
HAPPY READING 📖
"ya tuhan, apa yang harus ku lakukan agar nona eunji tenang?" batin asisten jiangwu
Padahal masih pagi hari namun wajah asisten jiangwu sudah di penuhi oleh keringat yang sebesar biji jagung akibat ia berusaha menenangkan enji walaupun belum berhasil, sebisa mungkin asisten jiangwu mencoba terus menenangkan enji.
"nona jangan seperti ini nona, tenangkan diri nona. Tidak ada yang akan menyakiti diri nona"
"aku ingin mati saja, jika aku masih hidup dia pasti akan Menyiksaku lagi lalu dia akan membunuhku hiks hiks hiks. Aku takut" ucap enji dengan bibir bergetar bukan hanya itu saja terpampang nyata wajahnya sangat ketakutan.
"dia akan datang, dan membunuhku aku takut aku takut!!" teriak enji
Sesekali enji menggelengkan kepalanya kemudian menutup kedua belah telinganya dengan tangannya. Matanya terus melirik ke sembarang arah tanpa mempedulikan asisten jiangwu yang ada di sampingnya yang berusahan menenangkannya.
"nona jangan takut, ada saya nona. Saya yang akan melindungi nona dari orang yang akan membunuh nona"
"hiks hiks hiks, kenapa aku masih hidup! Aku ingin mati aku ingin mati!!! " teriak enji di iringi oleh suara tangisnya
Min young hanya terdiam di tempat melihat kondisi Enji sekarang tanpa sadar air mata nya menetes tanpa di minta. sedangkan asisten jiangwu sangat bingung harus melakukan apa?
Hampir setengah jam asisten jiangwu mencoba menenangkan enji namun hasilnya nihil. Enji terus berteriak di iringi oleh suara tangisnya.
Kondisinya sudah sangat acak acakan, rambut yang tadi sangat rapi kini rambutnya sangat kusut. mata sudah bengkak akibat terlalu lama menangis sampai air mata pun enggan untuk keluar lagi.
Siapapun yang memdengar suara tangisnya pasti akan merasa kasihan. Namun sebagian orang sudah pasti mengira enji mengalami gangguan jiwa.
Asisten jiangwu merasa kebingungan melihat kondisi enji kian lama semakin sulit untuk menenangkannya. Membuat asisten jiangwu merasa bersalah, enji berteriak teriak seperti orang tidak waras itu akibat dirinya.
Otaknya benar benar buntu untuk mencari solusi agar bisa menenangkan enji. Cukup lama asisten jiangwu berpikir namun hasilnya nol, otaknya tidak mau berkerja sama dengan kondisi saat ini, sangat darurat.
"astaga, kenapa di saat seperti ini aku tidak bisa berpikir?" rutuk asisten jiangwu sambil menjambak rambutnya.
Setelah sekian lama berfikir akhirnya asisten jiangwu menemukan solusinya.
"dokter, iya dokter. kenapa tidak dari tadi saja aku memanggil dokter?" monolog asisten jiangwu
Saat asisten jiangwu memutar badannya matanya bertemu dengan mata min young yang sedang menatapnya.
"min young? " gumam asisten jiangwu sangat lirih. Dengan jarak beberapa meter asisten jiangwu bisa melihat bekas air mata min young di wajahnya.
"apa dia menangis? Menangis karena apa ?" monolog asisten jiangwu dalam hatinya.
__ADS_1
Namun menit selanjutnya asisten jiangwu langsung tersadar.
"sejak kapan kau ada di sini? " tanya asisten jiangwu dengan wajah datarnya.
"eunji, kenapa? " jawab min young dengan pertanyaan
Sekilas asisten jiangwu melirik enji yang terdiam di atas brankar, tak bertahan lama untuk enji terdiam ia kembali berteriak teriak.
"tidak tidak tidak, dia akan membunuhku. Aku ingin mati, aku ingin mati!" teriak enji sangat histeris sembari kedua belah tangan menutup kedua belah telinganya dengan kepala terus ia gelangkan
"aku tidak tau" jawab pelan asisten jiangwu dan kembali mencoba menangangkan enji
"nona tenang lah, tidak ada yang akan menyakiti nona" kata asisten jiangwu mencoba untuk kesekian kalinya menenangkan enji.
"kenapa kau malah diam di tempat? cepat Tolong aku untuk menenangkan nona eunji, lakukan sesuatu agar nona eunji tenang. Kau di sini itu dokter bukan patung" ucap asisten jiangwu dengan nada sedikit meninggi.
Dengan secepat kilat min young langsung mendekati brankar dan mencoba menenangkan enji dengan cara halus.
"enji tenanglah, dia tidak akan membunuhmu. Ada aku dan jiangwu disini untuk melindungimu"
"tidak tidak, dia akan membunuhku dia ingin membunuhku!!!" teriak enji dengan wajah cemasnya badannya bergetar hebat akibat rasa takutnya yang mendalam.
"jangan asal bicara, aku ini dokter lulusan terbaik."
"jika kau dokter lulusan terbaik kenapa menenangkan nona eunji saja tidak bisa? Tidak becus jadi dokter"
"kau ini bisa diam tidak? bagaimana bisa aku fokus untuk menenangkan enji jika kau dari tadi banyak omong, membuatku tidak fokus saja" gerutu min young
"iya iya maaf, cepat tenangkan nona eunji. Aku takutnya luka bekas operasinya satu minggu yang lalu terbuka."
"iya iya"
"tidak ada cara lain lagi untuk menenangkan eunji selain menyuntikkan obat penenang padanya" gumam min young
Min young langsung mengambil jarum suntik di saku bajunya, untungnya ia selalu membawa jarum suntik dan obat penenang di saku bajunya jika ia berada di rumah sakit.
"tolong kau pegangi tangan eunji!" titah min young pada asisten jiangwu.
"memegangi nona eunji? Untuk apa?" monolog asisten jiangwu dalam hatinya. Walaupun asisten jiangwu bingung atas perintah min young namun ia tetap melakukan. Perlahan asisten jiangwu memegang tangan eunji dengan sangat hati hati.
Enji terus memberontak dan berteriak ketika tangannya di pegang oleh asisten jiangwu dengan sangat kuat sampai enji tidak bisa berkutik lagi.
__ADS_1
"lepaskan aku! lepaskan!! Dia akan membunuh ku, lepaskan!! "teriak enji dengan sekuat tenaga mencoba memberontak agar asisten jiangwu melepaskannya.
"nona tenanglah, di sini tidak ada seorang pun yang ini membunuh nona. Ada saya nona yang akan menjaga nona"
Saat min young ingin mengarahkan jarum suntik ke lengan enji tiba tiba saja asisten jiangwu menghentikannya.
"hey, kau mau apa? Apa yang akan kau lakukan pada nona eunji?!" cegat asisten jiangwu
"memberi dia obat penenang agar dia tidak berteriak teriak itu akan mengganggu pasien yang lain"
"obat penenang itu tidak baik untuk kesehatan apalagi nona eunji baru satu minggu yang lalu. melakukan operasi" cicit asisten jiangwu
"hey jiangwu, di sini itu aku dokternya bukan kau. Seorang dokter tau yang terbaik untuk pasiennya. Lagi pula tidak ada cara lain kan selain memberikan eunji obat penenang. "
"dan satu lagi kau itu hanya ASISTEN bukan dokter" sambung min young dengan menekankan kata ASISTEN
"tapi awas saja jika nona eunji kenapa napa, kau yang akan tanggung jawab! "
Min young tidak mempedulikan ucapan asisten jiangwu ia langsung menyuntikkan obat penenang di lengan enji karena enji terus berteriak teriak.
setelah semua obat penenang masuk ke dalam tubuh enji, seketika tubuh enji mulai melemah dan berhenti memberontak. Matanya pun sudah mulai tertutup, bibirnya yang sejak tadi terus berteriak kini tertutup rapat.
Dengan hati hatinya min young membantu asisten jiangwu merebahkan tubuh enji di atas brankar setelah itu ia memasang infus ke tangan enji yang sempat terlepas.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
__ADS_1