TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #71


__ADS_3

kini ji hwa sudah berada di mansion karena asisten jiangwu menyuruhnya pulang padahal ia ingin lebih lama lagi menemani Enji.


wajahnya terlihat sangat melelehkan namun bibirnya selalu terangkat kala mengingat penjelasan dokter min young tentang kondisi enji.


"Enji akan segera sembuh dan dia bisa pulang ke mansion" ucap dokter min young setelah selesai memeriksa kondisi enji


"benarkah? kapan kakak ipar di perbolehkan pulang?" tanya ji hwa tak percaya dengan mata berbinar binar


" mungkin 5 hari kedepan Enji bisa pulang saat ini dia hanya butuh pemulihan dan mengontrol rasa ketakutannya itu"


"tapi jika kakak ipar bertemu dengan kak Johan apa kakak ipar akan histeris?"tanyanya


"ku rasa cuma Enji saja yang bisa mengontrol rasa ketakutan itu tapi ku harap semoga saja Enji bisa mengontrol rasa ketakutannya dengan baik" harap dokter min young sembari menatap Enji yang tengah tertidur. mereka bertiga tengah berada di kamar rawat Enji.


sembari menaiki satu persatu anak tangga tanpa sadar ji hwa berpapasan dengan Johan. johan yang melihat adiknya tersenyum tanpa sebab langsung menghentikan langkahnya.


"ji hwa" panggilnya, ji hwa yang mendengar namanya di panggil langsung menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghadap kakaknya.


"apa?" ucap ketus ji hwa dengan mata sedikit malas menatap wajah kakaknya.


"kamu dari mana saja ?jam segini baru pulang?" tanya johan


"itu bukan urusan kakak" jawabnya dengan wajah begitu datar


"tentu saja itu urusanku, kamu adalah adikku. kalau terjadi apa apa padamu siapa yang repot ? aku juga kan?"


"jadi aku merepotkan kakak? baiklah, mulai sekarang kakak tak perlu tau aku mau pergi kemana dengan siapa dan jangan cari aku. bukan kah selama ini kakak tidak peduli denganku kakak lebih memilih pekerjaan kakak di bandingkan adik kakak ini. asal kakak tau. aku kesepian kak, tidak punya teman di rumah. " cicit ji hwa mengeluarkan semua unek unek nya yang selama ini ia pendam.


" kalau aku tak kerja hidup kita tidak mungkin seperti ini?! apa kau mau seperti dulu lagi !! menjadi gembel selalu di hina hina?! ingat ji hwa kita tak punya ayah, ayah sudah mati! siapa lagi yang mencari uang selain aku"


ji hwa hanya diam, apa yang di katakan Johan benar jika keluarga mereka hidup seperti dulu lagi kemungkin sangat besar setiap hari mereka pasti mendapatkan penghinaan.


"kakak seperti ini untuk kalian semua, untuk ibu,jenny,dan kamu adik kakak yang paling kakak sayang" ucap tulus Johan sembari memegang kedua bahu ji hwa.


"tapi bisakah kakak meluangkan waktu sehari saja untuk kumpul bersama ibu,kak jenny dan aku. seperti dulu sebelum kita tak memiliki apa apa." ucap ji hwa kala mengingat dimana ia bermain bersama kakak kakaknya.

__ADS_1


"akan kakak usahakan tapi untuk sekarang belum bisa"


"kakak harus janji ya, jangan bohong!"ji hwa langsung mengangkat tangan kanannya di depan wajah Johan dengan jari kelingking ia gerakkan sedangkan jari yang lainnya ia genggam. "kakak harus janji dulu"


Johan langsung tersenyum dengan tingkah adiknya. perlahan jari kelingking Johan ia satukan dengan jari kelingking milik ji hwa "iya kakak janji"


cukup lama mereka mengikat janji dan pada akhirnya ji hwa yang melonggarkan jari kelingkingnya.


"aku sangat sayang kak Johan" ucap jujur ji hwa langsung menghabur ke dalam pelukan Johan.


"kakak juga sayang sekali sama adik kakak ini" balas Johan sembari mengusap lembut rambut ji hwa.


"ada satu pertanyaan yang belum kamu jawab ji hwa" tangan Johan berhenti mengusap rambut ji hwa kala mengingat ada satu pertanyaan yang belum adiknya jawab.


"pertanyaan apa kak?" ji hwa sedikit mendongak kan kepalanya untuk menatap wajah kakaknya.


"kamu dari mana saja?jam segini baru pulang?"


perlahan ji hwa melonggarkan pelukannya," ohh, itu. aku baru saja pulang dari rumah sakit" jawab ji hwa


"rumah sakit? tumben sekali kamu menjenguk Soo hee? "


"lalu kamu jenguk siapa selain Soo hee?"


"apa kak Johan bener benar lupa ? apa dia tidak ingat dengan kakak ipar yang tengah sekarat di rumah sakit?" pikir ji hwa dalam hatinya


"aku baru saja menjenguk kakak IPAR, jika kakak lupa itu " jawab ji hwa dengan menekankan kata ipar


mendengar kalimat kakak ipar wajah Johan langsung berubah total. " untuk apa kau menjenguk jala*g itu! dia tidak akan sadar. mungkin cepat atau lambat jala*g itu pasti akan mati" ucap Johan tak suka.


"baru saja kak Johan bersikap seperti dulu lagi tapi kenapa saat aku membahas kakak ipar sikapnya kembali lagi, temparmental,kasar. aku tidak suka sikap kak Johan sekarang ini. itu membuatku jadi takut padanya"


"apa aku salah menjenguk kakak ipar? "


"tentu saja itu salah itu adalah kesalahan besar! untuk apa kamu menjenguk anak wanita yang sudah menyebabkan kehancuran keluarga kita!" bentak Johan

__ADS_1


"sudah berapa kali kak,aku katakan kak Eunji tak salah. di sini itu yang salah adalah ibunya bukan kak Eunji"


"jangan sebut namanya di depanku!! gendang telinga ku sakit mendengar namanya" bentak Johan pada adiknya.


"hanya gara gara kesalahan ibunya, apa harus seorang anak yang menanggungnya?bukan kah itu sebuah ketidak adilan?"


"itu adil bagiku, anak sama ibu sama saja! tidak beda jauh, buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya"


"apa kakak pernah berpikir? setelah kakak ipar menikah dengan kakak hidupnya berantakan kak, setiap hari selalu mendapat perlakuan yang kasar dari kakak. bukan hanya kakak saja yang memperlakukannya seperti itu tapi kak jenny juga. "


" pantas saja dokter min young bilang kakak ipar trauma yang sangat dalam. karena apa? keluarganya sama saja memperlakukan kak eunji seperti kakak dan kak jenny memperlakukan nya. bukannya kak Eunji bebas dari keluarnya ini malah terikat dengan kakak. dan semena menanya kakak memperlakukan nya seperti binatang. ada saatnya nanti kakak ipar akan menyerah."


Johan hanya diam mendengarkan penjelasan ji hwa.


"asal kakak tau kenapa aku baru pulang dari rumah sakit? karena aku menjaga kak eunji. kakak ipar sudah sadar kak dari komanya dan kata dokter min young sebentar lagi kakak ipar akan diperbolehkan pulang"


" ku harap kak Johan jangan bertemu dengan kakak ipar dulu, aku sangat yakin melihat wajah kakak saja pasti kakak ipar akan sangat histeris. kakak ipar trauma kak, itu karena KAKAK!!" teriak ji hwa tepat di wajah Johan.


Johan langsung menuruni anak tangga dengan tergesa gesa tanpa memperdulikan teriakan ji hwa.


Bersambung....


maaf ya guys baru up padahal kemarin kemarin mau up tapi sinyal tidak mendukung buat aku up.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤

__ADS_1


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘


__ADS_2