
HAPPY READING 📖
.
.
.
Enji hanya pasrah dan langsung berbalik melangkah perlahan keluar dari ruang kerja johan namun saat di ambang pintu johan menghentikan langkahnya.
"buatkan aku orange juice!" titah johan
"baik tuan"
"satu lagi, siapa yang mengganti pakaian kerja ku dengan piayam tidur? " tanya johan sembari menatap enji yang menunduk.
"itu,,,, eh,,,," ucap enji sangat gugup
" jika tuan johan tau kalau aku yang mengganti pakaian kerja nya dengan piyama tidur, apa tuan johan akan marah" gumam enji dalam hatinya.
"jawab! " bentak johan dengan tangan memukul meja kerjanya sampai membuat enji terjingkrak kaget.
"yang menganti pakaian tuan adalah sa" belum enji menyelesaikan ucapannya tiba tiba saja asisten jiangwu langsung memotong ucapan enji.
"aku! aku yang mengganti pakaian kerja mu dengan piyama tidur" potong asisten jiangwu yang berada di ambang pintu.
"dasar tidak sopan. apa kau gay hah? " cetus Johan dengan suara yang meninggi.
"gay? jangan mengada ngada johan. mana mungkin aku gay." jawab asisten jiangwu sembari tangan bersedekap di dada.
"mana ada maling ngaku, bilang saja kan kau ingin melihat tubuhku yang berotot" celetuk johan
"tuan muda park johan yang terhormat, ternyata anda terlalu percaya diri. apa anda pikir cuma anda saja yang memiliki tubuh yang berotot saya juga memilikinya" sahut asisten jiangwu dengan wajah dasarnya.
"apa tuan ingin melihatnya? biar imbas karena saya telah melihat tubuh tuan tanpa seijin tuan" tawar asisten jiangwu.
Enji masih terdiam mendengarkan ucapan asisten jiangwu pada johan.yang berada di samping asisten jiangwu
"kenapa asisten jiangwu berbohong? kalau sampai tuan johan tau yang sebenarnya akan ku pastikan yang mendapat masalah bukan hanya asisten jiangwu aku juga akan mendapatkan masalah " batin enji
"lebih baik kau pergi dari hadapan ku jiangwu, aku merasa jijik melihatmu!" usir johan langsung memalingkan wajahnya.
"hey jal*ng kenapa masih di sini?! buatkan aku orange juice!" teriak johan saat ia melihat enji yang masih berdiam mematung di samping asisten jiangwu.
"ba,,, baik tuan" jawab enji setelah tersadar dari pikirannya dan langsung berlari keluar dari ruang kerja johan.
setelah kepergian enji, johan langsung menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya sembari memijit pelipisnya.
__ADS_1
"kenapa kau masih di sini ha?" teriak johan saat ia melihat asisten jiangwu masih terdiam diri di hadapannya.
"aku ke sini hanya ingin mengingatkanmu besok schedule mu sangat padat, jadi jangan sampai kelelahan"
"cih, sudahkan kau menyampaikannya sana pergi! " decih johan
"baiklah, selamat siang" ucap jiangwu sembari menundukkan kepalanya memberi hormat pada johan sebagai atasannya.
Asisten jiangwu langsung meninggalkan johan seorang diri di ruangan kerjanya, tak berapa la kemudian enji langsung masuk ke dalam ruangan johan dengan membawa nampak yang berisi segelas orange juice.
Dengan hati hatinya enji meletakkan segelas orange juice di atas meja johan.
"silakan di minum tuan" ucap pelan enji
Johan langsung mengambil segelas orange juice dan meminumnya perlahan. namun seketika johan mengerutkan keningnya saat ia meminum orange juice dan menyemburkan orange juice hampir mengenai wajah enji.
"apa apaan ini, kenapa orange juice ini pahit! " teriak johan sambil menatap tajam enji yang menunduk.
"tapi saat saya mencobanya rasa tidak pahit tuan" jawab enji sangat gemeteran
"apa! jadi kau telah meminumnya duluan baru kau berikan pada ku dasar jal*ng!!" teriak Johan sangat menggelgar seperti petir.
"bukan begitu tuan,,,,"
Johan langsung melempar segelas orange juice yang hampir mengenai kepala enji.
Pecahan gelas menacap di punggung kaki enji, ia hanya diam merasakan perih di punggung kakinya. enji benar benar tidak berani bersuara apalagi mengaduh kesakitan di punggung kakinya.
"apa kau ingin membunuhku ha!" teriak johan dan mulai mendekati enji yang terdiam.
"saya sema sekali tidak bermaksud apa pun tuan, mungkin lidah tuan yang pahit jadi saat tuan meminum orange juice jadi terasa pahit" kata enji tanpa sadar ia telah Menyinggung johan.
"apa kau bilang lidah ku pahit!" teriak john telat di wajah enji
"bukan begitu tuan sa,,, "
Plak...
Johan langsung melayangkan tamparannya ke wajah putih enji. enji yang tak siap mendapat tamparan dari johan langsung terjatuh kelantai sampai tangannya menimpa pecahan gelas dan melekat di telapak tangannya.
"aww" pekik enji merasakan pecahan gelas itu melekat di telapak tangan enji sampai mengeluarkan setetes demi tetes darah.
John mulai menurunkan badannya menyamai tubuh enji yang terduduk di lantai.
"bagaimana? " tanya johan sangat pelan tepat di telinga enji dan tangan kanan nya mengambil pecahan gelas yang besar di lantai tanpa sepengetahuan enji. tangan kirinya mencengkramkan rahang enji sampai mulut enji seperti ikan.
"sepertinya kau harus di beri hukuman agar kau akan terus mengingatnya" ujar johan sembari menyunggingkan senyum smirk nya.
__ADS_1
Dengan secepat kilat Johan menggoreskan pecahan gelas di pipi kiri enji sampai mengeluarkan darah.
Enji sangat terkejut dengan tindakan johan yang menggoreskan pecahan gelas ke wajah enji tanpa ada rasa kasihan.
"apa kau ingin lagi sayang? akan ku buat wajahmu seperti lukisan yang tak akan pernah hilang" kata johan sambil melepaskan mencengkeramnya di rahang enji dan menghapus darah yang keluar dari luka ia gerakan tadi.
"tidak jangan tuan" balas enji dengan wajah yang sangat takut sembari terus menggelengkan kepalanya.
"kenapa?"
"maafkan saya tuan maafkan saya, ampuni saya tuan" mohon enji dengan wajahnya yang sangat takut, tangannya yang gemetaran dan tidak lupa juga airmata nya mulai menetes membasahi pipinya.
"kalau seperti ini aku sangat merasa senang melihatmu menangis dan memohon mohon padaku! dasar jala*g!" kata johan langsung mendorong kepala enji hampir mengenai dinding
"aku masih berbaik hati padamu karena tidak melanjutkan hukumanmu dan cepat bereskan semua kekacauan yang kau buat ini! aku tidak mau tau setelah aku kembali lagi ke sini ruang kerjaku sudah bersih tanpa ada ceceran air dan pecahan kaca!" titah johan sembari bangkit. enji langsung menganggukkan kepalanya
"cepetan! jangan lama!" teriak johan
"baik tuan" jawab enji sangat lirih
johan langsung keluar dari ruang kerja nya. setelah kepergian johan, hal yang pertama ia lakukan adalah menangis merasakan sakit di telapak tangannya dan pipi kirinya yang sangat pedih akibat lukanya terkena air matanya.
"kenapa semakin hari aku semakin menderita berada di sini? aku benar benar tidak kuat lagi merasakannya. aku ingin mati saja, jika aku tau kalau ujung ujungnya aku hidup hanya di siksa lebih baik aku tidak perlu lahir ke dunia ini. dunia ini benar benar kejam bunda, aku tidak kuat. hiks,,,, hiks,,," ucap enji ia benar benar sudah tidak kuat dengan segala penderitaan ya ia rasakan selama ini.
.
.
.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
__ADS_1