TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP#77


__ADS_3

kini jarum jam sudah menunjukkan angka 11 malam, Johan masih saja mengotak Atik keyboard laptop nya dengan layar yang masih menyala.


sesekali ia menguap, matanya sudah mulai terpejam namun selalu ia gelengkan kepalanya agar ia tidak larut dalam ngantuk nya.


beberapa menit kemudian akhirnya ia berhenti mengotak Atik keyboard laptopnya dan menutup layar laptopnya. Johan benar benar tak sanggup lagi untuk melawan kantuk nya. pengeliatannya saja tinggal beberapa Watt saja seperti lampu tidur.


memilih beranjak dari kursi dan keluar dari ruang kerjanya. Dengan langkah sedikit gontai akibat terlalu memaksakan diri untuk berkerja di tengah malam yang seharusnya menjadi waktu untuk istirahat tapi ia lebih memilih menyelesaikan pekerjaannya sampai selesai.


Johan tipikal orang yang lebih memilih menyelesaikan nya daripada menundanya. menurutnya jika menunda sebuah pekerjaan itu akan membuatnya susah.


"selamat malam tuan Johan" sapa pak jung saat Johan tiba di depan pintu kamarnya. si tua Bangka satu ini masih saja setia berada di pintu kamar padahal jam sudah menunjukkan 11 malam lewat tapi masih berada di pintu kamar. pekerja yang sangat patuh walaupun usianya sudah memasuki kepala lima.


Johan hanya menatap datar pak Jung tanpa mengucapkan apapun. ia lebih memilih masuk kamar saat pintu kamarnya dibukakan oleh pak Jung di bandingkan berbicara sepatah atau dua patah kata, menurutnya itu akan membuang buang waktunya saja.


setelah memastikan Johan masuk kamar pak Jung langsung kembali ke lantai bawah di mana kamarnya berada untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah, seharian ia hanya berdiri di depan pintu kamar Johan atas perintah Johan.


Johan sedikit terpaku melihat siluet gadis yang tengah terlelap di atas kasurnya. seketika rasa lelahnya lenyap ketika kedua iris matanya menatap Enji yang tengah tertidur.


dengan cahaya sedikit remang remang Johan bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah Enji ketika tertidur.


"cantik" entah sadar atau tidak Johan baru saja mengucapkan kata cantik untuk Enji. ya, jika Enji kembali mendengarnya mungkin ia akan kembali terpaku atas pujian Johan padanya.


tangan kekar Johan terulung mengambil selimut tebal untuk menyelimuti enji sampai dada. kebiasaan Enji dari kecil ia tidak pernah memakai selimut saat tidur katanya panas jika memakai selimut lebih dulu sebelum matanya terpejam.


"selamat tidur" seulas senyuman terbit di bibir tipis Johan. entah kenapa berada di dekat Enji membuat hatinya menghangat.


Johan langsung merebahkan tubuhnya di samping Enji dengan tubuh menyamping menghadap Enji. Johan bisa melihat dengan jelas setiap inci wajah Enji. tak berapa lama matanya mulai terpejam. mengistirahatkan tubuh yang begitu lelah karena seharian harus berkerja tanpa henti. bahkan makan siang dan malam pun ia lupa.


keesokan harinya Enji mulai terbangun dari tidurnya, matanya mulai terbuka dengan sempurna. saat ia menoleh ke samping betapa terkejutnya Enji melihat Johan tertidur pulas menghadap dirinya.

__ADS_1


"ja- jadi tadi malam aku tidur sekasur dengan tuan Johan?" ucap Enji tak menyangka.


jantungnya kembali berdetak tak karuan bukan hanya itu saja di dahinya sudah ada beberapa butir keringat, tangannya sudah panas dingin.


untuk pertama kalinya Enji tidur sekasur dengan Johan. Enji sedikit was was takutnya Johan sudah berbuat apa apa pada dirinya tadi malam.


Enji langsung menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya sampai dada. pakaiannya masih utuh tidak ada yang berubah sama sekali. tapi kenapa ia sama sekali tak mengingat kejadian malam apa ia terlalu pulas tidur. apa mungkin ini efek dari minum obat? pikir Enji.


"semua akan baik baik saja Enji,tidak ada yang terjadi tadi malam. semua nya aman" ucap Enji menenangkan diri nya sendiri.


tanpa sengaja Enji melirik jam dinding yang menunjukkan jam 05.55.


"astaga aku telat bangun" pekik Enji dengan mata hampir copot dari tempat nya.


tanpa sadar pekikan Enji membuat tidur Johan terganggu.


"AW" ringgis Enji menahan rasa sakit di punggungnya.


"masih sakit saja, sok Sokan mau mengerjakan pekerjaan rumah" pikir Johan dalam hatinya.


saat rasa sakitnya mulai reda Enji kembali beranjak dari tidurnya namun gerakannya terhenti kala tangan kekar milik Johan melingkar di pinggang rampingnya.


deg


hampir saja jantungnya mau copot dari tempatnya. bukan hanya itu saja tubuh Johan juga mulai menempel pada Enji dan yang membuat Enji tidak bergerak sama sekali deru nafas Johan sangat terasa di lehernya. ini adalah pertama kalinya untuk Enji dekat sedekat dekatnya dengan pria. bahkan selama ia bersahabat dengan hyunjin ia tidak pernah sedekat ini.


sesekali kepala Johan bergerak mencari kenyamanan di leher Enji. Enji hanya terpaku tidak bisa melakukan apapun selain diam.


dengan memberanikan diri Enji mulai mengalihkan tangan kekar Johan untuk menjauhi tubuhnya. saat tangan kekar itu sudah tak berada di atas perutnya Enji sedikit bisa bernafas lega namun tak bertahan lama tangan kekar itu kembali merengkuh tubuh nya.

__ADS_1


Enji kembali menjauhi tangan itu namun tetap sama tangan itu kembali melingkar di pinggangnya. Enji hanya bisa pasrah dengan keadaan. sedangkan Johan tersenyum dengan mata masih terpejam karena aksinya tidak bisa di cegah oleh Enji. malahan Johan memeluk lebih erat Enji agar Enji tidak bisa bergerak sama sekali.


" sebenarnya ini di sengaja atau hanya kebetulan sih?" pikir Enji tak habis dengan kelakuan Johan.


Enji sedikit gusar karena tidak bisa melakukan apa apa. takutnya jika Johan bangun lebih dulu darinya, Johan pasti akan mencaci makinya dirinya karena tidur sekasur dengannya.


Johan benar benar membuat Enji tidak bisa bergerak tidak ada celah untuk Enji bangkit dari tidurnya.


Enji pasrah dengan keadaan nya, ia kembali memejamkan matanya. tanpa Enji ketahui mata Johan terbuka lebar dan melirik enji. senyuman yang tipis terbit di bibir Johan melihat Enji pasrah akibat aksinya. bisa di bilang Johan sedang mengerjai Enji.


"senang sekali aku bisa mengerjainya. Dan betapa lucunya ia saat mencoba melepaskan tanganku dari tubuhnya" batin Johan, ia kembali memejamkan matanya dan tertidur sambil merengkuh tubuh Enji. biarlah untuk hari ini ia sedikit manja pada Enji, dan menurunkan sedikit harga dirinya di depan enji. lagi pula Enji juga adalah istri nya tidak ada salahnya jika suaminya memeluk istrinya saat tidur, pikir Johan.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2