
HAPPY READING📖
Keesokan hari nya Enji telah bangun dari tidurnya 2 jam yang lalu, kini ia tengah menyiapkan air mandi untuk Johan.
"mungkin dengan cara ku bersikap baik pada tuan johan, tuan Johan akan mengijin kan ku kuliah" harap enji sembari menyiapkan air di dalam bathup
Setelah enji selesai menyiapkan air mandi untuk johan, ia langsung keluar dari kamar mandi dan berjalan ke sisi ranjang sambil memandang wajah Johan dengan jarak dekat.
"aku sangat terkagum kagum melihat wajah tuan Johan yang sangat imut seperti anak kecil saat tidur, tapi tuan Johan jangan Geer aku hanya memuji dan tak akan jatuh cinta pada tuan. itu tak akan pernah" ucap pelan enji sembari terus memandang wajah imut Johan.
"wajah yang sangat tampan tidak menjamin kepribadian yang baik. contoh nya tuan Johan, walaupun tuan sangat tampan dan imut tapi sikap nya seperti monster" cetus enji saat ia teringat dengan perlakuan Johan pada diri nya.
"Dan entah kenapa tuhan harus mempertemukan ku denganmu, coba saja kita tidak di takdir kan untuk bertemu sudah pasti hidup ku baik baik saja dan berjalan sesuai kehendak ku" sambung enji
Hening
Enji Hanya diam sembari terus memandang wajah Johan.
"andai saja mansion ini tidak ada di tengah hutan, mungkin aku sudah kabur dari sini. tapi sayang nya takdir tidak berpihak pada ku lagi, tuhan suka sekali mempermainkan takdir hidup ku" ucap enji dalam hati nya.
Enji langsung tersadar dari tatapan nya kepada Johan yang masih tertidur, ia langsung berbalik dan melangkahkan kaki mendekati pintu.
"kalau aku keluar apa tuan Johan akan marah? tapi aku hanya ingin membuatkan tuan Johan sop pereda pusing, agar tuan Johan tidak pusing"
"ya sudah lah, aku harus keluar untuk membuatkan nya. lagi pula aku hanya ke dapur tidak keluar dari mansion. terserah tuan Johan nanti nya mau marah pada ku" monolog enji sembari memutar handle pintu dan keluar dari kamar Johan.
Sesampainya enji di dapur, enji melihat beberapa koki sedang mengotak atik dapur sampai dapur sedikit berantakkan. ada yang memotong sayuran, memasak, mencuci buah buahan, dan lain lain.
"nona, sedang apa di dapur?" tanya pak jung menghampiri enji
"apa ada sesuatu yang nona butuh kan? atau nona mau makan sesuatu biar para koki itu yang membuatkan nya" sambung pak jung.
"saya ke sini hanya ingin membuatkan tuan Johan sop pereda pusing" jawab enji
"biar para koki itu saja yang membuatkan nya nona"
"biar saya aja ya pak jung"ucap memelas enji
"tapi nona, saya bisa di marahi oleh tuan johan"
"ku mohon kali ini saja ya, saya mohon pak jung. kalau nanti tuan johan marah pada pak jung bilang saja kalau saya yang memaksa pak jung. dan biarkan saya yang kena marah pada tuan johan"
"tapi nona,,," belum pak jung menyelesaikan ucapan nya enji telah memotong pembicaraan nya.
"saya mohon pak jung kali ini saja ya" pangkas enji berusaha meyakinkan pak jung
"huft,,,, baiklah nona" kata pak jung pasrah
"terima kasih pak jung" ucap enji sembari tersenyum manis pada pak jung.
Setelah mendapat izin oleh pak jung enji langsung berbaur di antara para koki yang berjumlah 5 orang.
"nona, sedang apa di sini? " tanya salah satu koki
"saya ingin buatkan tuan Johan sop pereda pusing" jawab enji
"biarkan saya saja yang membuatkannya nona, seperti biasa saya juga yang membuatkan sop untuk tuan johan. nona tinggal tunggu saja" jelas salah satu koki itu
__ADS_1
"saya mohon, biarkan saya saja yang membuatnya" mohon enji sembari menangkupkan kedua belah tangannya
"tapi nona jika pak jung tau kalau nona memegang peralatan dapur yang kena marah saya"
"saya sudah mendapat kan ijin oleh pak jung" cetus enji
"nona tidak bohongkan?" tanya koki itu ia sedikit tidak percaya
"tidak" jawab enji sembari menggelengkan kepalanya
"biarkan saja nona yang membuatkan sop untuk tuan johan" timbal pak jung berjalan mendekati enji
"baiklah nona, tapi saya akan membantu nona untuk membuat nya"
"iya" ucap enji pelan sembari menganggukan kepalanya.
Sekitar 15 menit kemudian enji telah selesai membuatkan sop untuk Johan. dan meletakkan nya di nampan.
"ternyata nona lincah sekali ya memasak, apalagi membuat sop pereda pusing. hanya membutuhkan waktu 15 sop nya sudah jadi" puji salah satu koki yang membantu enji.
"ini juga cepat selesai karena bantuan dari tuan" balas enji
"kenapa nona memanggil saya tuan?"
"lalu saya memanggil apa? " tanya balik enji
"pak lee"
"baik lah pak lee"
"apa nona pernah membuatkan sop pereda pusing ini, sampai nona sangat cepat membuatnya apalagi saya tidak ada kesempatan untuk membantu nona hanya beberapa bagian saya yang bisa saya bantu"
"beruntung sekali tuan Johan mendapat kan istri pandai memasak seperti nona eunji" puji koki itu sembari tersenyum simpul pada enji
"ah,,, iya." balas enji sembari tersenyum di paksaan.
"tapi saya tidak beruntung mendapatkan tuan Johan yang sangat kasar dan kejam" sambung enji dalam hati nya.
"pak jung" panggil enji
"iya nona, ada yang bisa saya bantu? "
"bisakah pak jung mengantarkan sop ini ke kamar?"
"tentu saja bisa nona"
"terima kasih pak jung"
"sama-sama nona"
Pak jung langsung mengambil nampak yang berisi sop. dan segera membawanya kekamar Johan.
"nona kenapa masih di sini? apa ada sesuatu yang nona butuh kan?" tanya pak lee
"eh,,, bolehkah saya memasak untuk sarapan?" ucap enji pelan
"maaf nona, bukannya saya tak mengizinkan tapi tuan Johan sangat melarang keras bahwa yang memasak untuk menu makan hanya para koki saja" jelas pak lee
__ADS_1
"tapi saya mau memasak untuk tuan johan" cicit enji
"tapi nona, saya takut jika tuan Johan tau kalau nona yang memasak yang ada kami para koki yang akan kena marah tuan Johan dan lebih parah nya lagi kami bisa di berhentilah kerja sebagai koki di mansion ini"
"kali ini saja ya, saya mohon pak lee. saya janji jika tuan Johan marah pak lee bisa bilang pada tuan Johan kalau saya yang memasak. adapun konsekuensinya nanti saya yang akan menanggung nya"
"tapi,,, nona"
"saya mohon pak lee, dan saya akan menjamin rasa masakan saya nanti pasti enak dan tak akan mengecewaakan"
"baiklah nona, jika nona memaksa"
"terimakasih, pak lee"
"tapi kami para koki akan membantu nona memasak"
"iya, baiklah"
"ternyata sifat nona eunji ini sedikit keras kepala" ucap pak lee dalam hatinya.
Enji langsung memasak dan di bantu oleh para koki lainnya.
"oh, iya pak lee. menu favorit tuan Johan apa? " tanya enji sembari memotong sayuran dibantu oleh pak lee.
"Tuan Johan sangat suka dengan menu makanan Dwaeji Gukbap"
"oh" ucap enji dari menganggukkan kepalanya.
"lalu kalau yang lain apa makanan kesukaannya? " sambung enji
"kalau nonya sukanya makan Samgyeopsal, kalau nona Jenny sukanya makan Wagyu dan kalau nona ji hwa sangat suka dengan Kimchi Sujebi." jelas pak lee
"kalau menu favorit nona apa? " sambung pak lee
"kalau menu favorit saya nasi goreng kimchi tapi saya lebih suka makanan yang manis manis" jelas enji
"pantas saja nona, senyuman nona sangat manis ternyata nona suka makan yang manis manis" cetus pak lee
"pak lee bisa aja" celetuk enji merasa malu dan kedua belah pipinya memerah.
1 jam kemudian akhirnya semua menu yang di masak oleh enji dan pak lee beserta para koki lainnya telah selesai di masak. para koki langsung meletakkan menunya di atas meja makan di bantu oleh enji beserta para pelayan lainnya.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
__ADS_1
BYE BYE BYE😘😘😘