
Tubuh Gita mematung saat melihat dua garis merah tercetak di sana. Berulang kali ia membaca petunjuk yang tertera dalam kemasan alat test kehamilan, berharap pengamatannya salah. Dadanya berdegub sangat kencang, saat ia merobek kemasan alat test kehamilan yang kedua.
Dengan perasaan cemas ia menunggu hasilnya, berharap hasil menunjukan yang sebaliknya dari hasil test yang pertama. Namun harapannya sirna saat sekali lagi dua garis merah nampak di alat tersebut.
Phiuuu!! kenapa bisaaa???!!!
Gita terduduk di atas kloset, ia menangis tersedu sembari memeluk lututnya. Ketakutannya bagaikan hamil di luar nikah. Ia masih belum siap untuk menjadi seorang ibu. Tidak untuk saat ini, langkahnya masih panjang, mimpinya masih jauh belum tergapai.
Dering ponselnya berbunyi, Gita berjalan keluar kamar mandi dengan lunglai. Nama 'Phiu ku' nampak di layar ponselnya. Ia menekan tanda hijau lalu tampak wajah Langit yang sedang tersenyum. Namun senyum di wajah tampan itu menghilang, saat melihat mata istrinya yang bengkak karena terlalu banyak menangis.
"Kamu kenapa, Mpi?" tanya Langit panik.
Mendengar suara Langit dan melihat wajah suaminya itu di layar ponsel, Gita tidak dapat membendung tangisannya. Tiba-tiba ada rasa membuncah di dalam dadanya ingin bertemu dan memeluk dengan erat.
"Phulaaangg, cepet phulaang Phiuuuu!" Gita menangis tersedu.
"Kamu kenapa, Sayang? Empi lihat aku, cerita ada apa??"
"Kamu jahat!"
"Aku jahat kenapa?"
"Kenapa kamu bohongin aku??" seru Gita kesal di sela tangisannya.
"Aku bohong apa sama kamu, Mpi? Coba cerita yang jelas, biar kita ga salah paham," mohon Langit. Rasanya ia ingin terbang saat itu juga, tapi situasi dan kondisi sangat tidak memungkinkan.
__ADS_1
Gita menunjukan alat test kehamilan itu pada layar ponselnya. Kening Langit berkerut, seumur hidup ia belum pernah melihat benda itu.
"Apa itu?"
"Aku hamil!" seru Gita kesal. Wajah Langit seketika kaku dan pucat.
"Ka-kamu yakin?" tanya Langit. Pertanyaan itu membuat Gita semakin menangis, ia merasa sendirian menghadapi situasi baru ini.
"Kamu jahaaatt, aku ga mau lagi gituan!" seru Gita dengan tangisan yang semakin kencang.
Langit mengusap wajahnya berkali-kali. Ia tidak menyangka malam pertama saat di London membuahkan hasil. Banyak kali mereka melakukan hubungan suami istri hanyaa sekali itu dia lupa, dan gawatnya istrinya tidak tahu.
"Empii, maaf. Aku minta maaf, besok aku pulang ya?" ucap Langit sendu. Ia mengusap layar ponselnya, rasanya benar-benar ingin menembus layar ponselnya itu untuk dapat memeluk istri kecilnya.
"Please, jangan bilang gitu."
"Aku ga mau hamil duluuu. Kamu tau itu!"
"Iyaaa, aku tau. Aku bukannya sengaja, sayang."
"Aku masih pingin sekolaahh."
"Iyaaa, kamu pasti masih bisa sekolah. Udah kamu istirahat dulu, ya. Jangan pikir macam-macam dulu. Besok aku pulang baru kita ngomong sama Mama berdua. Kamu jangan takut, ya. I love you, Sayang." Langit mengakhiri sambungan teleponnya.
Ia mengacak-acak rambutnya, lalu sejenak setelahnya senyuman lebar muncul di bibirnya.
__ADS_1
Istriku hamil. Aku punya anak.
Beberapa saat kemudian senyumannya kembali surut mengingat usia Gita yang masih sangat muda. Terlebih istri kecilnya itu masih duduk di bangku SMU tingkat sebelas.
...❤...
Gita tertidur setelah Langit memutus sambungan teleponnya dan menyuruhnya beristirahat. Namun bukannya langsung tidur, ia malah menangis sepanjang malam. Alhasil pagi harinya Gita terbangun dengan tubuh yang terasa remuk, dan wajah yang sembab. Namun ia harus memaksa tubuhnya untuk bangun dan berangkat ke sekolah.
Sampai di sekolah, baru saja satu langkah masuk ke halaman seakan di komando semua mata mengarah padanya.
Gita berjalan ke arah kelasnya dengan kepala tertunduk dalam. Bisik-bisik siswa siswi yang ia lewat tidak begitu jelas terdengar.
...❤❤...
Mampir ke karya teman sesama author ya, ramaikan di sana
Novel ke 2 ku, tolong hargai ya.
Kisah seorang gadis yang terjebak dengan perjanjian bos-nya... Ia sudah janji kepada diri sendiri agar tidak jatuh kepada sang bos namun sayang ia mengingkari janji-nya sendiri dan jatuh kepada sang bos-nya.
Bagaimana kisah mereka? Apakah cinta Nesa terbalas?
Yuk langsung baca aja
__ADS_1