TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #46


__ADS_3

HAPPY READING 📖


.


.


Tak terasa enji telah 1 bulan berada di mansion johan, menjalani sebuah pernikahan tanpa ada rasa cinta sedikit pun membuat dirinya sedikit tersiksa.


Dalam waktu 1 bulan yang Enji terima bukanlah kasih sayang suami kepada istrinya melainkan kekejaman yang semakin menggila, setiap hari ada saja perlakuan kasar johan pada enji.


Tamparan, cacian, hinaan, bentakan selalu enji dapatkan dari johan tiada hari tanpa siksaan. setiap hari yang ia pegang hanyalah kotak p3k untuk mengobati lukanya bekas tamparan dari johan.


"aw,,, sakit" ringgis enji saat tangannya mengobati luka di sudut bibirnya. ia tengah duduk di meja rias.


"baru 1 bulan aku berada di mansion ini,yang hanya ku dapatkan perlakuan yang sangat kasar. tidak ada kelembutan sedikit pun"


"ini bukanlah pernikahan yang ku impikan sejak kecil, pernikahan yang ku impian aku ingin hidup bersama orang yang sangat ku cintai yaitu hyunjin" monolog enji setelah selesai mengobati lukanya.


"bagaikan kabar kamu hyunjin di sana? apa kamu merindukanku? maaf sudah mengingkari janji kita sepertinya kita memang tidak berjodoh" ucap enji pikirannya menerawang mengingat kenangannya bersama hyunjin


"jika kamu mengetahui aku sudah menikah, apa kamu masih mau berteman dengan ku atau malah sebaliknya membenciku dan tidak ingin kenal lagi denganku?" monolog enji ia sangat berharap jika suatu saat nanti ia bertemu hyunjin dan mengakui statusnya bahwa dirinya sudah menikah apakah hyunjin akan masih berteman padanya atau sebaliknya.


"sudah lama aku tidak kuliah pasti aku ketinggalan banyak materi" keluh enji


Tok Tok tok


"kakak ipar" panggil ji hwa sambil mengetuk pintu kamar


Enji langsung tersadar dari pikirannya, saat mendengar ketika pintu.


"buka saja pintu nya nona, pintunya tidak di kunci" sahut enji sedikit berteriak sambil menyimpan kotak p3k dalam laci.


Ji hwa langsung mendorong pintu kamar kakaknya dan melangkahkan kaki masuk ke dalam.


"dari tadi aku mencari kakak ipar ke seluruh ruangan dan ternyata kakak ada di dalam kamar" imbuh ji hwa duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya.


"Ada Ada Nona mencari saya? " Tanya enji


"kakak ikut aku yuk, ke kamar aku." ajak ji hwa bangkit dari duduknya dan meraih tangan enji


"untuk apa kita ke kamar nona?" Tanya enji bingung


"pokoknya kakak ikut aja dulu" ujar ji hwa dan menarik tangan enji sampai enji terpaksa mengikuti langkah ji hwa.


Setibanya enji dan ji hwa di depan kamar ji hwa yang berada di lantai 2 dengan pintu bercat abu abu.


pintu pun terbuka terlihatlah kamar ji hwa yang bercat pink, interior nya pun sangat cantik.

__ADS_1



"ayo kak masuk" ajak ji hwa


"eh,,, iya" balas enji dengan anggukan. enji terkagum kagum melihat isi kamar ji hwa yang sangat lucu.


Enji mulai melangkahkan kakinya perlahan memasuki kamar ji hwa untuk kepertama kalinya.


"bagaimana kak? kamar aku,sangat lucukan berwarna pink" ujar ji hwa


"iya, kamar kamu sangat lucu." balas enji


"kakak duduk dulu ya di sofa aku mau ke ruang wall in closet"


"iya"


Enji masih menatap dengan mata berbinar binar melihat seisi kamar ji hwa. sejak kecil ia selalu bermimpi memiliki kamar yang sangat lucu seperti kamar ji hwa. namun terpaksa impiannya harus ia kubur dalam dalam karena impian itu tidak pernah ia dapatkan sejak ayahnya menikah dengan Jessi ibu sambung enji.


"nih, kakak. kakak coba ya dress ini" kata ji hwa memberikan dress yang berwarna hitam



"itu dress buat kakak ya" sambung ji hwa


"tapi nona, dress ini kan sangat mahal tidak pantas jika saya yang memakainya apalagi kelihatannya dress ini belum pernah nona pakai" jelas enji


"dress itu ke besaran di badan ku, jadi itu buat kakak aja ya"


"kakak tenang aja ya, kak johan tidak akan tau kalau dress itu milikku dan aku mau besok kakak pakai dress itu ya"


"dan aku sangat yakin pasti kakak sangat cantik pakai dress itu"sambung ji hwa dengan mata yang berbinar binar membayangkan kakak iparnya memakai dress yang ia berikan.


"iya" ucap pelan enji sambil tersenyum simpul


.


.


.


Di Perusahaan JOH Crop


Tepat di ruang pribadi johan, johan tengah menyibukkan dirinya dengan setumpuk berkas yang menggunung.


"johan, lebih baik kau istirahat dulu ini sudah jam makan siang kalau kau kerja terus kau bisa sakit" ujar asisten jiangwu pada johan yang terus mengerjakan setumpuk berkas yang menggunung.


"nanti saja aku makan, perkerjaanku masih banyak tidak bisa ku tinggal walaupun sebentar" jawab johan dengan mata tertuju pada layar komputernya

__ADS_1


"tapi wajah kamu sangat pucat, kau harus makan ya"


"kau ini banyak bicara juga ya, lebih baik kau keluar dari ruanganku. dan kau makan lebih dulu, aku bisa saja nanti makan. aku bukan anak kecil yang terus kau ingatkan" ucap johan meninggi


"baik lah aku akan keluar, tapi jika ada sesuatu yang kau butuhkan. cepat panggilku" balas asisten jiangwu


" sudah sana keluar!" usir johan


Dengan terpaksanya asisten jiangwu keluar dari ruang pribadi johan. setelah kepergian asisten jiangwu, johan terus mengerjakan dokumen dokumen yang ada di atas mejanya tanpa istirahat sedikit pun.


Ia bahkan lupa makan siang karena terlalu asyik mengerjakan semua dokumen yang ada di atas mejanya tanpa terasa waktu telah berganti menjadi malam. akhirnya semua dokumen yang ada di atas meja johan telah ia selesaikan dengan baik.


Tak lama setelah johan selesai mengerjakan semua dokumen, asisten jiangwu masuk ke dalam ruang pribadi johan tanpa mengetuk pintu.


"apa kau sudah makan? " tanya asisten jiangwu langsung to the point


"apa kau tak memiliki sopan santun jiangwu! apa kau tak memiliki tangan hingga masuk ke dalam ruanganku tanpa mengetuk pintu?!"tanya johan sangat jengah melihat kebiasaan asisten pribadinya yang tidak mengetuk pintu saat masuk ke ruangannya.


"maaf, tapi apa kau sudah makan?" tanya asisten jiangwu lagi ia benar benar sangat khawatir dengan keadaan johan yang akhir akhir ini sering tidak makan siang karena terlalu sibuk kerja.


"apa kau tak lihat aku baru saja selesai mengerjakan semua dokumen dokumen itu, dan aku tak memiliki waktu untuk makan" jawab johan dengan wajah datarnya.


"seharusnya kau menyempatkan diri untuk makan siang, akhir akhir ini kau selalu tak makan siang aku takut kau sakit" imbuh asisten jiangwu


"ckk, kau pikir aku ini masih anak kecil. karena tidak makan siang lalu sakit" cetus johan


"ayo, antar aku pulang!. mataku sudah sakit melihat dokumen dokumen itu" sambung johan berjalan lebih dulu dari asisten jiangwu


.


.


.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤

__ADS_1


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘


__ADS_2