
Disisi lain asisten jiangwu masih berada di kamar milik tuannya tidak ada keinginan untuk pergi.tangannya terulur mengambil sesuatu di balik jasnya sebuah bingkai foto yang menampilkan seorang gadis yang sangat cantik,ya siapa lagi kalau buka Enji,ia memotret Enji secara diam diam tanpa diketahui sang empu.
"nona benar benar cantik"gumam asisten jiangwu dan berjalan mendekati meja belajar lalu bingkai foto Enji ia letakkan di dekat komputer.
"semoga nona suka" ucapnya sembari tersenyum,setelah ia meletakkan bingkai foto itu.ia langsung membalikkan badannya namun belum juga melangkahkan kakinya bingkai foto Enji terjatuh dengan sendirinya.
Praaaang.....
pecah semuanya beling beling kaca berhamburan di mana mana.
"astaga,kenapa bisa jatuh?"pikir asisten jiangwu,sesegera mungkin asisten jiangwu memungut pecahan kaca.
"kok bisa ya jadi jatuh,mana pecah lagi kacanya terpaksa harus di ganti" detik selanjutnya asisten jiangwu menghentikan aktivitasnya kala mengingat Enji belum kembali ke kamarnya.
"wait,kenapa nona Enji lama sekali .apa jangan jangan terjadi sesuatu pada nona"pikir negatif asisten jiangwu memenuhi pikirannya.
asisten jiangwu langsung beranjak dan setengah berlari menuju ruang kerja Johan,ruang kerja Johan lumayan jauh dari kamarnya.
Dengan sedikit berlari tanpa sadar asisten jiangwu menabrak ji hwa yang tengah berjalan santai.
brukkk
"AW,,,,"pekik ji hwa kesakitan sembari memegang lengannya.
"nona baik baik saja kan?" tanya asisten jiangwu sembari memperhatikan tubuh ji hwa takutnya kalau ada yang luka.
"ya aku baik baik saja,lain kali hati hati kak,jangan lari ini mansion bukan lapangan"tegur ji hwa menatap masam asisten jiangwu.
"maafkan saya nona,saya harus pergi.ini darurat" kata asisten jiangwu dan berlalu pergi meninggalkan ji hwa yang menatapnya aneh.
...----------------...
Johan tidak memperdulikan rintihan Enji ia semakin mempererat cekikannya.membuat tubuh Enji melemah akibat tidak ada pemasokan oksigen ke tubuhnya.
"tuan lepasin sa-saya kesulitan bernafas,hiks,,,,hiks,,,," ucap Enji dengan suara lemahnya.air matanya terus mengalir membasahi kedua belah pipinya sejak Johan mencekik lehernya.
"ckk,melepaskanmu jangan mimpi" sembari tersenyum smirk
__ADS_1
"mati saja kau perusak keluargaku!" geram Johan menatap nyalang Enji
"bunda Enji cape,****** Enji Bunda" batin Enji,tidak ada tenaga lagi buatnya memberontak dan bahkan membiarkan Johan melakukannya sesuka hati.
Tubuh Enji sudah sangat lemah bahkan kedua belah matanya hampir tertutup sempurna.johan belum ada keinginan untuk melepaskan cengkraman nya di leher Enji.
tiba tiba
"Johan!!!!!" teriak asisten jiangwu,matanya melotot dengan sempurna ketika melihat sang tuan tengah menyiksa istri tuannya sendiri.
"Johan hentikan" mencoba lepaskan cengkraman Johan di leher Enji
"jangan gila kamu Johan!lepasin Johan,itu bisa membuat nona Enji mati"
"jika dia mati saat ini juga, bukan kah itu berita bagus" tersenyum smirk yang sudah menjadi ciri khasnya.makin kesini urat urat tangan Johan terlihat jelas oleh kedua belah mata asisten jiangwu sudah di pastikan jika telat menolong Enji yang ada nyawa nya melayang.
"Johan!!!!! hentikan"
"kau akan menyesal Johan camkan kata kata ku itu!" dengan sekuat tenaga akhirnya asisten jiangwu berhasil melepaskan cengkraman tangan Johan di leher Enji.dengan kasarnya mendorong johan ke belakang agar menjauhi enji. sedangkan Johan ia hanya tersenyum seperti tidak melakukan kesalahan sedikit pun.
tubuh Enji merosot ke bawah namun dengan sigapnya asisten jiangwu menangkap nya.
"dengar baik baik Johan, penyesalan akan datang di akhir.jika terjadi sesuatu pada nona enji.aku akan resign dari perkerjaanku" ancam asisten jiangwu, berlalu pergi membawa Enji dan meninggalkan johan seorang diri.
"TERSERAH!!!"sahut Johan dengan teriaknya
...----------------...
Di kamar
Enji sudah terbaring lemah di atas kasur, beberapa menit yang lalu dokter kepercayaan keluarga Park datang dan mencek kondisi Enji untungnya kondisi Enji bisa di selamatkan. gadis cantik itu tengah berbaring tak berdaya di bantu oleh tabung oksigen untuk ia bernafas lehernya yang membiru akibat cekikan johan membuat perasaan asisten jiangwu campur aduk karena terlambat menolong Enji.
"seharusnya aku melarang nona untuk menemui tuan Johan,mungkin nona tidak akan seperti ini.ini salahku" kata asisten jiangwu menyalahkan dirinya dan terduduk lemes melihat kondisi Enji dengan leher berbekas merah kebiruan akibat cekikan yang terlalu kuat.
"ini semua bukan salah kakak,ini semua salah kak Johan karena selalu kasar pada kakak ipar.dikit dikit guna kekerasan dikit dikit main tangan" suguh ji hwa yang sudah berada di samping asisten jiangwu menatap kasian kondisi Enji.
kini mereka sedang menunggu Enji sadar setelah beberapa menit yang lalu diperiksa oleh dokter.
__ADS_1
"tapi tetap saja itu termasuk salah ku,membiarkan johan menyiksa nona Enji yang tidak bersalah"
"andai saja kak Soo hee tidak mengalami kecelakaan dan mengalami koma mungkin sikap kak Johan tidak akan seperti ini,dan mungkin kak Enji tidak terlibat dalam kekerasaan kak Johan dan tidak masuk dalam keluarga ku" ucap ii hwa menerawang.
"bukan itu alasan tuan Johan berubah,tapi ada satu hal membuat sifat nya berubah"
"karena kak Enji terlahir dari rahim wanita itu kan?" terka ji hwa tepat sasaran.
"lalu,apakah nona membenci nona Enji?anak dari wanita yang telah menghancurkan keluarga nona?" tanya asisten jiangwu menatap mata hazel ji hwa.
"benci? itu pasti,sejak awal aku mengetahui jika kakak ipar adalah anak wanita itu aku sudah membencinya but bukan kah kakak ipar tidak terlibat. bukan salah kak Enji yang salah itu adalah ibunya jadi tidak ada alasan aku untuk membencinya."
"ternyata sikap nona sudah dewasa walaupun umur nona masih muda tapi pikiran nona seperti orang berpengalaman"puji asisten jiangwu.
"keadaan lah yang membuat ku menjadi dewasa"
"sejak kakak ipar menikah dengan kak Johan hidupnya bener benar tidak tenang,di siksa,dikurung,di caci maki,dilarang keluar mansion,jatuh dari tangga,di dorong oleh kak Johan dari rooftop dan sekarang hampir mati di tangan kak johan.bukankah itu tidak adil untuk kakak ipar" matanya sudah berkaca-kaca mengingat penderita Enji.
"mungkin ini garis takdir nona enji,suatu saat nanti nona Enji pasti menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya"
"dengan sekuat tenaga saya akan terus melindungi nona dari orang jahat termasuk Tuan Johan, karena orang sebaik nona tidak seharusnya di sakiti" ucap batin asisten jiangwu bertekad untuk melindungi Enji.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
__ADS_1
BYE BYE BYE😘😘😘