TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #70


__ADS_3

"****" umpat Johan wajahnya sudah memerah padam menaham amarah sejak tadi siang. semua benda yang berada di atas meja kerjanya sudah ia banting ke sembarang arah. keadaan ruang kerjanya sudah sangat berantakan seperti kapal pecah.


gara gara asisten jiangwu yang pergi meninggalkan meeting secara mendadak tanpa memberitahu alasan kepada Johan terpaksa meetingnya kembali di tunda.


"aaaaaaaaagrh" teriak Johan


vas bunga yang berada di meja kerjanya ia lembar ke jendela sampai kaca jendela pecah.


prang!


nafasnya memburu kedua bahunya naik turun kini emosinya tidak bisa ia kontrol.


"permisi tuan Johan, ada beberapa berkas yang har" ucap sekretaris Joo mi saat sudah masuk ke ruang kerja Johan


"KELUAR!!!!!" teriak Johan


"tapi ada beberapa berkas yang ha" potong Johan


"keluar!!! jika ku bilang keluar ya keluar!! apa kau ingin ku PHK!"


"jangan tuan, jangan PHK saya. saya akan keluar sekarang. maaf sudah mengganggu tuan, saya permisi" sekretaris Joo mi langsung keluar ruangan kerja Johan.


...----------------...


"nona kenapa tidak mau makan? nona harus makan biar cepat sembuh ya" mohon asisten jiangwu


"aku tidak lapar asisten jiangwu"


"bukankah nona sudah tidak makan berhari hari, kenapa sekarang nona bilang tidak lapar?"


"aku tidak nafsu untuk makan saat ini"


"ayolah nona, setidaknya nona makan walaupun cuma sesuap supaya nona cepat sembuh"


"ayolah kak, kakak harus makan. supaya kakak cepat sembuh dan aku bisa main lagi sama kakak."


"saya janji jika nona makan, saya akan mencoba membujuk tuan Johan agar tuan Johan mengijinkan nona untuk lanjut kuliah lagi" terpaksa asisten jiangwu berbohong agar Enji mau makan, tidak ada cara lain selain mengatakan itu. urusan membujuk Johan itu urusan belakangan yang terpenting saat ini Enji harus makan.


Enji langsung menatap wajah asisten jiangwu, " sungguh?"


" iya nona saya bersungguh sungguh, saya janji tapi asalkan nona makan "

__ADS_1


" baik aku akan makan" akhirnya Enji mau membuka mulutnya. sesuap demi sesuap bubur mulai masuk ke dalam mulutnya.


" apa kak jiangwu yakin kalau kak Johan akan mengijinkan kakak ipar untuk kuliah lagi?" tanya ji hwa dalam hatinya sembari melirik asisten jiangwu.


asisten jiangwu tau apa maksud dari lirikan ji hwa. "jujur aku tidak terlalu yakin, jika Johan akan mengijinkan nona Eunji untuk kuliah lagi." jawab asisten jiangwu dalam hatinya


" jika kak jiangwu tak yakin mengapa mengatakan itu kepada kakak ipar, itu sama saja memberi harapan pada kakak ipar"


" aku terpaksa mengatakan itu agar nona Eunji mau makan,"


" kalau nanti kak Johan tak mengijinkannya yang ada itu akan membuat kakak ipar sedih"


"semoga saja nanti tuan Johan mengijinkan nona Eunji lanjut kuliah lagi"


" semoga apa yang kak jiangwu semogakan tersemogakan"


diam diam Enji memperhatikan gelagat asisten jiangwu dan ji hwa. "kenapa kalian saling lirik lirikan? apa kalian sedang berkumonikasi ya tapi lewat lirikan mata?" tanya Enji beruntun Kala melihat asisten jiangwu dan ji hwa terdiam namun matanya saling lirik lirikan.


" ah kakak ipar bicaranya asal asalan mana bisa aku berkomunikasi dengan kak jiangwu hanya lewat lirikan mata sepertinya itu efek dari obat infus kakak. kakak ipar perlu istirahat" elak ji hwa


" nona nona, ternyata nona lucu sekali ya baru aja sadar dari komanya sudah ngelawak." ucap asisten jiangwu sembari diiringi oleh tawanya yang begitu hambar.


" aku tidak ngelawak, aku serius. apa jangan jangan kalian membicarakan aku yang akan kuliah lagi namun tuan Jo-Jo " saat ingin menyebut nama Johan seketika kedua belah tangan Enji bergetar hebat tenggerokan Enji seperti tercekat sangat sulit untuk menyebut nama Johan.


" kau harus bisa mengendalikannya Enji kau harus bisa pasti bisa. lupakan, lupakan kejadian itu anggap saja tidak pernah terjadi" gumam Enji mencoba untuk melupakan kejadian menyakitkan.


nafasnya naik turun, wajahnya sudah di penuhi oleh keringat dingin yang sebesar biji jagung. kedua belah tangan Enji panas dingin sembari terus ia genggam.


asisten jiangwu yang melihat Enji mulai ketakutan mencoba menenangkan Enji secara halus. sedangkan ji hwa ia sudah keluar dari kamar rawat Enji untuk memanggil dokter min young.


"nona tenangkan diri nona, nona akan baik baik saja,okey? tarik nafas dalam dalam lalu buang secara perlahan lalu lakukan seperti itu sampai nona tenang"


perlahan Enji mulai menuruti apa yang di katakan asisten jiangwu dan melakukan penarikan nafas secara perlahan sampai Enji merasa tenang.


saat Enji sudah mulai tenang tidak lagi ketakutan,kegelisahan, was was. asisten jiangwu langsung membawa Enji dalam dekapannya memberi sebuah ketenangan.


"tenangkan diri nona, lupakan kejadian yang menurut nona menyakitkan. ingatlah sesuatu hal yang membuat nona tersenyum. nona jangan pernah merasa sendiri ada saya dan nona ji hwa yang akan selalu ada untuk nona"


"jika itu menyakitkan maka lupakan saja nona walaupun sangat sulit untuk melupakannya nona harus bisa mencobanya" asisten jiangwu


"saya takut asisten jiangwu, saya takut jika saya tidak bisa mengontrol rasa kegelisahan saya nantinya itu akan membuat orang yang berada sekitar saya merasa terbebani " keluh Enji

__ADS_1


"nona tidak pernah membebani orang lain, okey?" tenang asisten jiangwu sembari mantap wajah cantik Enji yang terlihat masih pucat setelah ia melepaskan dekapannya.


"tap,,,"


"shutsss, lebih baik nona istirahat." potong asisten jiangwu dengan jari telunjuk ia letakkan di bibir mungil Enji agar Enji tidak bicara yang aneh aneh.


Enji langsung mengangguk patuh pada asisten jiangwu. dan mulai memejamkan kedua belah matanya.


setelah Enji tertidur pulas tak berapa lama ji hwa dan dokter min young baru saja datang dengan nafas ngos ngosan karena di sepanjang koridor rumah sakit ji hwa dan dokter min young berlari.


"kak min young harus memeri,,,," ucapnya terpotong saat melihat Enji tertidur pulas " loh kok kakak ipar sudah tiduran aja" ji hwa yang melihatnya sedikit kaget


"shutsss!" dengan jari telunjuk ia letakkan di bibirnya " jangan berisik, nona enji baru aja tidur jangan ganggu" ucap pelan asusten jiangwu.


"tapi apa Kakak ipar,,,,"


"dia baik baik saja, nona ji hwa tenang saja, selagi saya masih berada di sisi nona Enji semuanya akan baik baik saja"


"huft, kau ini bagaimana sih ji hwa? aku capek capek lari dari lantai bawah bukannya naik lift ini malah lewat tangga darurat dan sekarang saat aku sudah sampai di kamar Enji ia baik baik saja, sungguh melelahkan" ucap dokter min young sedikit kesal


"kakak pikir cuma kakak doang yang capek, aku juga capek kali" balas ji hwa dengan suara sedikit keras.


"sudah ku bilang jangan berisik, nona enji sedang tidur" peringat asisten jiangwu pada ji hwa.


"maaf kak"


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA

__ADS_1


BYE BYE BYE😘😘😘


__ADS_2