TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #69


__ADS_3

"kakak makan ya, sesuap aja ya" mohon ji hwa sejak tadi namun enji sama sekali tidak membuka mulutnya.


"aku tidak lapar ji hwa" tolak enji sembari menggelengkan kepalanya secara perlahan


"kakak bohong, masa kakak tidak lapar sedangkan kakak saja mengalami koma satu minggu tidak minum bahkan makan "


"sungguh aku tidak laper" terang enji matanya terus menatap jendela kamar nya yang tertutup tirai.


"kakak sedang liat apa sih? Sejak tadi aku ngomong mata kakak tidak pernah natap wajahku"


"apakah masih musim salju? " tanya lirih enji namun masih bisa didengar oleh ji hwa


"masih kak"


"apakah aku boleh ke taman untuk melihat musim salju?"


"kakak jangan ngaco! Kakak kan baru saja sadar dari koma kakak, ingat kakak apa kata dokter min young kakak tidak boleh banyak bicara apalagi bergerak" peringat ji hwa tak habis pikir dengan jalan pikiran enji.


"tapi aku ingin melihatnya"


"kalau kakak ingin melihatnya, ji hwa akan menggeser tirai itu tapi kakak janji jangan banyak bergerak" perkataan ji hwa langsung diangguki oleh enji.


Ji hwa beranjak dari duduknya dengan melangkahkan kaki rampingnya ke arah jendela kaca untuk menggeser tirai.


hanya dari kejauhan Enji melihat salju turun tanpa bisa memegang butiran salju. ingatannya kembali berputar mengingat kenangan yang indah bersama ibunya dulu. setiap musim salju turun pasti Enji dan ibunya ke taman untuk bermain salju.


"bunda, Enji rindu bunda. Enji rindu kita main salju bareng bareng." ucap lirih Enji


ji hwa yang mendengarkan hanya bisa diam tanpa berkomentar.


"kakak, sering ya main salju bersama bunda kak Enji?" Enji yang mendengar pertanyaan dari ji hwa langsung menjawab dengan senyum yang manis.


"sangat sering, bahkan hampir setiap hari aku dan bunda bermain salju. sampai sampai ayah memarahiku dan bunda karena terlalu sering bermain salju. katanya jangan terlalu sering bermain salju nanti sakit" matanya menatap lurus ke depan.


Enji langsung mengalihkan pandangannya menatap ji hwa "bicara tentang ayah, apakah ayahku tau jika aku sakit? apakah ayahku datang saat aku masih koma? apakah ayahku,,,,"


"tidak, ayah kak Enji tidak datang ke sini karena tidak ada seorang pun yang memberitahukan kalau kak Enji di rawat di rumah sakit ini, ini perintah dari kak Johan kak" jelas ji hwa


"ckk, miris. hidup ku sangat miris bukan? walaupun kalian memberitaukannya pada ayahku sudah pasti ayah tidak akan pernah datang untuk menjenguk ku" ucap Enji sembari tersenyum kecut


"dulu waktu aku masih kecil, ayah akan sangat marah pada bunda jika aku sakit. ayah akan menemaniku seharian untuk menjagaku karena aku sakit sekarang hal itu tidak akan pernah terjadi. ingin rasanya aku kembali ke waktu masih kecil di mana aku sangat di cintai oleh ayah" ucap batin enji

__ADS_1


" kakak jangan pernah merasa sendiri, kakak masih ada aku yang akan selalu menemani kakak" cercah ji hwa sembari menggenggam tangan Enji untuk memberi kekuatan.


"terima kasih ji hwa"


"sama sama kak, kalau begitu kakak makan ya sesuap aja please, ini untuk kesehatan kakak juga agar kakak cepat sembuh"


"aku tidak mau makanan itu, tidak enak" geleng Enji


"emangnya kakak mau makan apa?" tanya ji hwa


"nasi goreng kimchi, kesukaan kak Enji sekaligus kesukaan hyunjin" sambung Enji dalam hatinya.


"kakak tidak boleh makan nasi goreng kimchi dulu, apa kakak tidak dengar apa yang di katakan oleh dokter min young kalau kakak tidak boleh makan makanan yang keras apalagi pedas." jelas ji hwa


"tapi makanan rumah sakit tidak enak ji hwa. tidak ada rasanya"


"namanya juga makanan rumah sakit rasanya hambar, itu kan makanan dibuatkan khusus untuk pasiennya" Enji hanya diam tanpa menanggapi ucapan ji hwa, begitu pun dengan ji hwa ia hanya diam sembari memperhatikan Enji yang tengah berbaring dengan mata menatap jendela yang menampakkan salju yang tengah berjatuhan.


hening seperti itu suasana di dalam kamar rawat Enji. namun keheningan itu tak bertahan lama kala suara pintu terbuka sangat keras.


Brakkk


Enji dan ji hwa yang mendengarnya langsung menoleh menatap pintu yang terbuka sangat lebar. dengan pintu terbuka sangat lebar tampaklah seorang pria yang tengah berdiri sembari mengatur nafasnya.


"asisten jiangwu" ucap ji hwa dan Enji secara bersamaan.


" nona Eunji" balas pria itu siapa lagi selain asisten jiangwu. asisten jiangwu baru saja mendapat kabar dari dokter min young kalau Enji sudah sadar, ia bergegas pergi ke rumah sakit tanpa mendengarkan teriakan Johan karena mereka sedang melakukan meeting bersama beberapa partner bisnis mereka. bukan hanya itu saja bahkan asisten jiangwu hampir saja di tabrak oleh truk karena membawa mobil dengan kecepatan di atas rata rata.


tanpa ragu ragu lagi asisten jiangwu langsung memeluk Enji yang tengah berbaring. sedangkan Enji sedikit terkejut dengan aksi asisten jiangwu tidak ada balasan dari pelukan asisten jiangwu.


" kak jiangwu! jangan peluk kakak ipar kondisinya masih lemah!" bentak ji hwa


sesegera mungkin asisten jiangwu melonggarkan pelukannya "nona sudah sadar?" tanya asisten jiangwu tak percaya


" apa mata kakak buta, kenapa pertanyaan seperti itu harus di lontarkan lagi?" ucap ketus ji hwa , ia masih sedikit kesal dengan tingkah asisten jiangwu.


"asisten jiangwu" sapa Enji sembari tersenyum tipis kepada asisten jiangwu "lama tak bertemu"


"bukan kah tadi pagi nona bertemu dengan saya? maksud saya nona sudah sadar"


"sadar? kapan? aku tak mengingatnya" ucap Enji bingung.

__ADS_1


"kenapa nona Eunji tak mengingatnya? apa ia hilang ingatan? kalau nona Eunji hilang ingatan mana mungkin ia mengingatku?" pikir asisten jiangwu dalam hatinya.


" jangan kakak pikirkan ucapan kak jiangwu dia bicara asal asalan"


"aku ti,,,," ucapan asisten jiangwu terpotong kala melihat tatapan tajam ji hwa.


"kak jiangwu aku mau bicara sama kakak, di luar. kakak ipar tunggu di sini ya , aku hanya sebentar saja perginya."


"iya"


ji hwa bangkit dari duduknya langsung menarik kasar tangan asisten jiangwu dan menyeretnya keluar kamar rawat Enji.


"kakak apa apaan sih? apa kakak lupa kejadian tadi pagi ? gara gara kakak, kak Eunji histeris dan sekarang mau mengulangnya lagi" bentak ji hwa


"tapi nona Eunji tidak mengingatnya? itu kenapa nona Eunji tak mengingatnya?" tanya asisten jiangwu


" bukankah itu lebih baik? melupakan yang telah terjadi. lebih baik kakak tanya saja pada dokter min young kenapa kakak ipar tidak mengingatnya?"


" awas saja jika kakak mengulangnya lagi , habis kakak di tanganku!" ancam ji hwa sembari jari telunjuk menekan dada asisten jiangwu


"oh iya satu lagi, kakak harus tau batasan kakak. kakak di sini cuma asisten pribadi kak Johan, kalau sampai kak Johan tau asisten pribadi nya lancang memeluk istrinya aku tidak tau apa yang akan terjadi pada kakak"


"maafkan saya nona"


setelah mengucapkan kalimat itu ji hwa langsung masuk ke kamar rawat Enji.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA

__ADS_1


BYE BYE BYE😘😘😘


__ADS_2