TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #54


__ADS_3

HAPPY READING 📖


.


.


Enji langsung terjingkrak kaget mendengar suara pecahan karena tempat ia berdiri sangat gelap, matanya tidak bisa melihat benda apa yang pecah.


Johan yang mendengar suara benda pecah langsung menoleh keasal suara.


"apa ada orang yang mengintaiku sejak tadi? Tapi siapa? Siapa yang berani memasuki ruangan ini tanpa sepengatahuanku? Lihat saja nanti apa yang akan ia dapat karena telah memasuki tempat ini! " kata johan rahangnya mengeras, ia paling tidak suka jika ruang bawah tanah ini di masuki oleh orang lain termasuk keluarganya sendiri kecuali asisten jiangwu yang selama ini dialah yang membereskan jasad jasad orang yang telah mengkhianati johan.


"aku harus pergi dari sini, sebelum tuan johan mengetahui kalau aku dari tadi mengintainya dan mengetahui semua perbuatannya" gumam enji ia langsung berbalik. Karena tempat itu sangat gelap Enji tidak sengaja menginjak sendalnya sampai terlepas dan kakinya yang polos tanpa alas kaki menginjak pecahan gucci


"aw,,,, "


Enji tidak peduli dengan lukanya di telapak kakinya ia terus melangkahkan kakinya secara tergesa gesa takutnya johan mengetahui keberadaannya. walaupun jalannya sedikit terpincang pincang akibat pecahan gucci yang melukai kaki enji begitu dalam ia terus melangkahkan kakinya secepat mungkin.


Tanpa enji sadari luka di telapak kakinya megeluarkan darah begitu banyak sampai berceceran di sepanjang lantai keramik.


Setiba nya enji di dalam kamar enji langsung menyandarkan punggungnya di balik pintu. Pikirannya kembali teringat melihat seorang pria di mangsa oleh serigala.


Bahu enji naik turun pertanda pernafasannya tidak stabil, tangan yang bergetar hebat, wajah sudah pucat di hiasi oleh keringat yang dingin.


"tadi itu, apakah tuan johan? kenapa ia sangat lebih kejam dari biasanya? Berwujud manusia tapi berhati iblis" ucap enji, saat otaknya kembali mengingat kejadian itu beberapa saat yang lalu.


Sedangkan johan ia sudah selesai dengan urusannya, tangan kanannya mengambil benda pipih di saku celananya dan langsung menelpon seseorang


"kau bereskan sisanya!" ucap johan dan langsung mengakhiri panggilan telepon itu tanpa mendengarkan jawaban dari penerima panggilan teleponnya.


Sedangkan asisten jiangwu yang menerima telepon dari johan langsung mengumpat


"Menyebalkan! Selalu saja aku yang harus membereskan sisanya!" umpat asisten jiangwu langsung membanting ponselnya ke jok sampingnya. Kini asisten jiangwu tengah berada di dalam mobil dan sebentar lagi ia akan sampai di mansion johan.

__ADS_1


Saat johan berada di ambang pintu, ia tak sengaja menginjak sesuatu yang keras. Ia mengambil ponselnya dan menghidupkan senternya.


"pecahan gucci? Ckk, benar benar merepotkan liat saja nanti apa yang akan kau dapatkan dariku karena sudah berani menginjakkan kakinya ke ruangan ini" johan tersenyum devil.


Johan kembali melangkahkan kakinya dengan santainya seperti tidak terjadi apa apa. Saat johan telah keluar dari ruang bawah tanah ia mengunci pintu itu tapi tiba tiba saja kuncinya terjatuh ke lantai.


Johan mengambilnya namun seketika johan terdiam sebentar ketika matanya melihat cairan merah yang kental berada di lantai keramik yang berwarna putih.


Johan mengambil darah itu dengan jari telunjuknya tanpa ada rasa jijik sedikit pun lalu ia mengendus baunya untuk memastikan bahwa itu adalah darah "darah? Ck ck pasti orang yang masuk ke dalam ruang bawah tanah itu, kakinya pasti terluka akibat pecahan gucci"


Dengan perlahannya johan mengikuti ceceran darah sampai darah itu menghilang dari balik kamarnya. "Yang berarti pelaku yang masuk ke dalam ruang bawah tanah tadi sudah pasti jala*g sialan itu"


Brak


Enji yang tengah mengobati lukanya dengan obat merah langsung terkejut mendengar pintu kamar terbuka dengan lebar. seketika enji berhenti mengobati lukanya dan bangkit dari duduknya saat matanya bertemu dengan mata johan yang menatapnya seperti ingin memangsa dirinya hiduoy hidup.


"dari mana saja kau?" tanya johan sangat datar namun perlahan ia melangkahkan kakinya mendekati enji.


Enji yang melihat johan melangkah mendekatinya seketika memundurkan langkahnya kebelakang. Enji masih diam membuat johan sangat marah karena pertanyaannya di abaikan begitu saja.


"sa sa ya da dari dapur" jawab enji tersendat sendat, jantungnya berdebar bagitu cepat.


"pembohong!" batin johan berucap


"oh ya, ckk. Lalu kenapa kaki mu itu?" tanya johan lagi menatap kaki enji yang masih belum selesai di balut dengan kain kasa.


"i ini tadi jatuh" jawab enji, sudah 2 kali enji berbohongan pada johan. jujur saat ini enjii sangat gugup dengan semua pertanyaan yang johan lontarkan.


"jatuh? atau kena pecahan gucci?" tanya johan sangat tertohok membuat enji sangat terkejut namun keterkejutannya tidak ia perlihatkan. walaupun enji tidak memperlihatkan keterkejutannya pada johan, johan bisa melihatnya dari wajah enji yang sangat pucat dengan di basahi keringat dingin di wajah cantiknya dan tangan enji sangat gemeteran.


"bibirmu boleh berdusta tapi tubuhmu tidak" gumam johan dalam hatinya, ia tersenyum sangat puas melihat enji ketakutan.


Johan semakin mendekat membuat enji semakin panik.

__ADS_1


"kenapa kamu memundurkan langkahmu sayang? Apa kamu takut pada suamimu sendiri? Jangan takut suamimu ini hanya ingin mendekatimu jadi jangan takut" imbuh johan terdengar sangat lembut di pendengaran enji, namun enji sudah hapal sikap johan ketika ia bersikap sangat lembut padanya sudah pasti ada sesuatu yang di rencanakan johan.


Enji terus memundurkan langkahnya ke belakang, untungnya pintu ke balkon terbuka sedikit jadi enji langsung membukanya dan berlari ke luar balkon.


Johan yang melihat enji berlari ke balkon ia hanya menyunggingkan senyum smirk nya. dengan santainya johan melangkahkan kakinya dan saat johan sudah berada di ambang pintu johan memasukkan ke dua belah tangannya ke dalam saku celananya karena cuaca sangat dingin.


"aku harus ke mana jalan buntu" ucap enji pelan wajahnya sudah sangat panik


"mau kemana kau hah?!" tanya johan membuat enji langsung memutar tubuhnya menghadap johan yang semakin mendekati dirinya.


"tu tuan mau apa?" cicit enji dirinya terus melangkah mundur namun seketika ia tidak bisa memundurkan langkahnya karena sudah berada di tembok pembatas. Kalau sampai enji salah bertindak bisa jadi enji akan terjatuh dari atas balkon yang tingginya 300 meter dari tanah.


"tinggi sekali, hah hah hah" ucap lirih enji saat ia menegok ke bawah. suara napas enji tidak beraturan karena dirinya sudah katakutan mati matian.


"kalau sampai aku terjatuh dari balkon mungkin aku akan mati" pikir enji, ia langsung menoleh ke depan namun betapa terkejutnya johan sudah ada di hadapannya sangat dekat suara napas johan saja bisa ia dengarkan dengan jelas.


Tangan johan Terulur mengusap lembut rambut enji yang sudah di hiasi oleh salju. "kenapa kamu takut sayang? Aku tidak akan melakukan apapun hanya saja,,,"


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA

__ADS_1


BYE BYE BYE😘😘😘


__ADS_2