
Johan langsung menggendong Enji ala bridal style sembari menuruni anak tangga.enji hanya terdiam dalam rengkuhan johan.sesekali Enji melirik wajah Johan dengan jarak sangat dekat,ia sedikit terpesona oleh wajah Johan yang menurutnya sangat sempurna.
Johan yang menyadari jika Enji mencuri pandang padanya hanya tersenyum sangat tipis sampai Enji tidak bisa melihatnya.
"jika tidak ingin jatuh maka berpegangan" peringat Johan dengan khas suara bariton nya.dengan ragu ragunya Enji terpaksa mengalungkan kedua belah tangan di leher Johan.
"oh iya soal tadi, atas sikap ji hwa.tolong di maafkan mungkin dia ada masalah dengan temannya.so, jangan pernah sedikitpun berpikir jika ji hwa kasar ia hanya badmood" pinta Johan agar Enji tidak membenci adiknya. Enji hanya membalasnya dengan anggukan kepala, Johan bisa merasakannya.
setibanya mereka di meja makan beberapa pasang mata menatap mereka dengan wajah terkejut terutama jenny.
"kakak apa apaan sih? segala acara gendong bit*h ini,di ajak ke meja makan lagi.jangan jangan kakak mau ajak dia makan bersama kita?iya kak?jawab?"ucap jenny menatap kesal kakaknya.kemudian beralih menatap remeh Enji.
"hey,bic*h pergi sana!seorang bic*h tidak pantas duduk di meja makan apalagi makan bersama!!"
"tu-tuan lebih baik sa...." belum juga Enji menyelesaikan ucapannya Johan sudah mengambil alih pembicaraan nya.
"aku tanya, di sini siapa tuan mu? aku ? atau dia?" Enji hanya bungkam dengan pertanyaan johan,ia sangat takut harus menghadapi situasi yang benar benar tidak bisa ia hindari.terjebak di situasi yang tidak bisa di elak membuat dirinya terus merutuki nasibnya.
"kenapa kakak mengijinkan bit*h ini makan di sini?!"
"apa ada yang salah? apakah tidak boleh peliharaan ku makan di sini? jika tidak suka silahkan pergi!" final Johan tidak ada seorang pun yang bisa melarang Johan setiap ucapan yang keluar dari bibir johan sudah bersifat mutlak.
"apa ibu keberatan?" beralih mentap ibu nya bukannya mendapat jawaban dari ibunya, ibunya malah memalingkan wajahnya ke arah lain engan menatap putranya.
"ku anggap semuanya menyetujui keputusanku"
kedua mata tajam itu mejelajah semua menu makanan yang tersedia di meja makan tidak ada satu pun yang ia cari.
"pelayan!" panggil Johan
"iya tuan,ada yang bisa saya bantu?" sahut salah satu pelayan yang tidak jauh dari meja makan.
"buatkan aku bubur sekarang juga !" titah Johan langsung di iyakan oleh pelayan.
"what? bubur? What for? bukankah menu makanan yang ada di meja ini sudah cukup untuk kita makan? why did you ask the waiter to make porridge?" cerca jenny.
__ADS_1
" untuk dia " singkat,padat dan jelas itulah jawaban johan. sekilas melirik Enji yang tertunduk.
"apa?!" terkejut tentu saja jenny sangat terkejut atas jawaban singkat johan.
"jenny bisakah kamu diam" protes ibunya
"tapi mom,"
"itu keputusan kakakmu" jenny tidak bisa berkutik lagi jika itu benar benar keputusan kakaknya.ingin protes lagi namun yang ia lawan johan.kakaknyalah yang berkuasa lebih tepatnya dia kepala keluarga.
"aneh? sikap kak Johan Hari ini benar benar aneh,tidak masuk akal. apa jangan jangan kakak Johan mulai jatuh cinta sama bit*h itu.itu tidak boleh terjadi,tidak akan pernah terjadi.jika benar kak Johan sudah jatuh dalam pesona dia akan ku buat kepercayaan kak Johan hancur dengan cara apapun dan kembali menatap bit*h itu seperti menatap kotoran,jijik" ucap jenny dalam hatinya beribu ribu rencana telah tersusun di pikirannya agar kembali menghancurkan Enji.
beberapa menit kemudian akhirnya bubur yang di tunggu tunggu sudah siap tersajikan di meja makan dengan kepulan asap yang menandakan bubur itu masih panas.
"makanlah,bubur itu!" pinta Johan agar Enji memakannya.dengan sedikit ragu Enji mulai mengaduk buburnya 10 detik, 30 detik sampai 1 menit tak ada satu suapan pun yang masuk ke dalam mulutnya, ia hanya mengaduk.suara gesekan sendok itu mengusik ketenangan johan,Johan langsung menatap tajam Enji,namun Enji belum menyadarinya sedari tadi ia terus menunduk dengan beberapa gerai rambut menutupi wajahnya.
"apa dia tidak menyukai buburnya tapi dia memakan bubur yang selalu di bawakan pak Jung ke kamar.fu*king! ternyata bit*h ini benar benar ingin bermain denganku ternyata. dikasih hati mintanya malah jantung dasar manusia " pikir Johan
"apa kau tidak menyukai bubur?" tanya Johan matanya masih setia menatap tajam gadis yang duduk di sampingnya namun tidak ada sepatah kata yang keluar dari bibir cantik itu yang Johan dapat hanyalah gelengan kepala itu yang membuat Johan tambah kesal.
brak,,,,
Johan kembali meluapkam emosinya dengan cari menggebrak meja membuat beberapa pasang mata menatapnya terkejut.sedangkan Enji ia sungguh tidak berani menatap johan tubuhnya bergetar hebat merasakan ketakutan yang luar biasa.
"Johan apa yang kamu lakukan hah?" tanya ibunya namun yang ditanya hanya diam dan terus menatap Enji tajam bak singa ingin menerkam mangsanya.
"kakak apa apaan si? tiba tiba aja menggebrak meja.ganggu orang makan aja, sifat kakak terlalu labil terlalu kekanak-kanakan" protes jenny menatap kesal sang kakak.
"DIAM!aku tidak meminta kalian untuk bicara!" murka Johan
"ternyata aku salah menilai seseorang, di baikin malah ngelunjak dasar manusia tak berguna"
Brak,,,
kembali Johan menggebrak meja membuat Enji sangat terkejut hampir saja jantungnya ingin copot dari tempatnya.
__ADS_1
"aku bicara padamu bit*h, jawab! kenapa tidak dimakan buburnya? apakah buburnya tidak enak" dengan beringis Johan langsung menarik rambut Enji kebelakang otomatis kedua belah matanya bersitatap dengan mata tajam Johan.
"apa kau tak punya mulut untuk menjawab pertanyaan ku hah?!! apa perlu mulut ini ku robek dulu agar ia bersuara?"
"sa-sakit tuan, kepala ku sakit" rintih enji,tidak ada seorangpun yang bisa menolong Enji dalam keadaan seperti ini, termasuk ibunya Johan hanya ikut diam walaupun yang diperlakukan anaknya sudah sangat salah. sedangkan jenny ia sangat menikmati moment itu.
"aku sangat menyukai momen ini,momen yang sangat menakjubkan untuk di tonton .ternyata aku salah kak Johan tidak semudah itu untuk jatuh dalam pesona seseorang wanita apalagi wanitanya seperti bit*h bukanlah tipikal wanita impian kakak" pikir jenny dengan senyum devilnya.
"bit*h ini harus diberi pelajaran kak" usul jenny
"tanpa kau suruh pun aku akan memberi dia pelajaran yang sangat berharga" balas Johan tersenyum menyeringai.
.
.
.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
__ADS_1