Ternyata Itu Cinta

Ternyata Itu Cinta
Pijat memijat


__ADS_3

"Pegeell," Gita menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang Langit. Rasa sakit dan nyeri baru terasa di sekujur tubuhnya setelah ia selesai mandi.


Tidur Gita tertelungkup menampilkan bentuk pinggul dan kedua bongkah pan*tatnya dengan jelas. Langit menelan ludahnya berat, melihat pemandangan yang tidak biasa di atas ranjangnya.


Ia jelas pria normal, lelaki mana yang tidak tergoda saat melihat wanita pasrah di atas ranjangnya. Terlebih wanita itu sudah sah menjadi miliknya.


Namun Langit berusaha menahan hasratnya, karena ia sudah mempersiapkan hari besarnya itu saat mereka di Inggris nanti.


Malam ini adalah malam terberat yang harus dilewati Langit. Ia menikahi bocah yang mungkin belum sadar bahaya yang mengintainya.


Terlalu nyaman dan aman berada bersama Langit sepanjang waktu, membuat Gita lupa jika Langit juga mahkluk berjenis kelamin pria yang masuk dalam kategori buaya-buayaan.


"Pijetin, Kaak," rengek Gita.


"Pi-pijet apa?" Belum puas sepertinya gadis itu menggoda imannya. Sekarang ia harus menyentuh tubuhnya?


"Kaki nih, Kak. Pegel banget, sudah pakai sepatu jinjit berdirinya lama banget lagi." Gita menggerak-gerakan kedua kakinya membuat bagian belakang tubuhnya ikut bergerak-gerak.


"Buruaann." Rengekan Gita memaksa Langit untuk mendekati ranjang dan naik ke atasnya.


"Mana yang mau dipijat?" tanya Langit lemah. Sebelumnya ia menarik nafas panjang agar tidak hilang akal.


"Betis nih, Kak." Gita mengangkat kakinya.


"Udaah, ga usah diangkat-angkat juga kakinya." Langit menahan kaki Gita agar tetap di tempatnya.


Sabar Lang, hanya malam ini. Besok dia milikmu. Batin Langit.


Malam ini sengaja Langit tidak menyentuh istrinya, karena mereka masih tinggal satu atap dengan Mamanya.


Belum lagi setelah resepsi kecil berakhir, Langit di panggil oleh Mama dan mertuanya. Mama Gita meminta padanya, agar putrinya tidak hamil dulu mengingat Gita baru kelas sebelas.


Berulang kali Langit menahan nafas saat menyentuh kulit kaki Gita.


"Pelan banget, kerasan dikiiit." Gita menggerutu karena pijatan Langit tak ubahnya seperti hanya mengusap-usap.


"Iyaaa, bawel."

__ADS_1


"Kak, besok kita jadi berangkat?" tanya Gita dengan suara pelan teredam bantal.


"Jadi, besok sore kita berangkat."


"Berapa lama di sana?"


"Sekitar seminggu. Kenapa?"


"Mmm ... gimana nanti makannya, aku ga bisa masak," ucap Gita lirih. Langit menahan tawanya. Ia sangat tahu jika istri kecilnya ini, hampir tidak pernah masuk dapur.


"Kamu bisa masak apa aja?"


"Mie instan, telor, nasi ... air."


"Sudah cukup itu."


"Masak seminggu kita cuman makan mie sama telor."


"Aku kalo lagi tinggal di sana ada langganan catering, kamu ga usah bingung. Kalo kurang ya tinggal beli mie instan atau telor. Beres kan?"


"Di sana jual mie instan juga??" Gita menyebut sebuah merk mie instan. Ia sedikit memiringkan tubuhnya menghadap ke Langit.


"Mpie," panggil Langit pelan.


"Hmmmm."


"Kamu ga takut sama aku?"


"Kenapa harus takut?"


"Aku bisa aja ngapa-ngapain kamu loh," pancing Langit.


Gita membalikan tubuhnya telentang, "Maksudnya apa tuh?" tanya Gita waspada.


Langit menyeringai melihat reaksi Gita. Ia sangat yakin Gita tahu apa yang ia maksud.


Langit mendekatkan wajahnya ke arah Gita, hanya ingin sekedar menggoda istrinya, "Masak ga tauu."

__ADS_1


"Stoopp!" Gita menahan wajah Langit yang sudah hampir tidak berjarak dengan telapak tangannya.


"Kak Langit ga ingat yang Mama bilang?" Gita bangkit dari tidurnya dan duduk bersandar di ranjang.


"Emang Mama bilang apa?" tanya Langit pura-pura tidak tahu. Ia agak terkejut karena ternyata tidak hanya dirinya yang diberikan pesan, tapi Gita juga mengetahuinya.


"Kita ga boleh gituan dulu, aku kan masih sekolah."


"Gituan apa sih?" Langit kembali mendekat.


"Aku teriak nih," ancam Gita.


Inilah yang ditakutkan Langit, jika ia memaksa menyentuh istrinya, malam ini bisa gempar satu rumah jika Gita menjerit.


Namun jika ia melakukan hal itu di Inggris, tidak ada yang akan menghalangi. Gita mau berteriak ataupun menjerit tidak akan jadi masalah.


Langit terkekeh dalam hati. Bukannya pesan Mama Gita padanya, hanya jangan sampai putrinya hamil dulu. Bukan berarti ia tidak boleh menyentuh istrinya kan?


...❤❤...


follow IG : Ave_aveeii


Ingatkan lagi aahh ..


Love/favorite ❤


Komen bebas asal santun 💭


Like / jempol di setiap bab👍


Bunga 🌹


Kopi ☕


Rating / bintang lima 🌟


Votenya doong 🥰

__ADS_1


Jangan lupa mampir di sini jugaaa



__ADS_2