Ternyata Itu Cinta

Ternyata Itu Cinta
Tamu tak diundang


__ADS_3

Langit mengangkat lengannya dengan sangat perlahan, berusaha agar istri kecilnya itu tidak terganggu tidurnya.


Pagi ini ia harus berangkat ke kantor almarhum Papanya, sesuai tujuan awal ia ke negara the three lion ini. Setelah kegiatan melelahkan semalam dan diulangi subuh tadi, mereka bergumul seperti tidak ada hari esok, sekarang istrinya terlelap kelelahan.


Langit segera membersihkan diri ke kamar mandi lalu berganti pakaian kerja. Usianya yang masih sangat muda, tidak mengurangi kewibawaannya sebagai seorang pemimpin perusahaan bertaraf Internasional.


Setelah siap berangkat, Langit melihat Gita masih dalam posisinya saat ia masuk ke dalam kamar mandi. Dikecupnya perlahan kening istrinya, agar Gita sekedar tahu, bahwa ia akan segera berangkat.


"Phiu mau kemana?" tanya Gita dengan suara yang masih serak sambil menggosok-gosok kedua matanya.


"Ke kantor, Sayang." Dikecupnya lagi kening dan kedua mata istrinya.


"Ikuuutt," ucap Gita manja seraya bergelayut di leher Langit, membuat suaminya itu hampir terjatuh kembali ke atas ranjang.


"Jangan begini dong, Empi. Nanti kemejaku lungset lagi. Nanti kalo aku ga nahan, kasihan yang baca bisa kepanasan terus," ujar Langit seraya melepaskan belitan tangan Gita di lehernya.


"Aku sendirian dong." Gita duduk bersandar di atas ranjang dengan wajah yang cemberut.


"Sebentar aja, kalo kamu ikut malah bosan di sana. Kantor di sini ga sebagus dan senyaman di Indonesia. Ga usah masak, nanti ada yang kirim makanan. Kalo bosan, nonton film aja tuh di rak banyak," Gita masih cemberut, "Abang kerja dulu cari duit yang banyak, supaya bisa beli oleh-oleh pesanan temanmu yang berderet itu," lanjut Langit.


Gita tertawa mendengar sindiran Langit, "Kok tauu, Nindy sama Anggita sudah nge-list pesanan mereka."


"Taulah, kalian kalo ngobrol di video call keras banget." Gita tertawa semakin keras.


"Mmpphh, mandi sana. Sikat gigi!" Langit menjauh seraya menutup hidungnya.


"Iiih, Phiu jahat." Gita melempar bantal menutupi rasa malunya.


"Hahahaha, ga apa-apa bau surga itu katanya." Langit berjalan maju mendekati Gita lalu mencium bibir Gita lembut.

__ADS_1


"Pasti nahan nafas," sindir Gita setelah pagutan mereka terlepas.


Langit hanya tertawa tanpa menjawab. Jauh lebih aman seperti itu, dari pada nanti malam tidak mendapat jatah pelukan hangat lagi.


...❤...


Sepanjang hari ditinggal Langit ke kantor, Gita hanya bergulung di atas ranjang tanpa tahu harus melakukan apa. Suara bel pintu apartment membuatnya terlonjak dari atas ranjang.


"Hi, good morning." Seorang wanita usia sekitar 50 tahunan menyapanya dengan riang.


"Mo-morning," sahut Gita tergagap. Baru kali ini ia berbicara langsung dengan orang asing.


"Are you the wife of Mr. Langit?" tanyanya kembali dengan sorot mata ramah.


"Yes, I am." Gita menganggukan kepala, berharap apa yang diucapkannya tidak salah.


"Oh. thank goodness. This is your lunch. You're so beautiful and very young," puji wanita itu seraya menyerahkan satu kantong kertas coklat yang berisi kotak-kotak makanan.


"Enjoyed," ucap wanita itu lalu berpamitan.


Setelah menutup pintu apartment, Gita langsung membongkar kiriman makanan yang diantar tadi. Seketika air liurnya menetes melihat hidangan dalam kotak yang berjajar rapi.


(demi keamanan di bulan puasa, jenis makanan tidak dituliskan 😁)


Baru satu sendok makanan ia suapkan ke dalam mulut, bel pintu berdenting kembali.


"Haiii," Gita temangu di depan pintu saat tahu siapa yang muncul di apartment Langit sepagi ini.


...❤❤...

__ADS_1


follow IG : Ave_aveeii


Ingatkan lagi aahh ..


Love/favorite ❤


Komen bebas asal santun 💭


Like / jempol di setiap bab👍


Bunga 🌹


Kopi ☕


Rating / bintang lima 🌟


Votenya doong 🥰


Promo punya teman ijin lewat lagi ya


Judul : Kembali Cantik Si Gadis Cacat


Napen : Emy


Alice pernah mengalami kecelakaan, hingga membuat sebagian wajahnya terluka.


Semenjak saat itu, dia harus menerima cacian dan hinaan dari semya orang. Bahkan sang kekasih pun akhirnya memutuskan hubungan secara sepihak karena wajah buruknya.


Namun diam-diam ada pria yang selalu membantu Alice. Bagaimanakah percintaan Alice selanjutnya? Apakah pria itu akan menampakkan diri dan membantu Alice mengubah takdirnya?

__ADS_1



__ADS_2