Ternyata Itu Cinta

Ternyata Itu Cinta
Kak Bima


__ADS_3

Mama Langit dan Gita saling berpandangan dan tersenyum.


“Baiklah kalo begitu, kapan Jeng mereka diresmikan?” tanya mama Langit.


“Tunggu Gita genap umur tujuh belas ya, Lang. kamu masih mau sabar menunggu kan?” goda mama Gita.


“Gita ulang tahunnya kapan?” tanya Mama Langit.


“Bulan Juli, Tan,” jawab Gita.


“Berarti empat bulan lagi, pas liburan kenaikan kelas kan? Langit juga sudah lulus tuh. Apa pas ulang tahun aja, Jeng acara mereka?” saran Mama Langit.


“Boleh, aku sih setuju aja.”


“Jadi nanti waktu liburan sekolah, kalian bisa sekalian bulan madu di Inggris,” ujar Mama Langit.


Langit yang mendengar kata bulan madu langsung menggaruk kepalanya malu, sedangkan Gita pura-pura tidak mendengar dan semakin menundukkan kepalanya.


“Mama harap empat bulan kedepan kalian bisa saling menjaga diri ya, karena semakin dekat waktu pernikahan godaannya semakin banyak. Mengerti Langit dan Gita?” pesan Mama Langit.


“Tante, boleh ga kalo teman-temah sekolah jangan ada yang tau dulu, kalo aku sudah nikah?” tanya gita lirih.


“Kok gitu, kenapa??” Langit yang lebih dulu merespon.


“Aku malu,” cicit Gita.


Sebelum Langit menyahut dengan nada protesnya, Mamanya sudah lebih dahulu menyela, “Bisa untuk teman-temanmu, tapi tidak untuk guru di sekolahmu. Tante mengerti kenapa kamu malu, memang jaman sekarang untuk seusia kamu menikah itu sesuatu yang jarang terjadi, maka itu Tante salut dan berterima kasih sama kamu yang mau terikat di usia yang masih sangat muda.” Langit yang tadinya sedikit emosi kembali melunak mendengar penjelasan mamanya.

__ADS_1


...❤...


Setelah ucapan Langit pada Gaby bahwa Gita adalah calon istrinya, gadis itu sudah jarang terlihat lagi di sekolah.


Papanya mengatakan jika putrinya itu kehilangan motivasi untuk melanjutkan sekolah di Indonesia, dan berniat kembali lagi ke Inggris.


Walaupun hubungan Papanya dengan Papa Gaby sangat dekat, permintaan Om Wahyu yang memintanya untuk tetap dekat dengan putrinya tidak diindahkan oleh Langit.


Ia tetap bersikukuh pada pendiriannya, untuk menjaga jarak dengan wanita selain Gita, calon istrinya.


Empat bulan bukan waktu yang panjang bagi mereka. Selama menunggu waktu itu, mereka berdua disibukkan oleh persiapan ujian kelulusan Langit dan kenaikan kelas Gita.


Sesuai permintaan Gita acara pernikahan mereka tidak dilaksanakan secara besar-besaran, hanya keluarga dan teman- teman dekat mereka yang akan hadir.


“Gita yakin cuman mau diadakan secara sederhana di rumah aja?” tanya Mama Langit, saat mereka bertemu dengan perwakilan wedding organizer milik sepupu Gita.


“Mpi, aku bisa kok adakan pesta besar di gedung yang mewah buat kamu,” ucap Langit sendu. Ia sedikit merasa kecewa, karena Gita seakan tidak menyambut dengan bahagia acara pernikahan ini.


Semakin mendekati hari pernikahan mereka, Langit malah semakin lebih terlihat emosional dan tegang. Berbanding terbalik dengan Gita yang jauh lebih dewasa dan tenang.


"Jam lima Kak Bima sudah sampe di rumah,” bisik Gita. Langit mengangguk mengiyakan.


Sesampainya mereka di rumah, ternyata Bima sudah menunggu di depan teras.


"Haaloo Kak, kok cepet dah nyampe aja,” sapa Gita seraya memeluk dan mencium Kakaknya. Bima tidak menjawab. Ia hanya membalas pelukan Gita, namun matanya tertuju lurus ke arah sahabatnya yang berdiri tak jauh dari adiknya.


“Hai, Bim. Apa kabar?” Langit mengulurkan tangannya. Bima masih diam enggan menyambut uluran tangan Langit.

__ADS_1


"Kamu masuk," perintah Bima pada Gita.


"Duduk lo," seru Bima pada Langit.


Bima melirik sinis pada sahabatnya, sedangkan yang dilirik hanya menundukkan kepala menunggu sang calon kakak ipar berpidato.


"Sialan lu ya, cuman diminta nitip jagain adekku bentar sampe aku selesai kuliah malah diambil,” gerutu Bima. Langit hanya menyengir malu mendengar nada sewot sahabatnya.


Langit sangat paham jika Bima sudah menggunakan kata panggilan lu dan gue, berarti sudah masuk tahap kekesalan paling tinggi.


"Kenapa harus secepat ini sih?! Nap*su banget sih lo? Aku tuh sampe kaget banget tau waktu mamaku ngasih kabar kalian sudah mau nikah. Aku pikir adek gue sudah lu tekdungin duluan,” sembur Bima tiada henti setelah memastikan Gita sudah masuk ke dalam rumah.


...❤❤...


follow IG : Ave_aveeii


Ingatkan lagi aahh ..


Love/favorite ❤


Komen bebas asal santun 💭


Like / jempol di setiap bab👍


Bunga 🌹


Kopi ☕

__ADS_1


Rating / bintang lima 🌟


Votenya doong 🥰


__ADS_2