Ternyata Itu Cinta

Ternyata Itu Cinta
Pengaman jangan sampai lupa


__ADS_3

Langit baru bisa tertidur saat menjelang pagi. Ia benar-benar khawatir jika perbuatan mereka semalam membuahkan hasil. Apa yang harus ia sampaikan pada Mama mertuanya?


Perlahan Langit membuka matanya saat mendengar suara rintih tertahan di sisi pembaringannya.


"Kenapa, Mpi?" tanya Langit pada Gita yang sudah duduk bersandar di atas ranjang.


"Aku mo pipis tapi ... periih," Gita menekan bagian intinya yang tertutup selimut.


"Coba liat," ujar Langit seraya melongok ke dalam selimut.


"Aah, apa-apaan sih!" Gita merapatkan selimut ke tubuhnya.


"Kan mau dilihat mana yang katanya perih tadi," sahut Langit polos.


"Ndak usah! buruan aku kebeleeett" desak Gita seraya menggoyang-goyangkan pinggulnya.


"Aku mesti gimana?"


"Kok pakek nanya siiih, gendong kek kayak di film sama novel gitu. Ga romantis banget sih," Gita mulai cemberut.


"Ya aku kan ga tau, Mpi. Baru aja kebangun kamu sudah ngerengek kesakitan. Pikiranku tadi sudah mo panggil dokter aja," jelas Langit sambil mengenakan kembali celana boxernya lalu berjalan memutar ke sisi pembaringan Gita.


"Malu-maluin harus panggil dokter segala."


Gita mengalungkan lengannya ke leher Langit saat suaminya itu menggendongnya ala bridal style.


"Selimutnya tinggalin sini aja, ga perlu dibawa ke kamar mandi, Mpi," ucap Langit seraya mencoba melepaskan tubuh Gita dari belitan selimut tebal.


"Jangaaan. Aku malu." Gita tetap mempertahankan selimut yang menutupi tubuhnya.


"Aku sudah lihat semua, sudah ngerasain juga. Ngapain masih malu?" ujar Langit seraya membawa istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


Saat Langit menurunkan tubuh Gita di atas kloset, keduanya tercenung saling menatap, "Aku mau pipis," ujar Gita.


"Ya udah pipis aja." Langit masih berdiri di depan Gita.


"Phiu keluar dulu, pipisnya ga bisa keluar kalo dilihatin gitu," ujar Gita dengan wajah memerah.


"Ya udah, aku keluar tapi pintunya jangan dikunci ya. Kita mandi bareng lagi yuk." Langit mengedipkan sebelah matanya.


Setelah keluar dari kamar mandi, Langit segera membongkar kopernya dan mencari kotak wasiat yang diselipkan Mamanya saat ia akan berangkat kemarin.


Aahh, ini dia. Gimana cara pakainya ya? Langit membolak-balikkan beberapa plastik berwarna cerah di tangannya.


"Phiiuu, aku mandi dulu yaaa," seru Gita dari dalam kamar mandi.


Langit yang sedang mencari informasi cara memasang pengaman dari halaman pencarian dan yutub, tersenyum geli mendengar teriakan Gita.

__ADS_1


Terdengar ada nada berharap lebih dari suara istrinya itu. Berarti bisa dipastikan kegiatan pagi ini tidak akan ada penolakan lagi.


Langit membawa beberapa pengaman ke dalam kamar mandi, ia sudah mengerti cara menggunakannya dan sekarang waktunya praktek.


"Itu apa?" tanya Gita saat melihat suaminya menaruh sesuatu di atas wastafel.


"Pengaman."


"Apa yang diamankan?"


"Kamu, biar ga hamil dulu."


"Kon*dom??" Mata Gita membesar.


"Iihh, kamu tau dari mana?"


"Taulah, aku kan ga culun-culun amat. Iklan di tivi juga riwa riwi. Coba lihat." Gita meraih satu pengaman dan ingin menyobeknya.


"Eeh, jangan dibuka dulu." Langit menahan tangan Gita yang sudah siap membuka plastik.


"Katanya mau dipake?"


"Iyaa, tapi makenya harus ... punyaku gini." Langit tidak menemukan kosakata yang pas untuk di sampaikan ke Gita. Ia hanya memberi kode pada telunjuknya.


"Oww, ya udah dibuat seperti gitu buruan. Aku pingin lihat cara makenya sama kalo sudah dipake gimana bentuknya. Pasti lucu," ucap Gita dengan sorot mata antusias.


"Kalo dilihatin gitu ga bisa, Mpi. Sama kayak kamu tadi, pipisnya ga bisa keluar kalo dilihatin mulu."


"Malu ya dia," Gita terkekeh geli.


Langit menggelengkan kepala, ia sedikit ngeri dengan keberanian Gita sekarang.


"Cerewet, ah." Langit mengangkat tubuh Gita dan mendudukannya di atas wastafel.


"Masih perih?" tanya Langit seraya menyingkap handuk yang menutupi tubuh Gita.


"Dikit," sahut Gita singkat. Tangannya menahan handuk yang menutupi tepat di bagian intinya.


"Boleh lihat ga?" tanya Langit dengan suara yang mulai memberat. Gita menggeleng malu.


"Kalo ga boleh dilihat, gimana caranya Phiu obatin?" goda Langit. Gita tersenyum geli mendengar Langit menyebut dirinya sendiri dengan panggilan Phiu.


"Memangnya Phiu mau obatin pakai apa? ga ada obat di sini." ucap Gita lirih.


Wajah keduanya sudah hampir tidak berjarak. Nafas yang dihembuskan, bisa saling dirasakan oleh masing-masing kulit wajah mereka.


"Obatin pake ini," sahut Langit seraya mengarahkan tangan Gita ke benda pusakanya yang sudah mulai aktif.

__ADS_1


Tangan Gita sedikit bergetar saat menyentuh sesuatu yang keras di balik celana boxer milik Langit.


"Phiu obatin ya?" rayu Langit. Gita semakin tersenyum geli mendengar suara Langit yang mendayu saat menginginkan sesuatu.


"Bukannya sembuh yang ada tambah perih kalo pake ini."


"Ga, aku janji ga sesakit tadi malam," ucap Langit dan langsung meraup bibir Gita dengan bibirnya. Ia tidak mengijinkan Gita untuk protes apalagi menolak pagi ini.


Setelah keduanya hampir panas, Langit menghentikan semuanya, "Sebentar ya," ucapnya dengan nafas terengah.


Dengan cepat dan tangan bergetar Langit menyobek salah satu bungkus palstik berwarna cerah dan langsung menggunakannya di miliknya.


"Iiihh, lucuuu." Gita berseru riang.


"Jangan dilihatin kayak gitu, aku yang malu." Langit menarik tangan Gita keluar dari kamar mandi dan merebahkan istri kecilnya itu di atas ranjang.


"Kita belum mandi loh, Phiu," protes Gita.


"Mandinya nanti aja sekalian," sahut Langit tak sabar.


...❤❤...


follow IG : Ave_aveeii


Ingatkan lagi aahh ..


Love/favorite ❤


Komen bebas asal santun 💭


Like / jempol di setiap bab👍


Bunga 🌹


Kopi ☕


Rating / bintang lima 🌟


Votenya doong 🥰


Promo punya teman lagi ya judulnya "Aku Mafia Bukan Bidadari"


Velia Selkova pergi ke negara lain untuk memulai kehidupan baru setelah dikhianati suaminya. Tak pernah disangka setelah tiba di negara tersebut dia mendapat musibah yang membuatnya menjadi seorang ketua mafia.


Terjun ke dunia gelap selama beberapa tahun membuatnya menemukan fakta yang mengejutkan tentang masa lalunya. Velia memutuskan kembali ke negaranya untuk mengungkap kebenarannya.


Deon Alexander yang terkenal sangat perfectsionis dan gila kerja memiliki saingan di yang tidak bisa dikalahkannya dengan mudah karena memiliki klan mafia yang cukup kuat. Pertemuannya dengan Velia Selkova membuat Deon Alexander ingin membuat kesepakatan.

__ADS_1



__ADS_2