
Enji terus memasuk kan sarapan nya ke dalam mulut nya ia benar benar kelaparan.
Tak berapa lama enji telah menghabis kan sarapan nya. dan langsung meminum obat nya.
ia pun mulai berjalan ke kamar mandi dan masuk. tak berapa lama ia telah keluar dari kamar mandi memakai bathrobe.
langkah nya pun memasuki ruangan pakaian dan mencari pakaian santai yang cocok untuk ia pakai. tangannya langsung mengambil mini dress yang berwarna biru dan langsung memakai nya.
Enji langsung keluar dari ruang ganti dan berjalan ke arah balkon.
wajahnya menengadah ke atas menatap langit yang sangat cerah.
"membosan kan" gumam nya.
"jam segini seharus nya aku kerja atau kuliah. aku merindukan dunia luar. aku pengen bebas seperti dulu tidak seperti ini ditahan." ucap nya pelan.
ΔΔΔ
Sementara di universitas nasional seoul. tepat nya di dalam kelas.
"apa ada yang tau kemana kim eun ji? kenapa dia tidak hadir?" tanya dosen Nam joo
"maaf pak, saya tidak tau soal nya enji tertutup banget sama saya " sahut tae oh selaku teman dekatnya
"paling juga kerja pak" timbal sakura
"kerja? kerja apa?" tanya nya
"perkerjaan nya banyak pak. bisa kerja di cafe sebagai pelayan, jagain toko bunga dekat kampus kita pak, terus kadang juga bisa menyebarkan kertas iklan di jalanan. dan lebih parah nya lagi pak berkerja di bar" jawab Hwang soo rye
"kerja di bar?"
"iya pak"
"apa ada yang tau alamat rumah nya ?"
semua mahasiswa dan majasiswi menggelengkan kepalanya.
"apa ada yang punya nomor telpon nya?" ta ya dosen Nam joo
"dulu saya punya tapi sekarang udah nggak aktif lagi nomer telpon nya" sahut tae oh
"kemana ya eunji? kenapa tidak ada kabar tentang diri nya" monolog dosen nam joo
"oh, oke. jika ada kabar tentang eunji tolong beritau saya. mungkin sampai sini dulu materi yang saya berikan pada kalian. terima kasih atas perhatian nya." jelas dosen nam joo kyuk dan berlalu keluar dari kelas.
ΔΔΔ
Setelah johan keluar dari kamar nya ia langsung masuk ke ruang kerja nya. dan langsung mengerjakan perkerjaan kantor nya di ruang kerja nya.
Tak lama kemudian pintu nya di ketuk oleh seseorang.
Tok tok tok
"masuk"
pintu pun langsung terbuka terlihat lah sosok seorang pria berjas putih
"kau belum pulang?" ucap Johan datar
"kau bisa lihat sendiri kan. kalau aku belum pulang" jawab nya sembari duduk di sofa tak jauh dari meja kerja johan.
"ada apa?" tanya johan datar
"kau belum menjelaskan kenapa kau menikahi gadis itu?"
"apa kah pertanyaan itu penting?"
"tentu saja itu penting"
"tapi menurut ku itu tidak penting"
"ckk, apa kau menganggap pernikahan itu hanya candaan?"
"kalau iya kenapa? itu bukan urusan mu kan"
__ADS_1
"iya itu memang bukan urusan ku tapi jangan pernah kau mempermain kan nya. ia gadis baik baik"
"itu menurut mu"
"kau akan menyesal jika menyakiti nya"
"apa kau bilang? menyesal" ulang johan
"ha ha ha ha, dalam kamus besar ku tidak ada kata MENYESAL. " ucap nya srmbari tertawa dan menekan kan kata "menyesal"
"dasar manusia egois"
"apa bedanya diriku dengan diri mu ?"
"aku ini bicara tentang diri mu. bukan bicara tentang diri ku. kau jangan pernah mencoba mengalih kan pembicaraan"
"aku sama sekali tak mengalih kan pembicaraan" cetus johan datar
"kau harus tau johan, dunia tak akan terus berpihak pada mu apalagi takdir tak akan selama nya bersama mu"
"jika begitu akan ku buat takdir berpihak pada ku untuk selama nya"
"kau tau, enji memiliki trauma yang sangat kuat, ia ketakutan yang sangat hebat. apa saja yang kau lakukan pada nya hah?"
"hanya mengurung nya "
"hanya, kau bilang hanya? jika kau menyesal baru tau rasa"
"tapi sayang nya tidak ada kata menyesal dalam hidup ku yang seharus nya menyesal itu dia. dia yang terlahir ke dunia ini"
"lebih baik kau berikan saja gadis itu kepada ku. aku bisa memberikan di kebahagiaan "
"han min young sejak kapan kau peduli dengan seorang perempuan"
" aku memang tidak tau apa alasan mu menikahi gadis itu? yang pasti kau akan menyesal nanti nya!" cetus han min young
Diri nya benar benar kecewa dengan sahabat nya karena menikahi seorang gadis tanpa mengundang nya di tambah lagi ia sangat kecewa lagi ia melihat wajah enji bengkak dan ia pasti tau siapa pelaku nya.
"lebih baik kau keluar dari sini!" ucap johan mulai meninggikan suara nya.
"ini semua gara gara kau jal*ng, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan pada mu nanti malam" ucap johan sembari tersenyum menyeringai di wajah tampan nya.
tak berpa lama pintu kembali berderit
"untuk apa di kembali lagi" gumam johan dan bersiap siap mengambil gunting di dalam laci nya dan melempar nya ke pintu.
saat pintu terbuka lebar johan langsung melempar gunting ke arah pintu hampir mengenai badan asisten jiangwu beruntung ia bisa menghindari nya.
"kau ingin membunuh ku johan, apa kau bosan aku menjadi asistem mu?" yanya asisten jiangwu
"ada apa ke sini?" tanya nya datar
"dasar tidak punya rasa bersalah sama sekali, bukan nya minta maaf ini malah bertanya" gumam asisten jiangwu.
"ayo ke kantor." ajak asisten jiangwu
"untuk apa?" tanya johan tanpa ekspresi
"pertanyaan macam apa itu? apa kau lupa hari ini ada beberapa pertemuan dengan rekan bisnis mu dan ada dua perusahaan luar ingin berkerja sama dengan mu" jelas asisten jiangwu.
"aish, aku benar benar lupa" gumam johan sembari memijit pelipis nya
"ada berapa pertemuan hari ini?" tanya johan datar
"jam 10 nanti kau akan menghadiri pertemuan dengan perusahaan properti dari negara china. jam 12 nanti kau mendapat undangan makan siang dari rekan bisnis mu. jam 13.30 kau akan menandatangani kerja sama dengan perusahaan tambang dari inggris dan terakhir sekitar jam 16.00 kau akan menghadiri seminar di hotel xxx"
"banyak sekali jadwal pertemuan ku hari ini? apa tidak bisa di wakil kan oleh mu" ucap nya saat mendengar penjelasan asisten joangwu
"tidak bisa" ucap asisten jiangwu cepat
"huft...,bukan hanya hari ini saja jadwal mu padat tapi sebulan penuh ini kau mendapat jalinan kerja sama dengan perusahaan luar. dan jadwal nya sudah ku buat"
"apa kau tak bisa menghandel nya?"
"aku sudah menghandel nya satu minggu yang lalu tapi mereka ingin kau yang menghadiri nya tanpa di wakil kan oleh ku"
Johan langsung bangkit dari kursi kebersaran nya dan krluar dari ruang kerja nya di ikuti oleh asisten jiangwu.
__ADS_1
"bagaimana dengan proyek yang di pimpin oleh pak tua itu?" tanya johan sembari masuk ke dalam lift
"maksud mu proyek kau bersama tuan kim joo in?" tanya asisten jiangwu
"hemm" balas johan dengan deheman nya.
"proyek itu sekarang tengah beroperasi dengan baik. kemungkinan satu bulan ke depan proyek itu akan selesai" jelas asisten jiangwu
"bagaimana keadaan dia?" tanya johan tanpa menatap asisten jiangwu.
"maksud mu nona eunji, dia baik baik saja. tapi apa yang kau bicara kan dengan Min young di ruang kerja mu? aku tak sengaja berselisihan dengan nya tapi aneh nya saat dia keluar dari ruang kerja mu wajah nya seperti menahan amarah?" tanya asisten jiangwu pada johan
"bukan urusan mu" jawab johan datar
Ting...
suara pintu lift terbuka. johan langsung keluar dari lift di ikuti asisten jiangwu. asisten jiangwu sudah terbiasa mendengar jawaban johan yang datar. apa lagi johan paling anti menceritakan masalah pribadi nya kepada orang lain termasuk sahabat nya.
Asisten jiangwu langsung membuka kan pintu mobil untuk johan. saat diri nya ingin masuk ke dalam mobil mata hitam nya tak sengaja melihat ke balkon milik nya.
"sedang apa dia di sana?" gumam johan sembari melihat ke balkon nya. mata tajam nya melihat enji sedang berada di balkon dengan tangan menunjuk langit.
"kau bicara apa johan? aku tak mendengar jelas ucapan mu?" tanya asisten jiangwu
"aku tak bicara dengan mu" jawab johan ketus dan masuk ke dalam mobil nya.
Asisten jiangwu langsung masuk ke dalam mobil, mobil pun berjalan dan meninggalkan pelataran mansion johan.
Di sepanjang perjalanan johan hanya diam. pikiran nya selalu mengingat enji.
"sedang apa dia di atas balkon? apa ia berniat ingin kabur dari mansion ku? itu tidak akan terjadi, aku tak akan membiarkan dia pergi begitu saja" pikir johan dalam hati nya
Asisten jiangwu yang melihat johan lewat kaca spion ia pun langsung bertanya pada johan.
"kau ada masalah?"
"tidak ada"
"ayo lah johan, aku ini sahabat mu. selama aku menjadi sahabat mu kau tak pernah berkeluh kesah pada ku atau pun mencerita kan masalah mu kepada ku" cicit asisten jiangwu srmbari mengemudi mobil lamborghini milik johan
"itu tak penting" jawab johan sangat datar
Asisten jiangwu yang mendengar jawaban Johan hanya menghembus kan napas nya secara kasar.
Tiga puluh menit kemudian mobil lamborghini milik johan telah memasuki area basement parkiran. asisten jiangwu langsung membuka kan pintu untuk johan. Dan johan pun keluar dari dalam mobil Langkah kaki nya sangat lebar membawanya ke dalam ruangan milik nya di ikuti oleh asisten jiangwu
ΔΔΔ
Sudah setengah jam enji berada di balkon ia sama sekali tidak ada keinginan untuk masuk ke dalam kamar nya. mata nya masih betah menatap langit biru.
" aku ingin seperti langit, sangat indah dan penuh pengharapan." ucap enji srmbari tangn nya menunjuk langit biru
"apa benar jika orang sudah meninggal mereka akan berada di langit?"
" bagaimana kabar bunda di sana? kabar enji di sini baik bunda. maaf kan enji bunda tidak bisa ke makam sebab enji sudah menikah dan enji pasti di larang ke luar mansion tapi enji janji pada bunda jika sudah di ijin kan enji akan ke makam " jelas enji sembari mata nya terus menatap langit yang biru.
Setelah enji merasa puas berbicara dengan bunda nya ia langsung masuk ke dalam kamar dan mengistirahat kan tubuh nya di atas kasur yang besar sampai ia tertidur.
Bersambung....
Maaf jika ada kata yang typo🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
__ADS_1