
Maaf banget ya para reader 🙏🙏🙏 aku beberapa hari yang lalu nggak bisa up karena aku harus ngerjakan tugas sekolah.
Maunya sih malam kemarin aku mau up tapi aku malah sakit jadi nggak bisa
maaf banget ya semuanya
🌻
HAPPY READING📖
Dimeja makan
Hanya terlihat jenny dan ibunya yang tengah asyik memasukkan makanan kedalam mulut mereka.
Mata hitam jenny melihat pak jung dan pelayan wanita membawa nampan yang berisi piring bekas langsung menghentikan langkah mereka.
"pak jung" panggil jenny
"iya nona, ada yang bisa saya bantu" sahut pak jung sopan
"jala*g itu sudah selesai makan?"
"maksud nona, nona eunji?"
"iya, siapa lagi? Jala*g itu sudah selesai makan?" tanyanya lagi.
"sudah nona"
"ckk, cepat sekali dia makan"
"untuk apa kau mengurus dia?" timbal ibunya tanpa menatap jenny
"siapa juga yang mengurusnya. Ckk membuang waktuku saja." sela jenny dan kembali memasukkan makanannya.
"pak jung silahkan lanjutkan pekerjaanmu" cetus ibunya
"baik nyonya. Saya permisi" ucapnya hormat sembari membungkukkan badannya
Setelah kepergian pak jung dan pelayan wanita, meja makan kembali hening hanya terdengar dentingan sendok. Karena ini adalah salah satu peraturan turun temurun di keluarga park. Saat makan sangat dilarang untuk berbicara sedikit pun.
Tak lama kemudian jenny dan ibu nya telah selesai dengan makan siang nya. Ia langsung bangkit dari duduk nya namun terhenti kala ia mendengar teriak kan johan yang sangat menggelegar dan langsung menghampiri johan yang berada diruang tengah diikuti oleh ibunya.
"pak jung!!!" teriak johan yang sangat menggelegar
"pak jung!!!" teriaknya kembali
"kakak apa apaan sih teriak teriak kaya tarzan aja" cetus jenny
"diam kau!" bentak johan
"johan, kenapa kau teriak teriak seperti itu nak?" tanya ibunya lembut
"lebih baik ibu diam saja!"
"pak jung!!!" teriak nya lagi
Pak jung yang mendengar teriakan johan memanggilnya langsung menghampiri johan diruang tengah.
"kenapa kau lama sekali?!Hah?!" teriak johan melihat pak jung baru sampai dihadapannya.
"maafkan saya tuan" ucap pak jung sembari menundukkan kepalanya.
"aku tidak butuh maafmu. Yang ku butuhkan saat ini semua pelayan dan pengawal suruh mereka kesini sekarang!!" titah johan mutlak
"baik tuan"
Pak jung sedikit berlari memanggil semua pelayan dan pengawal.
Tak butuh waktu yang lama pak jung kembali keruang tengah dimana johan berada diikuti oleh tiga puluh pelayan wanita dan tiga puluh pengawal laki laki.
Para pelayan dan pengawal berbaris rapi dihadapan johan dengan kepala menunduk mereka tidak berani menatap johan yang memandang mereka sangat tajam seperti sedang menatap mangsanya.
Wajah johan memerah menahan amarah, rahangnya sudah mengeras sejak memasuki mansionnya.
"untuk apa kakak mengumpulkan semua pelayan dan pengawal disini?" tanya jenny kepada kakak kesayangannya.
__ADS_1
"lebih baik nona diam saja" timbal asisten jiangwu sudah berada dibelakang jenny
Dan asisten jiangwu melangkahkan kakinya mendekati johan
"siapa diantara kalian yang telah membocorkan acara pernikahanku pada pak tua itu?!" tanya johan dengan suara meninggi
"jawab!!!" sambung johan metasa tidak ada jawaban
"maaf tuan johan saya tidak tau apa apa tentang itu" jawab pak jung
"lebih baik kalian jujur, siapa diantara kalian yang telah membocorkan acara pernikahanku pada pak tua itu. Aku akan sedikit mengurangi hukumannya tapi jika tidak ada diantara kalian yang mengaku lebih baik ucapkan selamat tinggal pada dunia"
"ku hitung mundur kalau sampai tidak ada yang mengaku. Pengkhianat itu akan tau akibatnya"
" sepuluh, sembilan, delapan, tujih, enam, lima, empat, tiga, dua, saaaatu"
"cih, tidak ada yang mau ngaku ya? Wow punya nyali banyak atau punya banyak nyawa" dengus johan
ΔΔΔ
Selepas kepergian pak jung dan pelayan wanitu itu dari kamar enji. Enji masih betah duduk disofa yang sangat empuk itu, matanya menatap lurus kedepan tanpa berkedip. Entah apa yang ia pikirkan hanya ia dan tuhan.
Author juga nggak tau apa yang dipikirkan enji
Wkwkwk
Enji tertutup banget sama author :'(
Enji langsung tersadar dari lamuna nya. Dan bangkit dari duduk nya langkah nya membawa ia ke atas ranjang king size. Namun langkah kakinya berbelok ke arah pintu kamar. Saat matanya melihat pintu kamar terbuka sedikit.
"huft, ternyata pak jung tidak rapat menutup pintunya"
Saat tangannya ingin menutup pintunya telinganya mendengar teriak kan seseorang yang sangat nyaring.
"suara siapa itu?" tanyanya
Tangan mungil nya tidak jadi menutup pintu malahan tangannya membuka pintu kamarnya sedikit terbuka lebar. sedikit demi sedikit ia melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya.
Enji bener bener tidak ingat pesan dari pak jung. Ia terus melangkahkan kaki nya sampai ia ada didepan tangga.
"sepertinya suaranya dari bawah"
Sesampainya ia ditangga terakhir betapa terkejutnya ia melihat seseorang yang berteriak itu adalah johan.
Keberadaan enji tidak diketahui oleh siapa pun karena keberadaan enji di belakang mereka.
Semua orang memunggungi enji terkecuali pak jung dan para pelayan wanita dan pengawal namun mereka tidak melihat keberadaan enji.
Enji mulai mendekati ibu johan dan berniat ingin bertanya pada ibu johan namun ia urungkan karena mendengar suara bariton johan
"cih, tidak ada yang mau ngaku ya? menakjubkan." ucap johan sembari menepukkan kedua belah tangannya
"bibi yen, kenapa kau gemetaran? Apa kau membuat salah padaku atau kau yang telah membocorkan acara pernikahanku pada pak tua itu? Jawab!!" tanyanya pada bibi yen yang berada paling belakang namun mata coklatnya bisa melihat segurat kecemasaan dan dengan tubuh bergetar hebat pada diri bibi yen
"ti-ti-dak tu-an" jawab bibi yen sangat gugup
"ckk, kenapa kau gugup menjawab pertanyaanku?" tanya johan namun tidak ada jawaban dari bibi yen
"kalian boleh pergi dari sini. Kembali berkerja!" titah johan
semua pelayan wanita dan pengawal langsung memberi hormat pada johan. Semua pelayan wanita dan pengawal berbalik dan melangkahkan kakinya meninggalkan johan.
"kecuali bibi Yen" sambung johan
Bibi yen langsung berhenti melangkahkan kakinya dan kembali berbalik
"ada apa tuan johan?"
"ckk, tidak perlu basa basi. Bibi jujur saja kalau bibi kan yang membocorkan acara pernikahan ku pada pak tua itu!" cetus johan langsung to the point.
karena ia sudah tau kalau orang yang telah membocorkan acara pernikahannya adalah bibi yen. saat ditengah perjalanan pulang ia diberitau oleh asisten jiangwu.
"maaf tuan saya tidak paham apa yang tuan ucap kan" elak bibi yen
"ckk, kau tau bi yen. aku paling tidak suka dikhianati apalagi dibohongi" cetus johan meninggi sembari memgambil senjata api didalam jas hitamnya.
__ADS_1
dengan cepat tangannya langsung menembak bibi yen tepat dijantungnya
Dor
Dor
Dor
Ibu nya dan jenny yang melihat johan menembak bibi yen langsung berteriak sangat histeris.
"henti kan johan henti kan!!! apa yang kau lakukan?! kenapa kau menembak bibi yen?!" ucap ibu nya meninggi ia bener benar shock.
"karena dia adalah pengkhianat" jawab johan langsung setelah berhenti menembak bibi yen ia pun langsung memasuk kan pistolnya ke dalam jasnya.
Enji yang menlihat dengan jelas aksi penembak kan langsung terjingkrak kaget dan memundurkan langkahnya dengan cepat sampai tangan nya tak sengaja menyenggol vas bungaa sampai vas bunga itu pecah
Praaangggg!!!
Semua orang yang mendengar benda pecah dibelakang, langsung berbalik ke belakang.
Tubih enji membeku matanya menatap pecahan vas bunga yang berserak kan.
"kau?! Sedang apa kau disini?!" teriak jenny
"a-a-a-ku " jawab enji sangat gugup
"Astaga vas bunga ku, dasar kurang ajar. Jala*g sialan" teriak jenny saat matanya melihat vas bunga kesayangan nya yang beberapa hari yang lalu ia beli dan sekarang vas bunga nya pecah.
ia pun melangkhkan kakinya menghampiri enji dan langsung melayangkan tamparannya.
Plakk!!!
begitulah bunyi suara tamparan keras Jenny mendarat telak di pipi mulus enji. Tamparan yang sangat keras sampai enji tersungkur dilantai tepat tangannya mengenai pecahan vas bunga yang berserak kan. Wajahnya yang cantik tertutupi oleh rambut hitamnya .Telapak tangannya yang lembut kini ditutupi oleh darah yang keluar.
"aw," pekik enji merasakan telapak tangannya tertancap beberapa pecahan guci.
Enji harus merasakan sakit yang Doble ditubuhnya. pipi mulusnya kini mulai memerah dan bengkak. Yang satunya lagi merasakan perih di telapak tangannya yang terus mengeluarkan darah.
Dan enji langsung menarik tangannya, mata coklatnya menatap tangannya yang berlumuran darah. Ada beberapa pecahan vas bunga yang masih menancap di telapak tangannya. Tangan kirinya langsung mengambil pecahan guci yang melekat ditelapak tangannya.
"aw" ringgis enji saat ia mencabut pecahan vas bunga di telapak tangan nya.
Jenny yang melihat enji terluka tersenyum puas namun belum bisa memuaskan dirinya untuk menyiksa enji anak wanita yang sudah menghancurkan hidup keluarganya.
Kemudian kaki ramping jenny langsung menendang tubuh enji yang lemah.
Buk buk buk
Enji hanya diam mendapat tendangan dari jenny. Bibir bawahnya ia gigit sangat keras sampai mengeluarkan darah hanya untuk menahan rasa sakit ditubuhnya dengan air mata yang sudah menganak sungai.
"ini seperti deja vu bagiku. terulang kembali, peristiwa yang sangat inginku lupakan kenapa harus kembali terulang lagi? Hanya saja ada sedikit berbeda. Disini tak ada seorang pun yang membelaku" ucapnya dalam hatinya pada dirinya sendiri
"rasakan ini hahahahaa" ucap jenny sedikit tertawa sembari terus menendang tubuh enji
"jenny hentikan" cicit johan sembari melangkahkan kakinya menghampiri jenny
Dan....
apa yang akan terjadi kepada enji?
nantikan kelanjutannya di part selanjutnya
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
__ADS_1
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘