ya sebelum besok balik," bisik Langit.


"Apaan?"


"Yang bikin aman," sahut Gita terkikik. Langit sejenak berpikir lalu tertawa dan membuka kotak wasiat mamanya.


...❤...


Dua hari setelah kepulangan mereka ke Indonesia, Langit memutuskan untuk membeli sebuah apartment yang tidak jauh dari sekolah Gita. Alasannya agar Gita bisa pulang dan pergi sendiri jika ia harus ke luar kota atau kembali ke London.


"Kalian yakin?" tanya Mama Langit seakan tidak rela jika putranya dan anak mantunya tidak tinggal serumah lagi dengannya.


"Kami yakin, Ma. Aku sama Gita sudah sepakat kalau kami beli apartment dekat sekolah. Biar kami lebih mandiri aja. Nanti tiap sabtu dan minggu kita gantian nginep di rumah." Mama Gita dan Langit saling berpandangan lalu mengangguk pasrah


...❤❤...

__ADS_1


follow IG : Ave_aveeii


Ingatkan lagi aahh ..


Love/favorite ❤


Komen bebas asal santun 💭


Like / jempol di setiap bab👍


Bunga 🌹


Kopi ☕


Rating / bintang lima 🌟


Votenya doong 🥰


...❤...


Mampir ke karya teman sesama author ya


Blurb:


Pura-pura menjadi orang miskin malah mempertemukan Ruby dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan sombong bernama Melvin.


Lelaki itu tersenyum sinis seakan merendahkan, "Heran kampus bisa menerima mahasiswa jorok seperti ini. Miskin lagi. Ini kampus atau yayasan sosial. Mekanisme yang aneh."


"Hahaha.... Kata-katamu kejam sekali, Vin. Kasihan dia masih baru di sini. Nanti kena mental."


Belum tahu saja mereka kalau orang yang sedang dihina juga anak seorang pengusaha besar.

__ADS_1



__ADS_2