
HAPPY READING 📖
.
.
Setelah johan keluar dari ruang min young ia melangkahkan kakinya tanpa tujuan, tanpa ia sadari langkah kakinya membawa ia menuju ruang rawat enji. Saat ini ia sudah berada di ruang rawat enji, menatap nanar seorang gadis yang sangat terlihat lemah di bantu oleh peralatan medis menunjang kehidupannya agar bertahan hidup.
Perlahan johan mencondongkan kepalanya mendekati telinga enji dan membisikkan sesuatu.
"hei jala*g sialan cepat bangun! Jangan tiduran terus aku menikahimu bukan untuk kau tiduran aku menikahimu karena ingin balas dendam Kau dengar itu! hey cepat bangun. Aku tidak ingin uangku habis hanya kerena membiayai seorang jala*g yang koma"
"aku janji jika kau bangun beberapa hari kedepan aku tidak akan menyiksamu lagi "
"tapi aku akan membuatmu lebih menderita dari apa yang kau rasakan sebelumnya" sambung johan dalam hatinya sembari tersenyum smirk
Tiba tiba saja senyum smirk johan seketika luntur saat ia mendengar teriakan dari adiknya ji hwa.
"kakak sedang apa di sini?!" teriak ji hwa membuat johan menegakkan tubuhnya dan menatap datar dirinya.
"apa yang kakak lakukan di sini? Apa jangan jangan kakak melakukan sesuatu pada kakak ipar?!" ulang ji hwa karena Johan tidak menjawab pertanyaannya.
"kalau bicara itu jangan sembarangan" mentoyor pelan kepala adiknya.
"lalu kakak ngapain di ruang rawat kakak ipar kalau tidak melakukan sesuatu pada kakak ipar" tuduh ji hwa karena setahu ji hwa johan tidak pernah masuk ataupun memginjakkan kakinya untuk menjenguk enji.
"apa aku tidak boleh menjenguknya? Lagi pula dia istriku tidak ada larangan suami menjenguk istrinya yang sedang sakit"
"ckk, sejak kapan seorang park johan yang sangat terkenal dalam dunia Bisnis mengakaui ia telah memiliki istri"
"lebih baik aku pergi saja dari pada harus melawan bocil ini yang tidak mau kalah" gumam johan dan langsung meninggalkan adiknya yang menatap sengit dirinya.
"kenapa aku bisa sampai memiliki kakak kandung yang tak memiliki perasaan?" gumam ji hwa dengan kepala ia gelengkan.
__ADS_1
Ji hwa langsung memhempaskan bokongnya di kursi yang di sediakan untuk duduk di samping brankar. "kakak ipar kapan sadar? Aku sudah sangat merindukan suara dan tawa kakak. Aku janji jika kakak bangun nanti dan sudah bisa pulang kerumah aku ingin mengajak kakak bermain salju di luar" tangan mungilnya mengusap lembut punggung tangan enji.
Cukup lama ji hwa menemani enji di rumah sakit sampai ia tertidur di sisi brankar tempat enji berbaring dengan tangan memanggang tangan enji.
Sekitar jam 7 malam akhirnya perkerjaan asisten jiangwu telah selesai ia langsung pergi meninggalkan johan yang masih betah di ruangan pribadinya. Dan bergegas ke basement parkiran.
Tak butuh waktu yang lama akhirnya asisten jiangwu sudah bearada di lobi rumah sakit dan langsung menuju ruang rawat enji.
Setibanya asisten jiangwu di ruangan enji, perlahan ia Melangkahkan kakinya mendekati 2 gadis cantik tengah tertidur pulas. namun. Salah satu dari mereka ada seorang gadis belum sadarkan diri dari tidur panjangnya.
"kasihan nona ji hwa sampai ketiduran menjaga nona eunji yang entah sampai kapan terus menutup matanya. "ucap lirih asisten jiangwu dengan tangan satunya membelas lembut rambut panjang ji hwa.
Detik berikutnya asisten jiangwu membangunkan ji hwa dari tidurnya walaupun sedikit susah membangunkannya.
"eugh, ada apa kak?" tanya ji hwa belum sepenuhnya kedua belah matanya terbuka sesekali ia menguap.
"pulanglah ini sudah malam"
"tapi aku ingin menemani kakak ipar di sini, kasihan kakak ipar di rumah sakit sendirian tidak ada temannya" ucap sendu ji hwa menatap enji yang masih betah memejamkan matanya
"lebih baik nona pulang ini sudah malam, biar saya yang akan menemani nona eunji malam ini. Dan besok nona bisa kembali ke sini untuk menemani nona eunji" imbuh asisten jiangwu langsung diangguki oleh ji hwa. Dengan berat hati ji hwa meninggalkan ruang rawat enji.
Setelah kepergian ji hwa asisten jiangwu langsung mendudukkan bokongnya di kursi yang di duduki oleh ji hwa. Mata coklatnya menatap nanar enji yang masih memejamkan matanya tanpa bosan.
"kapan nona bangun? Apa mimpi nona lebih indah dari pada melihat dunia ini?"
"tentu saja nona memilih mimpi indah itu di bandingkan harus menatap dunia ini yang penuh penderitaan" asisten jiangwu tersenyum kecut.
"entah kenapa saya sangat sedih melihat nona berbaring lemah seperti ini? Rasanya saya ingin menggantikan posisi nona biar saya saja yang akan merasakan sakitnya dan nona tidak akan merasakannya." ucap pelan asisten jiangwu
Cukup lama asisten jiangwu berbicara dengan enji walaupun belum tentu enji mendengarkan perkataan asisten jiangwu.
tepat jam 12 malam rasa kantuk mulai menyerang asisten jiangwu, menit berikutnya asisten jiangwu sudah tertidur dengan posisi terduduk, dengan kedua belah tangan ia lipat di sisi brankar sebagai alas kepalanya. Sudah pasti badan asisten jiangwu sangat sakit dengan posisi tidur terduduk.
__ADS_1
Sedangkan johan ia sudah berada di mansionnya dan mulai berniat ingin tidur namun matanya selalu menolak permintaan hatinya.
Tubuhnya bertolak belakang dengan pikirannya, kini kamar pribadinya sudah acak acakan seperti kapal pecah. Sejak enji masuk rumah sakit keadaan kamarnya sangat memprihatinkan.
Padahal jarum panjang sudah menunjukkan angka 12 namun matanya sama sekali belum bisa tertutup sebab pikirannya selalu tertuju pada enji.
Johan sudah berganti ganti posisi tidur namun tidak ada posisi yang membuatnya nyaman. Sesekali ia beralih ke sofa panjang namun tetap saja matanya masih belum bisa tertutup dan terakhir ia mencoba tidur di lantai yang dingin bukannya matanya yang tertutup malahan dirinya yang Kedinginan. Dan berakhir dengan teriakannya yang menggelegar di setiap penjuru sudut kamarnya.
Sial!
"bagaimana bisa jala*g sialan itu bisa tidur dengan nyenyak di lantai ini tanpa pakai alas apapun? Apa ia tidak kedinginan?" monolog johan mengingat enji tertidur pulas di lantai tanpa memakai selimut, bantal ataupun alas tidur.
Otaknya kembali mengingat enji, entah kenapa hatinya menghangat saat ia mengingat senyum manis enji apalagi mengingat ia mencuri ciuman pertama enji saat pertama kalinya ia bertemu enji di restoran itu. Tanpa ia sadari otaknya ingin sekali mencicipi kembali bibir enji yang sangat lembut.
"ciuman itu sangat Memabukkan, rasanya aku ingin kembali mengulangnya. Walaupun aku sering mencium soo hee tapi ciuman ini lebih memabukkan dari ciuman soo hee" tutur johan pikirannya sudah traveling kemana mana.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
__ADS_1