TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #72


__ADS_3

HAPPY READING


sesegera mungkin Johan langsung menancapkan pedal gas mobilnya setelah mendengar kabar jika Enji sudah sadar. entah apa yang membuatnya ingin cepat cepat bertemu dengan Enji.


tanpa membutuhkan waktu yang lama Johan telah sampai di lobi rumah sakit dengan mobil terparkir secara sembarangan.


langkah kaki Johan begitu cepat untuk melangkah menuju kamar rawat Enji, sesekali ia tak sengaja menabrak suster dan memarahinya karena menabraknya.


" siapa yang menabrak? siapa yang di marahi? dasar pria aneh" umpat suster setelah Johan pergi dari hadapannya.


setibanya Johan di depan pintu kamar Enji, bukannya untuk masuk ke dalam ini ia hanya diam di tempat dengan tangan memegang handle pintu.


"masuk atau tidak ya? masuk, tidak tidak tidak aku tidak boleh masuk tapi aku ingin masuk" ucap batin johan hatinya memintanya untuk masuk namun pikirannya bertolak belakang dengan hatinya


"huft, aku masuk" final, perlahan Johan Mulai memutar handle pintu.


ceklek


saat pintu sudah terbuka sedikit Johan mulai membukanya lebih lebar lagi. agar ia leluasa melihat Enji. pandangannya tertuju pada seorang gadis yang terlelap di atas brankar.tanpa sadar Johan melangkahkan kakinya mendekati brankar.


begitu damainya hatinya saat matanya melihat Enji tengah terlelap, tangan kanannya mulai mengusap lembut rambut Enji, entah sadar atau tidak ia melakukannya.


cukup lama Johan berada di kamar rawat Enji tanpa menyadari kehadiran asisten jiangwu di sofa yang jaraknya sedikit jauh dari brankar Enji.


mata tajam asisten jiangwu melihat gerak gerik Johan, padahal tadi ia tertidur namun saat suara pintu terbuka ia terbangun. begitu terkejutnya asisten jiangwu saat ia melihat Johan masuk ke kamar rawat enji.


"aku sangat bingung pada sikapmu Johan, entah ini mimpi atau nyata aku bisa melihat sikapmu pada nona Eunji begitu lembut tapi kadang kau sangat kasar padanya. apa jangan jangan kau bermuka dua? saat nona Eunji bangun kau sangat kasar padanya tapi saat nona Eunji tidur kau bersikap sangat lembut padanya? apa yang sedang kau rencanakan untuk nona Eunji?tak cukup kah kau membuatnya menderita?" batin asisten jiangwu.


"dia seperti langit susah untuk di tebak. kadang kita menyangka langit akan terus cerah namun kecerahannya itu tidak akan bertahan lama. dalam sekejap bisa berubah apa yang ia mau. marah,senang,serius,kau benar benar aneh Johan. ternyata aku salah, butuh waktu yang lama untuk memahami mu lebih dalam lagi."


" semoga cepat sembuh dan selamat beristirahat" satu kecupan mendarat tepat di bibir Enji.


tepat saat Johan membalikan badannya matanya tak sengaja bersitatap dengan mata hazel milik asisten jiangwu.


"jiangwu? kau?"


" apa kau kaget melihat kehadiran ku disini?" tanya asisten jiangwu dengan alis terangkat sebelah.

__ADS_1


"sedang apa kau disini?"


"yang seharusnya bertanya itu aku, sedang apa kau di sini? sepertinya kau salah kamar, kamar Soo hee ada di lantai 25 kalau kau lupa."


Johan terdiam, bibirnya begitu Kelu untuk menjawab pertanyaan asisten jiangwu.


"apa kau sudah lama di sini?"


"pertanyaan di jawab pertanyaan, apa kau sedang mengajakku bercanda?hey Johan ini bukan saatnya untuk bercanda? aku bertanya serius padamu, kau sedang apa di kamar Kim Eunji?" tanya asisten jiangwu diiringi oleh tawa hambarnya.


"aku salah masuk kamar" ngeles Johan dengan wajah sedikit gugup.


"salah masuk kamar?ck, ternyata kau pintar sekali berbohong. apa kau sadar? aku ini bukan anak kecil yang bisa kau bohongi. " asisten jiangwu merotasi kan kedua belah matanya.


"apa jangan jangan dia melihatku mengecup bibir..." batin Johan


"ya, aku melihatnya dengan jelas" ucap jelas asisten jiangwu, entah memiliki kemampuan bisa membaca pikiran orang lain. yang pasti asisten jiangwu bisa membaca apa yang di pikirkan lawan bicaranya.


"kau bisa,,," tanya Johan tak percaya


"TIDAK! sampai kapan pun aku tidak akan pernah punya rasa pada jala#g sialan itu!!" tolak Johan apa yang dituduhkan asisten jiangwu padanya.


"mulutmu boleh berkata tidak untuk kesekian kalinya tapi hatimu bertolak belakang" tunjuk asisten jiangwu dengan jari telunjuk nya tepat di dada kanan Johan.


Johan baru saja menyadari pakaian asisten jiangwu tidak berganti, yang berarti asisten jiangwu pergi secara mendadak dari acara meeting dengan clien pentingnya karena pergi ke rumah sakit untuk mendapat kabar bahwa Enji telah sadar.


"brengsek" umpat Johan mengeram amarah.


"oh jadi ini alasanmu pergi secara mendadak tanpa minta ijinku dan tanpa memberi alasan padaku hanya karena kau mendapat kabar dari jala#g sialan ini sampai tega meninggalkanku di depan clien penting ku"


"iya emangnya kenapa? apa ada yang salah?lagi pula clienmu bukan dia saja" tantang asisten jiangwu.


"tentu saja itu salah, hampir saja kau menghancurkan kerjasama ku dengan clien pentingku hanya karena jala#g ini!!!" teriak Johan sembari menunjuk Enji dengan jari telunjuk nya.


"seharusnya kau mementingkan nona Eunji dia istrimu bukan malah mementingkan perkerjaanmu"


"perkerjaanku lebih penting dari segala galanya,jika aku tidak berkerja sekeras ini mungkin keluargaku tidak bisa merasakan hidup enak!!" ucap Johan dengan intonasi sangat tinggi. ia tidak peduli dengan keberadaannya.

__ADS_1


"johan!! kurangi intonasi suaramu itu bisa membangunkan nona Eunji"


"aku tidak peduli, biarkan ia bangun dan mendengarkan semua ucapanku!"


"kau memang benar benar iblis tak punya perasaan di mana hati nurani hah?!" teriak asisten jiangwu.


Enji mulai terganggu dengan suara berisik yang ada di dalam ruangan itu, ingin sekali ia membuka matanya namun karena pengaruh obat penenang ia sangat sulit untuk membuka kedua belah matanya.


tiba tiba saja pintu terbuka dengan lebar.


brakk


tampaklah seorang pria dengan memakai jas berwarna putih, dengan wajah memerah padam.


" apa yang kalian lakukan di sini hah?! berteriak teriak tidak jelas kalian pikir ini hutan? ini rumah sakit, semua pasienku terganggu dengan suara kalian. jika kalian ingin bertengkar


jangan di sini!!" ucap dokter min young dengan suara kerasnya.


Johan hanya menatap malas dokter min young. tidak ada pilihan lagi selain ia pergi dari kamar rawat enji karena bukan hanya dokter min young saja yang berada di depan pintu melainkan ada beberapa dokter,suster dan beberapa pasien yang menatapnya dengan tatapan tak biasa.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2