
HAPPY READING 📖
.
.
Beberapa jam yang lalu enji telah di pindahkan ke ruang operasi untuk melakukan operasi. Mereka telah berada di depan ruang operasi menunggu operasi selesai dengan wajah sangat cemas dan bibir terus merapalkan doa.
Hanya ada asisten jiangwu dan ji hwa yang berada di depan ruang operasi, sedangkan johan ia sudah kabur setelah mendengarkan perkataan mi sun dan memilih ke ruangan di mana kekasihnya di rawat. Dan untuk joo hee ia sudah pulang ke mansion untuk siap siap ke bandara takutnya ia ketinggalan pesawat.
Sejak enji memulai operasi asisten jiangwu tak henti hentinya mondar mandir di depan ruang operasi tanpa memikirkan kondisinya saat ini, baju yang sudah penuh bercak darah tak lupa juga wajahnya ada bercak darah yang sudah mengering di wajahnya Rambutnya yang acak acakan.
"kak jiangwu, kapan operasinya selesai?" tanya ji hwa membuat kepala asisten jiangwu ingin pecah, bagaimana tidak pecah ji hwa terus saja menanyakan kata kata itu, jika di hitung hitung mungkin sudah beribu kali ji hwa menanyakannya.
"saya tidak tau nona" jawab asisten jiangwu sekilas melirik ji hwa dan kembali melanjutkan mondar mandirnya.
Siapa pun yang melihat asisten jiangwu yang terus mondar mandir akan merasa pusing.
tanpa mereka sadari johan duduk tak jauh dari ruang operasi enji namun karena kursinya dekat pot yang besar otomatis tubuhnya tidak kelihatan hanya kakinya yang memakai sepatu pantofel yang kelihatan.
Sejak ia mendengar ucapan dari mi sun, kalimat yang keluar bibir mi sun selalu saja terngiang ngiang di pikirannya.
"Aku jadi berpikir 1000 kali kalau suami eunji itu kau atau jiangwu?"
Sial!
"kenapa kalimat itu selalu saja menghantuiku! Gara gara ucapan mi sun aku jadi tidak terlalu lama menjenguk soo hee padahal aku ingin berduaan bersama soo hee tapi otakku selalu saja memikirkan kalimat itu!" gerutu johan sesekali ia mengacak rambutnya dan merapikan rambutnya kembali.
Tanpa Johan sadari ia belum sama sekali mandi dan makan sejak ia mendorong enji dari balkon, ada terbesit sedikit penyesalan di hatinya karena tindakkannya enji terjatuh namun ia segera menggelengkan kepalanya menyangkal hatinya yang bertolak belakang dengan logikanya.
sudah 10 jam enji di ruang operasi tidak ada tanda tanda jika operasi akan selesai, selama itu juga asisten jiangwu mondar mandir di ruang operasi. ia sama sekali tidak peduli dengan perutnya yang sejak tadi demo untuk di masukkan makanan ke dalam perutnya karena pikirannya hanya tertuju dengan enji yang sedang berjuang di dalam sana.
Tak berapa lama kemudian akhirnya operasi enji telah selesai dan dinyatakan berhasil namun enji masih belum sadarkan diri. kini enji sudah berada di ruang VVIP atas permintaan asisten jiangwu.
Asisten jingwu dan ji hwa hanya bisa melihat enji dari luar lewat perantara kaca. tampak jelas enji menutup matanya sangat rapat hanya terdengar suara detak jantung enji melalui peralatan rumah sakit.
__ADS_1
"jika sampai eunji tidak membuka matanya beberapa hari kedepan, bisa di katakan jika eunji mengalami koma" seru mi sun berada di samping asisten jiangwu.
"apa tidak ada cara untuk membangunkannya? Atau alat medis yang bisa membantunya untuk bangun" tanya asisten jiangwu.
Mi sun menggelengkan kepalanya namun asisten jinagwu tidak bisa melihatnya karena matanya tidak pernah berpaling dari enji.
"tapi ada satu cara untuk Membangunkannya"
Asisten jiangwu langsung menoleh, " apa?"
"dengan cara mengajaknya bicara, seperti mengabulkan permintaannya selama ini yang belum terkabul. Aku tidak terlalu yakin jika cara itu berhasil tapi apa salahnya kita coba"
"kenapa kau tak yakin jika cara itu berhasil? Bukankah kau dokter seharusnya kau yakin dan bisa mempredeksikan kapan pasienmu akan bangun"
"kau taukan kekasih johan, soo hee. sudah beberapa tahun ini ia sama sekali belum sadarkan diri padahal setiap hari aku selalu saja mengajaknya bicara namun tidak ada tanda tanda ia sadarkan diri. Dan aku memang dokter tapi aku ini manusia bukan malaikat ataupun tuhan" tutur mi sun menatap lurus ke depan.
"itu kan soo hee, bukan nona eunji. Ia memang tidak ada niatan untuk bangun dari komanya karena menurutnya mimpinya lebih indah daripada menatap dunia. Aku akan berusaha keras untuk membangunkan nona eunji dari komanya"
"ku rasa khawatir mu pada eunji sangat berlebihan seperti bukan antara bawahan pada atasannya melainkan lebih dari itu. Johan saja tidak khawatir pada eunji, wajahnya sangat santai dan tenang ,berbeda denganmu? Apa kau,,,, "
"lalu?"
"lebih baik kau urusi pasien mu yang lain jangan urusi hidupku" kata asisten jiangwu terdengar sangat dingin.
"kak mi sun apakah aku boleh masuk menjenguk kakak ipar dan menemaninya di dalam sana?" tanya ji hwa
Mi sun langsung menoleh menatap ji hwa yang sejak tadi bungkam. "maaf ji hwa, bukannya kakak melarang kamu untuk menemani eunji hanya saja untuk saat ini tidak bisa. Mungkin besok atau lusa kamu bisa menemani eunji di dalam ruangannya"
"dan untuk kau jiangwu, lebih baik kau pulang untuk mengganti pakaianmu itu. Sangat berantakkan" mi sun beralih menatap Pakaian asisten jiangwu yang sangat berantakkan apalagi di penuhi oleh darah.
Setelah mengatakan itu mi sun langsung pergi meninggalkan 2 anak manusia yang masih setia menatap enji berbaring lemah di brankar rumah sakit.
Tiba tiba saja mi sun menghentikan langkahnya tepat di depan pria yang terlihat sangat frustrasi.
"johan johan kau kelihatan sangat frustrasi, apa karena ucapan ku tadi sampai sekarang kau memikirkannya?" ucap mi sun dengan sudut bibirnya melengkung.
__ADS_1
Johan hanya diam dan tidak ada niatan untuk membalas ucapan mi sun sembari merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
"ckk, kau harus hati hati dengan orang terdekat, kau bisa lihat sendirikan bagaimana khawatirnya jiangwu pada eunji istrimu" ucap mi sun menekankan kata istrimu
"maksudmu?"
"bisa saja jiangwu memiliki rasa pada eunji. Dan akan merebut eunji darimu saat kau Menyia-nyiakannya"
"itu tidak mungkin, lagi pula aku tidak mencintai jal*ng itu. Aku mencintai soo hee" balas johan
"di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. cinta itu tidak datang di awal tapi di akhir, rasa cinta itu akan tumbuh karena terbiasa. Terbiasa melihatnya, hidup bersamanya. Dan aku sangat yakin pasti hatimu yang paling dalam sudah ada nama eunji terukir di hatimu"
"jika aku jadi kau, aku akan melupakan rasa dendamku padanya, dan memilih untuk mencintainya. Kau tanya saja pada semua pria yang ada di dunia ini, apakah mereka akan memilih untuk balas dendam pada gadis yang tidak tau apa apa atau memilih untuk mencintainya. Dan aku sangat yakin pasti jawaban mereka adalah yang kedua sebab tidak ada pria yang menolak kecantikan eunji, kebaikannya." tutur mi sun
"dengar baik baik ucapanku itu, jangan ikuti rasa bencimu itu karena akan berakhir penyesalan" sambung mi sun langsung melangkah pergi meninggalkan johan yang terdiam setelah mendengarkan ucapan mi sun.
"apa aku memiliki rasa pada jala*g itu? Apa aku sudah jatuh cinta padanya?" monolog johan
Johan terus menggelengkan kepalanya "tidak, itu tidak mungkin. Aku hanya takut ia mati karena aku belum puas menyiksanya"
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
__ADS_1
BYE BYE BYE😘😘😘