TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #19


__ADS_3

Jiangwu hanya diam menatap punggung atasannya sekaligus sahabatnya. lama kelamaan punggung johan mulai menghilang dari mata asisten jiangwu.


Asisten jiangwu langsung melangkahkan kakinya mendekati pintu kamar enji yang tak jauh dari kamar johan.


Tangannya langsung terangkat untuk mengetuk pintu kamar enji


Tok tok tok


Tok tok tok


"nona" panggilnya


Tok tok tok


"nona, buka pintunya. Saya asisten jiangwu. Saya kesini ingin membawa nona ke mansi, tunggu dulu kenapa tidak ada jawaban dari nona eunji" monolog asisten jiangwu merasa heran tidak ada jawaban dari dalam.


"nona buka pintunya" ucap asisten jiangwu sedikit menambahkan volume suaranya.


Tok tok tok


Tangannya langsung terulur memegang handle pintu dan memutarnya.


"tidak dikunci?" kening asisten jiangwu sedikit berkerut


"apa aku masuk aja ya? Masuk aja deh" tanyanya pada dirinya sensiri


Asisten jiangwu membuka pintu kamar enji dan masuk langsung masuk. Namun saat ia sudah berada didalam kamar enji ia sama sekali tidak melihat batang hidung enji.


"apa nona ada didalam kamar mandi? Tapi kok tidak ada suara air?"


Jiangwu pun melangkahkan kakinya mendekati kamar mandi dan tangannya langsung terangkat.


Tok tok tok


"nona apa nona ada didalam?" tanyanya


Hening


"tidak ada balasan"


Tangan jiangwu pun langsung memutar handle pintu


"tidak dikunci?"


Jiangwu pun membuka pintu kamar mandi matanya tidak menemukan sosok yang ia cari.


"dikamar mandi juga tidak ada. Apa mungkin nona ada dibalkon tapikan pintunya terkunci, apa mungkin nona sudah pergi tapi kapan? Aku tak melihatnya keluar? Apa mungkin sudah pergi dari pagi buta astaga merepotkan saja. Kalau sampai johan tau nona eunji pergi aku yang kena imbasnya,aku harus menelpon johan" Tangannya langsung mengambil ponselnya dalam saku celananya sembari melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi.


Saat matanya masih menatap layar ponselnya untuk mencari kontak johan. Samar samar ia mendengar suara minta tolong. Ia langsung menghentikan aktivitasnya mencari nomer telpon johan, dan memasukkan ponselnya dalam saku celananya.


Jiangwu langsung menatap pintu balkon.


"suara minta tolong? Di balkon? Asalnya dari balkon?" monolog nya sembari melangkahkan kakinya perlahan mendekati pintu balkon.


"suaranya menghilang, huft mungkin aku salah dengar" ucapnya dan menghembuskan nafasnya perlahan


Kedua belah tangan jiangwu langsung menggeser tirai jendela. Dan membuka pintu balkon lebar lebar. Matanya menatap kedepan melihat matahari sudah sedikit demi sedikit menampakkan wujudnya.


Matanya mulai turun kebawah betapa terkejutnya jiangwu melihat sosok yang ia cari dari tadi tergeletak didepan pintu balkon.


"astaga,nona?!"membulatkan matanya jiangwu langsung berjongkok


"nona bangun" menepuk kedua belah pipi enji. alhasil enji sedikit membuka matanya dan menatap sayu asisten jiangwu


"asisten jiang" cicit enji sangat lirih sangat pelan dan langsung tak sadarkan diri


"nona bangun nona nona" balas asisten jiangwu sangat khawatir dengan keadaan enji


"astaga badan nona dingin sekali" pekik asisten jiangwu sembari memegang kening enji yang sangat dingin


Jiangwu langsung mengangkat badan mungil enji dan membawanya masuk kedalam lalu ia rebahkan badan enji diatas kasur tangannya langsung menyelimuti tubuh enji yang sangat dingin.


"astaga nona, kenapa nona sampai tertidur dibalkon. Padahal akhir akhir ini cuaca sangat dingin." ucapnya gelisah

__ADS_1


"badannya sangat dingin, aku harus apa ya? Ayo jiangwu mikir, mikir apa yang harus kau lakukan? Astaga kenapa otak tidak bisa berpikir." monolognya


"aku harus menelpon dokter. iya aku harus nelpon dokter" ucapnya


tangannya langsung mengambil ponsel dalam saku celananya. dan menelepon dokter kepercayaan keluarga park.


📞" kau cepat kesini ke hotel xxxx ada yang membutuhkan bantuanmu ini darurat! Bawa peralatan doktermu!" titah asisten jiangwu dan langsung mengakhiri panggilan itu tanpa mendengarkan jawaban dari orang yang ia hubungi.


Tak butuh waktu yang lama dokter yang dipanggil jiangwu.


Tok tok tok


asisten jiangwu Sedikit berlari mendekati pintu dan tangannya langsung memutar handlel pintu. terlihatlah seorang wanita cantik dengan memakai jas doktetnya menatap asisten jiangwu datar.


"kau ini, lama sekali" ucapnya ketus


"lama? Aku datang dari rumah sakit kesini cuma 15 menit kau bayangkan saja jarak rumah sakit ke sini jauh aku harus ngebut ngebut dijalan untung saja jalanan sedikit sepi kalau tidak aku bisa menabrak orang."


"apa kau sakit? Tapi kelihatannya kau baik baik saja tidak sakit. Huft, membuang waktuku saja ,kalau gitu aku kembali saja kerumah sakit. Gara gara kau menelponku menyuruhku datang kesini aku harus menunda operasi pasienku" balasnya dengan nada ketus


"bukan aku yang sakit." elak asisten jiangwu


"terus siapa?" tanyanya sembari menatap lawan bicaranya


"ayo" ajak asisten jiangwu


Asisten jiangwu langsung melangkahkan kakinya diikuti oleh dokter perempuan itu dan memasuki kamar


"astaga jiangwu, kau check in dengan gadis ini? Kau tidur berdua dengannya? Kau kau melakukan hubungan terlarang itu dengan gadis lugu ini? Astaga ku pikir kau tidak tertarik dengan lawan jenismu" ucap dokter itu sedikit terkejut melihat seorang gadis berbaring lemah di ranjang.


"jangan banyak bicara kau han mi sun, cepat periksa dia!" titah asisten jiangwu sedikit geram pada dokter yang bernama Han mi sun


"baiklah tapi kau berhutang penjelasan padaku" ucapnya sembari melangkahkan kakinya disisi ranjang dan mendudukkan bokongnya dipinggir ranjang


Sebelum ia mengarahkan alat Stetoskop ke tubuh enji ia memegang kening enji dengan telapak tangannya sontak tangannya langsung ia tarik dan menoleh menatap nyalang jiangwu yang menatapnya datar.


"kau apakan dia sampai badannya sedingin es, wajahnya pucat sekali, apa ini kenapa sudut bibirnya membiru dan badannya kenapa memerah seperti ini!" cicit Mi sun


"bagaimana kau tidak tau? bukan kah kau tidur dengannya kenapa kau tidak tau dengan kondisinya?" teriak Mi sun


"aku tidak tidur dengannya, aku menemukannya dibalkon" jawab asisten jiangwu sedikit Meninggikan suaranya


"apa dibalkon?" mengulang jawaban asisten jiangwu


"cepat kau periksa dia!" titah asisten jiangwu


"iya, sebelum itu tolong ambilkan handuk kecil dan air hangat untuk menghangatkan tubuhnya" perintah Mi sun


"oke, sebentar" balasnya dan langsung keluar dari dalam kamar


Menunggu jiangwu menhambilkan apa yang ia inginkan. Dokter mi sun memeriksa enji dengan alat kedoktorannya.


"aku harus menginfusnya, dia kekurangan cairan." gumamnya dengan gesitnya mi sun telah selesai masang infus untuk enji


Tak lama jiangwu kembali membawa handuk kecil dan air hangat.


"ini" menyerahkan wadah yang berisi air hangat dan handuk kecil


Mi sun langsung mencelupkan handuk kecil dengan air hangat lalu memeras handuk kecil itu dan meletakkannya di dahi enji.


Tangannya langsung membuka mengambil kotak p3k didalam tasnya. Dengan cepatnya ia mengobati sudut bibir enji dan mengoleskan salep ke bagian tubuh enji yang memerah.


"kau bisa matikan AC nya" titahnya masih fokus mengoleskan salep dibadan enji


"oke" balasnya dan langsung meraih remote Ac dan mematikannya


"kenapa dia sampai seperti ini?" tanyanya mi sun menyelimuti badan enji sampai keleher danbangkit dari duduknya


"aku juga tidak tau, yang pasti aku menemukannya di balkon sudah dengan kondisinya seperti itu" jawab jiangwu datar matanya menatap enji yang terlelap


"siapa dia? Kenapa kau bisa masuk kamarnya?" tanyanya lagi


"dia adalah kim eunji istri johan" ucapnya datar

__ADS_1


"apa istri?" membulatkan kedua belah matanya dengan mulut sedikit terbuka


"iya, kemaren johan dan nona eunji telah menikah di hotel ini" balas jiangwu sembari mendudulan bokongnya disofa yang tak jaih dari ranjang


"dan johan tidak mengundangku diacara pernikahannya? Kau juga kenapa kau tidak memeberitauku bahwa johan akan menikah" cicitnya dengan nada kesal sembari mengikuti langkah jiangwu dan mendudukkan bokongnya disamping jiangwu


"ini perintah johan. Ia tidak ingin semua orang tau jika ia sudah menikah. Ini hanyalah pernikahan rahasia yang dihadiri oleh dua keluarga"


"lalu bagaimana dengan soohee?" tanya mi sun


"johan tidak akan meninggalkan soohee" jawabnya datar


"lalu apa alasan johan menikahi gadis itu?" ucapnya menatap gadis yang masih betah menutup matanya


" balas dendam" ucapnya pelan


"apa balas dendam? Karena apa?" pekik mi sun


"karena gadis ini adalah anak dari wanita yang telah menghancurkan keluarganya. Aku juga baru tau, itu pun nona joohee yang memberitahuku"


"apa mungkin keadannya seperti itu karena johan juga?"


Asisten jiangwu hanya menganggukan kepalanya.


Sudah 2 jam mi sun dan jiangwu menunggu enji untuk sadar namun enji masih betah memejamkan matanya sesekali mi sun mengompres kening enji dengan air hangat


"agrh" erang enji sembari tangannya ia gerakkan perlahan


"Aku ada dimana?" ucap enji pelan sembari membukakan kedua matanya sedikit demi sedikit


"nona sudah bangun?" tanya jiangwu mendekati enji


"asisten jiangwu"


"aku ada dimana?" sambung enji


"nona ada dikamar nona, kenapa nona sampai ada di balkon?" tanya jiangwu


"itu.. , aku..." ucap enji lemah


"itu aku apa nona?" ucap jiangwu.


"jiangwu, dia baru saja sadar. Jangan paksa dia berbicara banyak" timbal mi sun


"maaf nona" ucapnya pelan


"lebih baik kau bawakan makanan untuknya" titah mi sun


"baiklah, sebentar nona" balas asisten jiangwu


Enji hanya menganggukan kepalanya.


Dan....


Bersambung....


Maaf jika ada kata yang typo🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2