
"Mo nanya sekarang?" tantang Langit, saat mobil yang mereka kendarai berhenti di depan rumah Gita.
"Booleeeh, siapa takut," ucap Gita angkuh, dengan percaya diri ia langsung masuk ke dalam rumah mencari Mamanya.
"Ma, ada Kak Langit." Mama baru saja mengangkat udang goreng dari atas wajan, saat Gita menghampiri.
"Ya udah, ajak makan sekalian."
"Bukan mau makan, Ma. Kak Langit mau minta ijin," ucap Gita seraya mencomot satu buah udang goreng yang masih panas.
"Cuci tangan dulu, kebiasaan!" Mama menepuk tangan Gita yang sudah akan mengambil udang kedua.
Mama keluar dari dapur dengan membawa sepiring udang goreng, dan langsung terus menuju ruang tamu untuk menemui Langit.
"Gita bilang, katanya kamu mau minta ijin, Lang. Ijin apa memangnya?"
"Setelah ujian kelulusan nanti, saya ada rencana pergi ke Inggris sebentar. Ada beberapa urusan Papa yang harus diselesaikan di sana," jelas Langit.
"Ow, ya udah. Ijinnya kan sama Mamamu, kenapa harus sama Tante?" Mama Gita tertawa heran.
"Saya mau minta ijin untuk Gita," ucap Langit seraya memberi kerlingan mata pada Gita yang sedang duduk di samping Mamanya.
"Ijin untuk Gita?" Mama melirik putrinya yang berada di sampingnya. Gita sedang tersenyum dan memandangnya penuh dengan harapan.
"Maksudnya Gita mau ikut kamu ke Inggris gitu, Lang?"
"Iya, Tante."
"Berdua aja??" tanya Mama lagi.
"Itu kalau Tante mengijinkan."
"Boleeh dong, Maaa, kan sama Kak Langit, pasti aman." Gita mulai merengek.
Mama Gita menarik nafas dan menghembuskannya dengan keras.
"Begini ya, Lang, Git. Mama sih boleh-boleh aja kalian pergi kemana aja, asal bukan cuman berduaan. Harus ada orang tua yang mendampingi, bisa Mama, bisa Tante Laras," jelas Mama Gita.
__ADS_1
"Kak Langit kan bukan baru kali ini pergi ke Inggris, Ma. Ga bakalan kesasar juga kita. Ya kan, Kak?" Langit hanya tersenyum dan menganggukan kepala.
"Ya betul, kalo itu Mama percaya, tapi tidak pantes kalian pergi hanya berduaan tanpa ikatan apapun. Kalo di grebek di sana, gimana?"
"Mama nih bisa aja, mana ada satpol PP di sana," protes Gita gemas.
"Loh, bisa aja kan." Mama bersikukuh.
"Terus gimanaaa, aku boleh ikut gaaa," rengek Gita.
"Ga boleh."
"Ya udah, Mama sama Tante Laras ikut aja, gimana?" Langit mengerutkan kening mendengar ide dari Gita. Hal itu sama sekali bukan yang diharapkannya.
"Ga bisa, Mama sama Tante Laras enam bulan kedepan, lagi rame-ramenya orderan catering. Lagi musim orang nikahan. Eh ... kenapa ga sekalian aja kalian diresmikan?" Tiba-tiba Mama teringat sesuatu.
"Resmikan apa maksud, Mama?" tanya Gita waspada.
"Yang diminta sama Mama Langit tempo hari tuh, kamu ingat ga, Lang?"
"Ingat, Tan," sahut Langit seraya berusaha menyembunyikan senyumannya.
"Mmm, saya sih dari awal kan sudah setuju-setuju aja," ujar Langit tersipu.
"Aah, kamu mah setuju-setuju aja," goda Mama. Wajah Langit semakin bersemu merah. Ia malu karena terkesan terlalu bersemangat.
"Maksud Mama apa sih?!"
"Kamu mau pergi ke manaaaa aja berduaan boleh, asal kalian sudah resmi menikah. Jadi Mama bisa tenang, kalian ga bakal melakukan dosa."
"Dosa apaa sih, Mama mikirnya kejauhan deh," protes Gita.
"Wajar orang tua punya kekhawatiran seperti itu. Siapa yang jamin jika kalian cuman berdua sepanjang hari, tidak bakal terjadi apa-apa?" tantang Mama.
"Mmm, ya ga mungkin terjadi apa-apalah, Ma. Ya kan, Kak?" Langit berpura-pura termenung menunduk memandangi lantai.
"Mama sudah kasih jawaban, jadi terserah kalian," ucap Mama dan langsung berdiri meninggalkan Langit dan Gita berdua di ruang tamu.
__ADS_1
"Gimana?" tanya Langit. Ia menggeser duduknya mendekati Gita.
"Kak Langit ga belain aku tadi," sungut Gita.
"Mau belain gimana, Mama kamu bener kok."
"Masak mau liburan aja harus nikah dulu." Gita terus menggerutu.
"Bukan mau liburannya, Git, tapi karena kita pergi cuman berduaan. Bener kata Mamamu tadi, ga ada yang bisa jamin ga bakal terjadi apa-apa di sana," ujar Langit seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Iihhhhh, Kak Langit sekarang mesum bangettt!" Gita mencubit lengan Langit gemas. Langit terbahak, tapi tidak berusaha menghindar dari serangan jari Gita.
"Jadi gimana? mau ikut ke Inggris atau mau nikah?" tanya Langit. Gita masih terdiam mencerna pertanyaan Langit.
Beberapa detik kemudian Gita baru tersadar, "Iiiihhh, itu mah sama ajaaa!"
...❤❤...
Mau nikah nih kayaknya mereka, siapkan kado yaa 😁
Ingatkan lagi aahh ..
Love/favorite ❤
Komen bebas asal santun 💭
Like / jempol di setiap bab👍
Bunga 🌹
Kopi ☕
Rating / bintang lima 🌟
Votenya doong 🥰
Mampir sini yuuk, karya ketiga aku
__ADS_1