
HAPPY READING📖
Tak berapa lama ji hwa sudah selesai mengobati luka di telapak tangan enji.
"selesai" ucapnya sembari mata coklatnya menatap telapak tangan enji yang berbalut kain kasa.
"terima kasih nona ji hwa" cicit enji tersenyum simpul pada gadis yang berada di depannya
"sama sama kakak ipar" balasnya tersenyum sangat manis sampai terlihat lesung pipi di kedua belah pipi nya.
"untuk apa sih ji hwa segala mengobatinya, jal*ng seperti dia tidak perlu di obatin apa lagi kasihanin. menyebalkan." gerutu jenny dalam hati nya.
"ayo kakak ipar,aku bantu kakak berdiri. kita ke kamar kakak, biar kakak ipar istirahat di kamar" jelas nya.
"iya" balas nya sembari menganggukkan kepala nya.
ji hwa langsung membantu enji untuk berdiri dan memapah enji. saat mereka ingin menaiki anak tangga johan langsung menghentikan langkah mereka dengan suara bariton nya.
"siapa yang menyuruh mu membawa dia, ji hwa?" berjalan mendekati mereka
"emang kenapa kak? lagi pula kakak ipar harus istirahat" balasnya ketus tanpa menoleh menatap wajah kakak nya.
"apa hak mu hah? di sini itu aku yang berhak atas hidup nya atau pun mati nya" teriak nya. tangan nya langsung menarik tangan enji dan membawa nya dalam pelukkan nya.
Enji langsung terkejut atas tarik kan dari johan. apa lagi wajah nya melekat di dada bidang johan.
ji hwa langsung berbalik dan menatap tajam kakak nya yang sedang menatap nya tanpa Mengedipkan kedua belah mata nya. ji hwa tidak bisa menjawab perkataan kakak nya, ia membenarkan ucapan kakak nya.
"apa yang kakak ucap kan memang benar. aku tak punya hak atas diri kakak ipar tapi cara kakak Memperlakukan kakak ipar tidak baik" ucap nya dan menekankan kata Tidak baik.
johan yang mendengar perkataan adik nya hanya diam. mata hitam nya langsung melirik enji yang berada di pelukkan nya.
"dasar jal*ng murahan!" teriak nya dan mendorong tubuh enji sampai terjatuh di lantai keramik
"kakak ipar" teriak ji hwa dan langsung menghampiri enji yang terduduk dan membantu enji untuk berdiri.
"kakak kakak, jal*ng kan memang murahan tidak ada harga nya. kalau di banding kan dengan sampah, masih berharga sampah" sahut jenny sembari mata nya menatap enji sangat sinis
ji hwa yang mendengar ucapan jenny, mata nya langsung memerah karena menahan amarah.
"jaga bicara kakak ya! sudah berapa kali ku katakan kakak ipar bukan jal*ng" teriak ji hwa
"ckk, bela saja terus" balas jenny
" aku tidak me..." teriak ji hwa terpotong kala tangan nya di pegang enji
"nona jangan" ucap pelan enji sembari menggelengkan kepalanya
ibunya yang mendengar perdebatan anak nya langsung pergi. ia benar benar muak dengan perdebatan anak anak nya hanya karena membela enji anak wanita yang sudah menghancur kan keluarga nya.
johan yang melihat ibu nya pergi hanya diam namun di dalam pikiran nya ia menyalah kan enji atas kepergian ibu nya.
"pasti ini semua gara gara jal*ng jadi ibu pergi dari sini. liat saja, apa yang akan aku lakukan pada mu" cetus nya dalam pikiran nya sembari tersenyum smirk.
"bisa kah kalian diam!!" teriak johan pada kedua adik nya
"dan kau, ikut aku!" sambung johan tangan kekar nya langsung menarik pergelangan tangan enji sampai pergelangan tangan enji memerah.
"kakak, mau bawa kakak ipar ke mana?" tanya ji hwa tangan mungil nya juga memegang pergelangan tangan kanan enji
"itu terserah ku" sahut johan dan menarik pergelangan tangan enji.
"aku tidak mengijin kan kakak membawa kakak ipar" balas ji hwa sembari menarik pergelangan tangan enji.
mereka terus menarik satu sama lain seperti tarik tambang.
"apa aku ini barang? sampai aku harus di perebut kan seperti ini" monolog enji dalam hati nya
sesekali ia meringis atas tarik kan tangan dari johan dan ji hwa.
"apa apaan ini kenapa mereka seperti main tarik tambang?" monolog jenny saat ia melihat johan dan ji hwa menarik enji
jenny langsung melangkah kan kaki nya mendekati ji hwa dan langsung melepas kan pegangan tangan ji hwa di pergelangan tangan enji.
saat sudah terlepas pegangan tangan ji hwa di pergelangan tangan enji. tubuh ji hwa langsung di peluk oleh jenny
"kakak apa apaan sih? lepas nggak" ucap ji hwa sembari terus meronta di dalam peluk kan jenny
"nggak, ayo ikut aku!" paksa jenny dan langsung melepaskan pelukkan nya namun tidak ada celah untuk ji hwa lepas dari jenny sebab tangan mungil nya langsung di pegang oleh Jenny dan di tarik paksa oleh jenny.
__ADS_1
jenny langsung membawa adik nya ke dalam kamar adik nya dan mengunci ji hwa dari luar.
"kakak!! buka pintu nya" teriak ji hwa dengan tangan terus menggedor pintu kamar nya.
jenny yang mendengar teriak kan adik nya hanya tertawa tanpa ada niatan untuk membuka kan pintu kamar adik nya.
Dan jenny langsung pergi dari depan kamar ji hwa.
ΔΔΔ
selepas pegangan tangan ji hwa di pergelangan tangan enji. tubuh enji langsung di tarik paksa oleh johan dan menyeret nya.
"ayo ikut aku!" perintah johan sembari menarik paksa enji
"kita mau kemana tuan?" tanya enji
namun yang di tanya hanya diam tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaan enji. enji terpaksa mengikuti langkah johan yang lebar.
saat dirinya di bawa oleh johan ke lorong yang sangat gelap hanya ada beberapa cahaya yang meneranginya , ia langsung menghentikan langkahnya.
johan yang merasakan langkah enji berhenti ia langsung menoleh menatap wajah enji.
"ayo cepat!"
"ki-kita mau ke mana tuan? ke-kenapa tempat ini gelap" tanya enji gelagapan ia benar benar takut dengan ke gelapan.
"ini adalah ruang bawah tanah, ayo!"
"saya tidak mau tuan" balas enji ketakutan sembari menggelengkan kepala nya
"jangan sampai aku berbuat kasar lagi!"
"tidak, saya tidak mau" tolak enji dan mencoba melepaskan tangan johan dipergelangan tangan nya.
Dan enji berhasil melepaskan pegangan tangan johan ia pun langsung berbalik dan berlari meninggalkan johan
"dasar wanita sialan!" umpat johan, ia langsung mengejar enji yang tak jauh dari dirinya dengan langkah kakinya yang sangat lebar.
Tangan kekar nya langsung menangkap lengan mungil enji
"kau mau kemana? hm" tanya johan sembari mengeratkan cengkraman nya di lengan enji
"sakit ya? maka nya menurut pada ku. ayo!" sahut johan sembari menarik paksa enji
"tidak, saya tidak mau tuan" cetus enji hanya berdiam diri tanpa menggerak kan tubuh nya sama sekali.
johan yang mendengar jawaban enji langsung melayang kan tamparan ke wajah cantik enji sampai enji tersungkur di lantai.
Plakkk!!
enji yang mendapat tamparan dari johan hanya diam tangannya mengelus pelan pipi nya.
"ibu, enji takut" panggil enji dalam hatinya pada ibu nya.
kedua pelupuk mata nya sudah mengalir deras.
"ayo berdiri! aku tidak menyuruh mu untuk duduk. apalagi menangis" titah johan.
enji hanya diam tanpa mendengarkan perintah johan.
johan yang melihat enji masih duduk tanpa mendengarkan perintah nya. rahang nya sedikit mengeras, ia langsung menarik paksa enji untuk berdiri
"ayo bangun!" paksa johan.
enji terus menggelengkan kepala nya.
"huft" johan langsung menghembus kan nafasnya secara kasar
"baik lah jika kau tak mau" ucap johan
tangan johan langsung mengangkat tubuh mungil enji dan meletakkannya di bahu lebarnya seperti karung beras.
"tuan, tolong turunkan saya" ucap enji sembari tangan memukul punggung johan
"diam!!!" teriak johan sembari melangkah kan kakinya
tak lama kemudian langkah johan langsung berhenti di depan pintu. tangan nya memegang handle pintu dan memutarnya sampai pintu bercat hitam terbuka lebar.
Dan ia langsung masuk ke dalam ruangan yang sangat gelap tanpa ada lampu, lilin atau pun cahaya yang menerangi ruangan itu.
__ADS_1
pandangan enji langsung gelap setelah memasuki ruangan. ia benar benar tidak tau ruangan apa itu yang pasti ruangan yang sangat gelap tanpa ada cahaya sedikit pun dan ruangan yang sangat pengap.
johan langsung menurunkan enji di bahunya dengan sangat kasar sampai punggung enji membentur dinding.
"aww" ringgis enji
johan tersenyum puas mendengar rintihan enji yang kesakitan. dirinya langsung berbalik dan keluar dari ruangan yang sangat gelap.
enji yang mendengar langkah johan menjauh dari dirinya. ia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu dengan tangan terus meraba udara.
"tu-tuan" cicit enji sembari tangan terus meraba raba udara dengan melangkahkan kakinya pelan pelan.
sesampainya enji di depan pintu, tangannya mencoba mencari handle pintu. saat dirinya sudah memegang handle pintu, ia mencoba memutar handle pintu namun tidak bisa di putar.
"apa pintunya di kunci?" monolog enji
"tu-tuan buka pintunya, ke-kenapa pintunya di kunci tuan?" tanya enji
"tidur lah di sini, semoga mimpi buruk." balas johan dari luar. kakinya langsung meninggalkan enji yang berada di dalam ruangan yang sangat gelap itu.
"tu-tuan buka pintunya, saya takut tuan. di sini sangat gelap. hiks... hiks.. hiks..." cicit enji sembari tangan menggedor pintu.
"tuan buka pintunya"
"tuan saya takut"
perlahan lahan tubuh enji mulai merosot kebawah dan menyandarkan kepalanya di pintu itu. air matanya terus mengalir tanpa henti.
"tuan..."
ΔΔΔ
Di sisi lain di rumah yang besar tampak seorang remaja laki laki tengah mondar mandir di dalam kamarnya tangannya memegang ponsel sesekali ia menatap layar ponselnya.
"kenapa kak enji tidak menelponku ya?" monolog pria itu sembari menatap layar ponselnya.
"padahal kakak janji kepadaku akan menelponku dan akan mengirim pesan padaku tapi kenapa kakak sama sekali tak menelponku" ucapnya sangat gusar
"jimmy, bisakah kau berhenti mondar mandir?! mataku sakit melihatmu mondar mandir tidak jelas" ucap seorang perempuan yang berada di ambang pintu sembari bersedakap dada
"lagi pula aku tak menyuruh kak jessalyn untuk melihatku mondar mandirkan?" balas jimmy datar
"kau pasti menunggu telpon dari enji kan?" tanyanya pada adiknya
"bukan urusan kakak" jawab jimmy ketus tanpa melihat wajah Jessalyn
"jimmy jimmy, untuk apa kau menunggu enji menelponmu? paling paling ia sedang bersenang senang dengan suaminya. kau taukan suaminya kaya raya dan kau sudah pasti dilupakan olehnya. habis manis sepah di buang"
" lebih baik kakak diam dan pergi dari kamarku" usir jimmy
"baiklah" ucap jessalyn dan pergi dari kamar jimmy
selepas kepergian jessalyn, jimmy langsung mendudukkan bokongnya di kasurnya.
"apa benar yang dikatakan kak jessalyn? kalau kak enji sudah melupakan ku" monolog jimmy
"tidak itu tidak benar, mungkin saja kakak enji sibuk atauuu..." ucapnya sembari menggelengkan kepalanya.
"tidak tidak tidak, kak enji pasti baik baik saja. mungkin kak enji lagi tidur. ayo jimmy jangan berpikiran negatif terus. kau harus yakin kak enji pasti baik baik saja" ucapnya untuk meyakinkan dirinya.
Bersambung....
Maaf jika ada kata yang typo
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
__ADS_1