TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP#85


__ADS_3

kini Enji tengah duduk di ruangan dosen nam Joo kyuk yang di hadapan nya sudah ada dosen nam Joo kyuk dengan tatapan tajam.


"beberapa bulan ini kamu ke mana?" tanyanya to the points.


"saya kerja pak"dusta enji.ia tidak mungkin mengatakan sejujurnya bahwa ia sudah menikah dengan seorang pria.


"kerja?dimana?"


"saya kerja paruh waktu pak" jawab Enji menunduk yang ia lihat hanyalah sepatunya.


"setau saya kamu kuliah di universitas ini gratiskan? dapat beasiswa?lalu untuk apa kerja?"


"buat kebutuhan saya sehari-hari pak"


"tulang punggung?ayah kamu ?"


"saya tidak mau menyusahkan keluarga saya, terutama ayah saya" tuturnya emang bener kenyataan nya sejak kecil Enji sudah berkerja.


"kamu boleh kerja tapi kamu jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan belajar, gratis lagi.bahkan anak anak di luar sana mau berada di posisi kamu"


"maafkan saya pak"


"kamu tidak kuliah berbulan bulan sudah pasti semua tugas tugas menumpuk untuk kamu,saya takutkan kalau kamu tidak paham Sama materi saya. bagaimana cara kamu mau mengerjakan tugas tugasnya.tugas tugas dari saya banyak apalagi sama dosen lainnya."


"maafkan saya pak"


"saya tidak membutuhkan kata maaf,saya ingin tugas tugas saya selesai, you understand?"


"baik pak sebisa mungkin saya akan mengerjakan semua tugas tugas bapak dan menyelesaikan secepatnya"


"kamu ini ketinggalan jauh sama teman teman kamu"


"saya janji saya akan menyelesaikan nya secepat mungkin pak" refleks Enji memegang tangan nam Joo kyuk membuat sang empu tangan merasa getaran yang berbeda.


saat Enji menyadari ia pun langsung menjauhkan tangannya dari tangan nam Joo kyuk.


"maafkan saya pak,saya tidak sengaja" ucap Enji sangat malu atas sikapnya yang terbilang tidak sopan.


"ah tidak apa-apa, sekarang kamu boleh pergi"


"baik pak terima kasih"


setelah kepergian Enji, Joo kyuk tersenyum melihat sikap Enji.


"sudah cantik,pintar,perkerja keras ya walaupun sedikit konyol but I like it very much" ucap Joo kyuk tanpa sadar.


kini Enji sudah berada di area monsion membutuhkan 1 jam untuk ia sampai ke mansion. dengan penuh tergesa gesa Enji masuk kekamarnya takut takutnya Johan sudah ada di kamar.ia tidak ingin kena amukkan Johan untuk kesekian kali nya.


setibanya ia di kamar ia langsung membersihkan diri karena sebentar lagi akan malam.setelah selesai mandi Enji memilih duduk di meja belajarnya dan mulai mengerjakan tugas tugas yang di berikan dosen Joo kyuk padanya.


cukup lama Enji berperang dengan buku buku tebal tanpa sadar Johan tengah memperhatikan dirinya.

__ADS_1


"bagaimana kuliahnya?" tanya johan yang tengah duduk santai di sofa.


"eh,tuan.ba-baik" langsung menghentikan tugas tugasnya.


"kenapa berhenti? lanjut kan saja mengerjakan tugasnya."


"baik tuan" nurut Enji.


setelah mengatakan itu Johan memilih masuk kamar mandi setelah seharian berjumpa dengan beberapa kliennya.mungkin hari ini mood Johan baik sebab dari itu ia bersikap ramah pada enji.tidak tau lagi untuk hari esok nya.


"terima kasih tuan telah mengijinkan saya lagi untuk kuliah" ucap Enji sangat lirih dan kembali melanjutkan aktivitas nya lagi.


Setelah selesai mandi dan telah menggenakan piyama tidur Johan langsung menghampiri Enji di meja belajar.


"ada tugas ya?" tanyanya tanpa melihat wajah Enji,Enji yang di tanya malah terpaku dengan wajah Johan yang sangat segar habis mandi tak lupa juga bau badan Johan sangat khas entah parfum apa yang Johan pakai itu membuat Enji hampir terlena menciumnya.


Tidak ada jawaban membuat Johan menatap Enji. mata mereka saling bersitatap cukup lama membuat Johan berinisiatif mendekatkan wajahnya membuat Enji tersadar.


"tu tuan tadi tanya apa?" ucap Enji tergugup gugup


" ada tugas ya nona cantik" ulang Johan membuat Enji kembali terpaku


"nona cantik?" ulang Enji dalam hatinya


"kenapa melamaun?" tanyanya lagi sambil melambaikan tangan di depan wajah Enji.


"ah iya tuan, apa tuan ingin membantu saya mengerjakan tugasnya?" entah dapat dari mana keberanian itu. Membuat Enji panas dingin takut-takutnya Johan akan memarahinya.


sangat di luar nalar Johan malah membantu Enji mengerjakan tugasnya entah terkena angin apa Johan ingin membantu Enji.


"bagian itu tuan"tunjuk Enji ke layar laptopnya.


"ini mah gampang "


"kalau begitu tuan ajari saya,eh tuan duduk di kursi aja biar saya berdiri" ucapnya berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Johan duduk di kursinya.


Dengan senang hati Johan duduk di kursi.


"padahal ini bagian paling mudah. Kenapa belum paham juga?" tanyanya


"itu karena pas dosennya memberi materi saya tidak masuk tuan jadi saya belum paham" ucap jujur Enji


"maaf ya karena aku melarang kau kuliah jadi kau ketinggalan materi. Jadi untuk menebusnya aku bakal mengajarimu sampai bisa"


"lagi dan lagi tuan membuat ku terkejut. Apa benar ini sifat tuan Johan,sangat baik.apa katanya tadi maaf. Baru pertama kali aku mendengar tuan Johan minta maaf apalagi minta maafnya ke aku" ucap batinnya. Tanpa sadar bibirnya tertarik keatas membuat Johan meliriknya.


"ada apa ? kenapa tersenyum? Apa ada yang aneh?"


"ah itu tidak ada tuan hanya saja..."


"hanya saja apa?"

__ADS_1


"tuan sangat pandai" pujinya tersenyum hangat pada Johan yang tengah menatapnya.


"tentu saja aku pandai,aku ini seorang CEO dan juga aku ini adalah mahasiswa lulusan terbaik jadi kalau masalah mengerjakan tugas seperti ini hanyalah kecil"


Hampir satu jam mereka berdua berada di meja belajar Enji masih setianya berdiri untuk memahami materi yang di jelaskan Johan.


Johan yang menyadarinya kalau Enji sudah mulai penat berdiri ia berinisiatif menarik pinggang Enji dan membawa Enji duduk di pangkuannya.


Enji yang mendapat tindakan dari Johan hanya diam ia takut jika melawan.


"kalau penat itu bilang jangan diam aja" imbuh Johan suaranya tepat di telinga Enji


Enji sangat kikuk berada di pangkuan Johan apalagi ini jaraknya sangat dekat.


Dengan gamblangnya Johan metakkan dagunya di bahu Enji membuat Enji menoleh menatap Johan sangat dekat


"ya tuhan ini terlalu dekat" kata Enji didalam benaknya.


Johan mengetahui jika Enji menatapnya hanya tersenyum tipis.


"natapnya biasa aja mbak, jantungnya aman kan?"


"ah, ma maaf tuan" jawabnya terbata bata


"untuk kali ini ku maaf kan tapi untuk ke depannya entahlah tergantung mood" tangan kiri Johan mulai memeluk pinggang Enji. Enji yang merasakan tangan Johan berada di pinggangnya hanya terdiam.


"OHMAYGOD" pekik ji hwa tiba tiba sudah berada di kamar mereka. Johan dan Enji sangat terkejut mendengar pekikan ji hwa. Saat Enji ingin turun dari pangkuan Johan namun tindakannya langsung di cegat oleh tangan Johan di pinggangnya. Membuat kedua belah pipi Enji memerah padam.


"kalian sedang apa?"tanyanya sembari menutup wajahnya dengan tangan mungilnya.


"kalau masuk kamar itu ketik dulu pintunya jangan asal masuk, kan kakak sudah ajarin kamu tata Krama "ujar Johan


"maaf kak soalnya tadi pintu kamar kakak terbuka dikit"


"alasan,lain kali jangan lagi ya harus di ketuk pintunya"


" baik kak ,maaf"


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤

__ADS_1


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘


__ADS_2