TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #49


__ADS_3

HAPPY READING 📖


.


.


Perlahan enji mulai melangkahkan kaki ke sisi ranjang dan ingin melakukan skin to skin namun enji tersadar jika masih ada asisten jiangwu di dalam kamar.


"kenapa nona diam? lakukan saja nona" ucap asisten jiangwu heran saat enji belum melakukan skin to skin.


"bagaimana bisa aku melakukannya di hadapan asisten jiangwu membuatku malu saja?" gerutu enji dalam hatinya


"kenapa asisten jiangwu masih di sini?" jawab enji dengan pertanyaan


"tentu saja melihat nona melakukannya" jawab asisten jiangwu sangat tenang


Sedangkan enji langsung membulatkan kedua belah matanya kala mendengar jawaban asisten jiangwu.


"lebih baik asisten jiangwu keluar tak perlu melihatnya" usir enji secara halus


"kenapa saya tidak boleh melihatnya nona?"


"astaga kenapa asisten jiangwu ini tidak peka sekali, apa benar ia tidak tau dengan metode skin to skin? kalau metode ini dengan cara berpelukan hanya memakai baju dalam" teriak ebji dalam hatinya


"begini asisten jiangwu kalau metode skin to skin ini dengan cara berpelukan dan hanya memakai baju dalam saja" jelas enji dengan wajah sedikit memerah karena menahan malu


Wajah asisten jiangwu sangat terkejut atas penjelasan enji, yang ada di pikiran asisten jiangwu skin to skin hanya berpelukan tanpa melepas baju pikir asisten jiangwu.


"oh, gitu ya nona. kalau begitu saya keluar dulu karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan malam ini" pamit asisten jiangwu


"silahkan" balas enji dengan wajah dasarnya.


Asisten jiangwu langsung keluar dari kamar pribadi johan dan enji.


"astaga jiangwu apa yang kau pikirkan tadi sampai mau melihat nona enji berpelukan dengan tuan johan, dasar bodoh" rutuk asisten jiangwu dalam hatinya.


Setelah kepergian asisten jiangwu enji menatap lekat wajah johan yang pucat.


"kalau melihat keadaan tuan johan seperti ini,aku sangat kasihan padanya tidak tega melihat dia sakit tapi kalau dia baik baik saja dia sangat menyebalkan, kejam, psychopath" kata enji


"ini akan menjadi yang kedua kalinya aku melihat tubuh tuan johan tapi ini lebih parah karena aku akan memeluknya. semoga saja tuan johan tidak akan marah"


Perlahan enji mulai duduk di sisi ranjang dengan jemari lentiknya mulai melepaskan kancing baju johan.


"maaf kan saya tuan johan, saya tidak bermaksud untuk melakukan apapun saya hanya ingin menolong tuan agar demamnya turun" ucap enji lirih sambil jemari lentiknya terus melepaskan kancing baju johan.


Setelah semua kancing baju johan terlepas, enji dengan hati hatinya mengangkat tubuh johan agar melapas semua pakaian yang melekat di tubuh johan.


Akhirnya enji berhasil melepaskan semua pakaian johan dengan bersusah payah karena tubuh johan yang berat.

__ADS_1


"huft,,,, akhirnya selesai juga melepaskan baju tuan johan" ucap enji sambil mengusap keringatnya yang sebesar biji jagung.


Dengan sedikit ragu enji mulai melepaskan satu persatu kancing baju piyama tidurnya.


"kamu pasti bisa enji, kamu pasti bisa" ucap pelan enji menyemangati dirinya sendiri.


Wajahnya sudah di basahi oleh keringat dingin dan detak jantungnya pun mulai tak beraturan.


Akhirnya baju piyama tidur enji telah terlepas dan hanya tersisa bra. Ia mulai memposisikan dirinya mendekati johan yang tengah berbaring dengan bertelanjang dada.


"maaf kan aku tuhan" ucap lirih enji


Ia mulai menyelimuti tubuh johan dan dirinya. perlahan enji mulai merebahkan tubuhnya di samping johan.


Dengan sangat hati hatinya enji mulai memeluk johan dan meletakkan kepala johan di dadanya. enji terus memeluk johan tanpa melepaskan sedikit pun.


"semoga saja besok suhu tubuh tuan johan menurun" harap enji terus mengedarkan pelukannya.


Tak lama kemudian enji terlelap sambil terus memeluk johan.


.


.


Keesokkan harinya


Enji masih terlelap di atas ranjang bersama johan, perlahan enji mulai terganggu dari tidurnya karena ia sedikit kesulitan bernafas.


"jam berapa ini?" tanya enji dalam harinya.


Perlahan mata milik enji terbuka sedikit demi sedikit, saat dirinya ingin mengeliat ia sedikit kesusahan karena ada sesuatu yang menahan tubuhnya.


"kenapa aku susah sekali menggerakkan tubuhku?" monolog enji


Enji belum tersadar jika dirinya di peluk erat oleh johan yang masih tertidur pulas.


"apa apaan ini kenapa wajahku ada di dada tuan johan!" teriak enji dalam hatinya matanya langsung membulat saat menyadari wajahnya berada tepat di dada bidang johan.


"apa jangan jangan aku tidak bisa bergerak seperti ini karena tuan johan memelukku!"


" bagaimana bisa awalnya aku yang memeluknya kenapa berakhir malah aku yang di peluk???" tanya enji sangat bingung, ia benar benar tidak mengingat kejadian malam sampai ia berakhir di peluk johan.


Enji langsung mendongakkan kepalanya melihat johan yang masih terlelap.


"kalau di lihat secara dekat seperti ini tuan johan sangat tampan di bandingkan oleh hyunjin" ucap lirih enji tanpa sadar memuji johan yang terlelap


"astaga enji , kenapa kau malah memujinya? seharusnya yang ku pikirkan bagaimana caranya lepas dari pelukannya sebelum ia bangun" ucap enji dalam hatinya kala ia tersadar beberapa detik yang lalu ia memuji ketamparan johan.


Perlahan enji mulai melepaskan tangan johan yang melingkar di tubuh rampingnya. dengan bersusah payahnya akhirnya enji berhasil lepas dari pelukan johan.

__ADS_1


"huft,,, akhirnya terlepas juga dari pelukan tuan johan" ucap enji lega


"aku harus cepat cepat memakaikan baju tidur untuk tuan johan, kalau sampai tuan johan tau kalau aku memeluknya pasti tuan johan akan sangat marah besar" monolog enji


sesegera mungkin enji langsung memakaikan baju tidur ke tubuh johan. dengan penuh perjuangan akhirnya enji berhasil memakaikan baju tidur ke tubuh johan.


"sepertinya suhu tubuh tuan johan kembali normal seperti semula, suhu tubuhnya juga tidak sepanas tadi malam. ternyata aku berhasil melakukannya" ucap enji dengan mata berbinar binar dengan tangan memegang kening johan.


"aku harus cepat cepat mandi agar aku segera mengerjakan pekerjaan rumah"


Enji sedikit berlari ke kamar mandi, tak membutuhkan waktu yang lama akhirnya enji telah selesai dengan ritual nantinya.


hari ini ia mengenakan dress hitam yang di berikan oleh ji hwa.



Setelah enji telah siap memakai dress yang di berikan oleh ji hwa ia langsung keluar kamar menuju dapur.


Di dapur,


"pak jung" panggil enji


"iya, nona. ada yang bisa saya bantu?" tanya pak jung


"tolong buatkan bubur untuk tuan johan karena tuan johan sakit dan saya minta tolong antarkan bubur itu ke dalam kamar tuan johan" ucap enji


"baik nona" balas pak jung


Enji langsung pergi setelah memberitau pak jung untuk membuatkan bubur. ia pergi ke halaman untuk menyapu halaman karena banyak dedaunan kering yang berjatuhan.


.


.


.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤

__ADS_1


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘


__ADS_2