TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #57


__ADS_3

HAPPY READING 📖


.


.


Setelan kepergian asisten jiangwu joo hee hanya diam menatap mobil yang membawa enji sampai menghilang di balik gerbang yang tinggi.


"kakak! kenapa Melamun? Ayo kita pergi untuk menyusul kakak ipar!" teriak ji hwa pada joo hee membuat wanita itu tersadar dari lamunanya.


"iya, kakak ambil tas dulu"


"itu kelamaan kak, gak usah ambil tas kak." larang ji hwa memegang tangan kakaknya namun langsung di lepaskan oleh joo hee


"aku mengambil tas sebentar saja, kau duluan ke mobil" kata joo hee langsung berlari masuk ke dalam.


Sedangkan di ruang tengah jenny berserta ibunya melihat televisi namun tatapan mereka teralihkan saat joo hee melewati ruang tengah dengan wajah yang begitu cemas.


Tak lama kemudian joo hee berlari keluar mansion namun langsung di hentikan oleh jenny terpaksa joo hee terdiam sebentar.


"kakak mau kemana? Di luar musim salju kak. Apalagi kakak tidak pakai mantel dan syal yang ada nanti kakak sakit" kata jenny, walaupun jenny memiliki sifat yang sangat acuh dan arogan namun ia masih memiliki perasaan dan sangat khawatir jika salah satu keluarganya kenapa napa.


"kerumah sakit"


"siapa yang sakit?" tanya ibunya menatap putri pertamanya.


"eunji"


"sakit apa jala*g itu?! Aku liat tadi pagi jala*g itu baik baik saja. Itu cuma alasan doang agar jala*g itu tidak mengerjakan tugas rumah" mendengar nama enji saja wajah jenny langsung berubah total.


"aku tidak tau dia kenapa tapi saat ini jiangwu membawanya ke rumah sakit. Ku lihat tadi wajahnya di lumuri oleh darah, hidungnya mengeluarkan darah yang begitu banyak. Jadi sekarang aku sama ji hwa mau nyusul jiangwu yang membawa eunji ke rumah sakit" jelas joo hee pada ibunya dan jenny yang tak mendengarkan penjelasan joo hee.


"apa kalian mau ikut?" sambung joo hee menatap saudaranya dan ibunya.


"kalau aku nggak, aku sangat sibuk walaupun tidak sibuk aku tidak akan pernah menjenguki gadis jala*g murahan itu" jawab cepat jenny ia kembali manatap layar tekevisi yang menampilkan berita.


"kalau ibu?"


"badan ibu nggak enak jika harus keluar rumah apalagi di luar saju mulai turun lebih lebat. Yang ada ibu yang sakit" jawab ibunya mencari alasan agar ia tidak menjenguk anak yang sudah membuat hidupnya menderita selama ini.


"ya sudah kalau begitu aku pergi dulu" ucap pelan joo hee ia langsung meninggalkan ruang tengah di mana ibu dan adiknya sedang bersantai.


"bu, kira kira jala*g itu kenapa ya?" tanya jenny melirik wajah ibunya yang sedang mamenatap layar televisi, sejujurnya jenny sangat penasaran kenapa enji sampai masuk rumah sakit apalagi perkataan joo hee terngiang ngiang di otaknya kalau enji berkumuran darah.


"ibu tidak tau" jawab datar ibunya, "pasti ini semua ada sangkut pautnya dengan johan, apa yang putra ku lakukan pada gadis malang itu, sampai ia harus masuk rumah sakit? " gumam ibunya sangat yakin jika enji masuk rumah sakit karena johan.


Tiba tiba saja ibu johan melihat putra pertamanya menuruni anak tangga dan melewati ruang tengah tanpa menyapa.

__ADS_1


"johan!" panggil ibunya membuat johan memberhentikan langkahnya.


Johan memutar tubuhnya menghadap ibunya yang sedang menatap dengan tajam.


"ada apa bu?"


"kamu mau kemana? Dan apa yang kau lakukan pada gadis itu?!"


"aku mau ke rumah sakit menjenguk soo hee sudah lama aku tak menjenguk. kalau soal jala*g itu, tanganku tidak sengaja mendorongnya dari balkon"


"apa kau tak memiliki akal sehat sampai kau tega mendorongnya dari balkon, kalau sampai dia tidak selamat bagaimana?!" teriak ibunya


"bukankah dulu ibu menginginkan jika orang terdekat wanita yang sudah merusak keluarga kita mati, kenapa ibu malah sebaliknya sekarang!"


"johan, bukan seperti ini caranya balas dendam"


"tapi ini caraku bu" setelah mengucapkan kalimatnya johan langsung pergi meninggalkan ibunya yang Meneriaki namanya.


"seharusnya ibu senang dong kalau jala*g itu mati" timbal jenny menatap aneh wanita yang selama ini menjaga dan merawatnya.


Ibunya hanya diam tanpa membalas ucapan anaknya. Logikanya selalu bahagia jika enji menderita namun tidak dengan hatinya.


Di sepanjang perjalanan asisten jiangwu terus memanggil nama enji namun yang di panggil sama sekali tidak membalas ucapannya.


"nona bangun nona" panggil asisten jiangwu, sesekali ia memarahi supir karena sangat lamban membawa mobil.


"cepat bawa mobilnya!!!!" teriak asisten jiangwu pada supir


"baik tuan"


30 menit kemudian akhirnya mobil yang membawa enji telah sampai di depan rumah sakit. tanpa menunggu lebih lama lagi asisten jiangwu langsung keluar dari mobil dengan tangan menggendong tubuh enji yang sangat lemah.


"brankar!!!" teriak asisten jiangwu sampai ia jadi pusat perhatian semua orang.


3 suster langsung membawa brankar ke hadapan asisten jiangwu, dengan perlahannya tangan asisten jiangwu meletakkan enji di brankar rumah sakit.


"ini kenapa tuan?" tanya salah satu suster


"itu tidak penting, cepat kalian tangani gadis ini!!" ucap asisten jiangwu meninggikan suaranya.


3 suster itu berserta asisten jiangwu langsung mendorong brankar di mana enji di rebahkan dan masuk ke dalam ruang UGD. saat asisten jiangwu ingin masuk namun langsung di tahan oleh salah satu suster.


"Maaf tuan anda di larang masuk!"


"tapi suster saya kakaknya" ucap asisten jiangwu spontan


"ini sudah menjadi Kebijakan rumah sakit tuan, permisi" suster itu langsung menutup ke dua belah pintu.

__ADS_1


Cukup lama enji di tangani oleh dokter membuat asisten jiangwu sangat khawatir ia terus mondar mandir di depan ruang UGD.


Asisten jiangwu langsung berhenti mondar mandir tidak jelas kala ia melihat salah satu suster keluar dari ruang UGD.


"sus, gimana keadaan adik saya?" tanya asisten jiangwu tanpa sadar. ia benar benar sangat khawatir dengan keadaan enji.


"maaf tuan keadaannya sangat kritis, permisi saya harus memanggil beberapa dokter untuk menangani adik anda, karena adik anda banyak mengeluarkan darah." ucap suster itu dan langsung berlari ke arah barat.


"separah itu kah keadaan nona eunji sampai satu dokter saja kewalahan." gumam asisten jiangwu setelah ia mendudukkan bokongnya di kursi yang tak jauh darinya.


Tak berselang lama setelah asisten jiangwu mendudukkan bokongnya di kursi, ji hwa dan joo hee baru saja sampai dan langsung menanyai keadaan enji kepadanya.


"kak jiangwu, bagaimana keadaan kakak ipar?" segurat kecemasan terpampang nyata di wajah cantik ji hwa.


Asisten jiangwu hanya bisa menggelangkan kepalanya membuat dua wanita cantik itu berpikiran yang tidak tidak.


"maksud kak jiangwu, kakak ipar sudah tidak ada?!"


"keadaan nona eunji sangat kritis" ucap lirih asisten jiangwu matanya menatap lantai keramik


"kenapa sampai eunji terluka seperti itu?" timbal joo hee sangat penasaran


"sepertinya nona eunji terjatuh dari balkon"


"apa!" pekik joo hee serempak dengan ji hwa


"kok bisa?!"


"saya juga tidak tau secara detailnya yang pasti nona eunji terjatuh dari balkon" jawab asisten jiangwu dan yang mendorong nona eunji adalah johan, lanjut asisten jiangwu dalam hatinya.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2