
Enji hanya menganggukan kepalanya.
"ingat, bawakan bubur jangan makanan yang keras. Tidak baik orang sakit makan makanan yang keras" perintah mi sun pada asisten jiangwu
"iya, aku tau." ucapnya ketus sembari melangkahkan kakinya keluar dari kamar enji.
"ini nona, ada resep obat yang harus nona tebus untuk nona minum dan ini juga salep buat tangan nona yang memerah" ucap mi sun meletakkan resep obat dan salep diatas nakas
"terimakasih" balas enji tersenyumanis oada mi sun
*ya tuhan, senyumnya manis sekali. andai saja aku seorang pria sudahku pastikan aku akan jatuh cinta padanya.* ucap mi sun dalam hatinya
"oh iya nona saya sampai lupa, perkenalkan nama saya han mi sun dokter pribadi keluarga park" ucapnya tersenyum tipis pada enji sembari membungkukkan badannya
"halo Nona, nama saya kim eunji" balas enji
"saya sudah tau nona. Tapi bisakah nona jangan memanggil saya Nona. Nona bisa memanggil saya dengan nama saya mi sun" timbal mi sun
"bagaimana kalau saya memanggil nona dengan dokter Mi sun?" usul enji
"terserah nona, asalkan jangan memanggil saya Nona" cicit mi sun
"dokter mi sun,, bisakah dokter melepaskan infusnya?" ucap enji
" tapi nona kondisi nona belu"
"saya baik baik saja dokter mi sun" pangkas enji
"baiklah nona" balas mi sun pasrah
Dokter mi sun langsung melepaskan infus yang berada ditangan enji dan membuangnya di tempat sampah.
"benaran nona baik baik saja?" tanyanya khawatir
"iya, bisakah dokter mi sun membantu saya kekamar mandi?" mendudukkan badannya dibantu oleh min young
"baik nona" balasnya
"hey mi sun kau mau apakan nona eunji, kau jangan macam macam ya. kau bilang nona eunji tidak boleh banyak bicara tapi kenapa nona eunji kau bolehkan banyak bergerak itu sama saja" sanggah asisten jiangwu sembari meletakkan nampan yang berisi bubur da air putih diatas meja
"huft, aku tidak akan macam macam dan juga disini aku itu dokter. apa kau lupa?" balas mi sun memutar bola matanya kala mendengar ucapan asisten jiangwu yang selalu berburuk sangka padanya.
"biar aku saja membantu nona" melangkahkan kakinya mendekati enji
Mi sun melangkahkan kakinya mundur
"nona mau apa kekamar mandi?" tanya asisten jiangwu
"saya mau buang air kecil" jawab enji pelan
"mari saya bantu nona" dengan memegang kedua belah bahu enji
"asisten jiangwu, apakah anda membawakan baju untuk saya?" tanyanya
*kenapa aku baru sadar kalau nona eunji hanya makai bathrobe?* monolog asisten jiangwu dalam hatinya
"iya nona, tapi kenapa nona hanya memakai bathrobe dan kenapa nona tidur dibalkon?"
"nona tau kan udara tidak baik bagi kesehatan apalagi akhir akhir ini cuacanya sangat dingin" sambung asisten jiangwu
"semua baju yang ada didalam lemari sudah digunting oleh tuan johan jadi saya terpaksa memakai bathrobe dan kenapa saya tertidur dibalkon karena tuan johan menyeret saya kebalkon dan mengunci pintunya" ucapnya pelan
*jadi benar semua ini karena johan sampai sampai nona eunji harus pakai bathrobe dan tidur dibalkon* ucap asisten jiangwu dalam hatinya membenarkan ucapannya pada mi sun
*kau benar benar kejam johan* ucap mi sun dalam benaknya
"pelan pelan nona" cicit asisten jiangwu membantu enji berjalan kekamar mandi.
Enji hanya membalas dengan senyumannya
Setibanya enji didepan kamar mandi ia langsung masuk dengan tangan membawa paperbag yang sempat diberikan oleh asisten jiangwu.
Setelah enji masuk kekamar mandi, jiangwu menunggu didepan kamar mandi. Tak berapa lama pintu terbuka muncullah sosok gadis yang cantik dan anggun memakai dress berwarna peach dengan rambut digerai.
"mari saya bantu nona"
__ADS_1
"tidak perlu saya bisa sendiri jalan" ucap enji melangkahkan kakinya perlahan mendahului asisten jiangwu
"tapi nona"
"anggap saja ini perintah" ucap enji datar
"baik nona" balas asisten jiangwu pasrah
Enji melangkahkan kakinya pelan pelan sampai ia sudah berada dihadapan Min sun
Mi sun yang melihat enji yang sangat cantik memakai dress berwarna peach hanya diam menatap kagum pada enji.
"mari saya bantu nona" ucapnya ingin membantu enji namun langsung dihentikan enji
"tidak perlu dokter mi sun,, saya bisa sendiri." ucapnya datar Sembari mendudukan bokongnya di tempat tidur
"baik nona. Oh iya nona, ini bubur nona. Nona harus makan biar tubuh nona kuat" jelas mi sun dan memberikan nampan berisi bubur dan air putih
"terimakasih dokter mi sun" mengambil nampan di tangan mi sun
"sama sama nona, semoga cepat sembuh nona" ucapnya tulus
"iya" tetsenyum tipis pada mi sun
Dokter mi sun melihat jam tangannya yang bertengger ditangannya
"nona, kalau gitu saya permisi ingin kembali kerumah sakit" ijin mi sun
"iya, sekali lagi saya ucapkan terimakasih dokter mi sun. Dan hati hati dijalan"
"sama sama nona" tangannya langsung meraih tas dokternya
"kau mau kemana?" tanya Asisten jiangwu
"mau kembali ke rumah sakit satu jam lagi aku ada operasi pasien" balas mi sun
"oh, baiklah. Terimakasih ya" timbal asisten jiangwu
"iya, sama sama. satu lagi kau tebus obat buat nona eunji. Resepnya ku letakkan diatas nakas" pesan mi sun
"kalau gitu aku permisi"
"silahkan" sahut asisten jiangwu mempersilahkan mi sun
Enji terus memasukkan bubur ke dalam mulutnya. Tak lama kemudian ia telah selesai dengan sarapannya.
Jiangwu langsung mengambil bekas makan enji dan melatakkannya diatas nakas.
"nona , istirahat lah dulu. Buat memulihkan tenanga nona" jelas asisten jiangwu
"lebih baik kita pulang saja, aku bisa istirahat didalam mobil. Aku sangat bosan berada dihotel ini. Kasian tuan johan membayar tagihan kamar ini karena aku terlalu lama menggunakannya. Pasti tagihannya mahal sekali" cicit enji
*astaga nona hanya karena nona takut tagihannya mahal nona ingin cepat pulang. Hanya untuk memyewa hotel ini uang tuan johan tidak akan berkurang sedikit pun* jawab asisten jiangwu dalam hatinya.
"baiklah nona, tapi apakah nona kuat buat berjalan?"
"iya saya kuat"
"baiklah nona kalau gitu saya bantu nona berdiri"
"tidak perlu asisten jiangwu, saya bisa sendiri, lebih baik asisten jiangwu menunggu didepan" elak enji karena tidak ingin dibantu oleh asisten jiangwu
"baik nona, saya akan menunggu nona didepan pintu" balas asisten jiangwu tangannya langsung mengambil resep obat yang berada diatas nakas
"iya"
Jiangwu pergi meninggalkan enji seorang diri di kamarnya. Enji langsung mengambil tas selempangnya yang berisi dompet dan ponselnya didalam laci. sebelum itu ia membuka tasnya dan memasukkan salep yang diberikan oleh min young pada diribya.
Ia langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya.
Asisten jiangwu yang melihat enji sudah berada disampingnya merasa khawatir dengan kondisi enji yang beberapa jam yang lalu sangat lemah.
"nona, benaran akan baik baik saja? Apa perlu saya"
"saya baik baik saja asisten jiangwu. Jangan terlalu khawatir" potong enji
__ADS_1
"Terimakasih karena sudah menolongku tadi, coba saja jika asisten jiangwu terlambat datang menolongku sudahku pastikan aku hanya tertinggal nama" sambung enji tersenyum manis pada asisten jiangwu
"sama sama nona, mari nona" mempersilahkan enji berjalan lebih dulu
mereka langsung melangkahkan kakinya menuju lift dan masuk lift. Asisten jiangwu langsung menekan tombol angka satu.
Tak butuh waktu yang lama lift pun terbuka enji langsung melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift diikuti oleh asisten jiangwu sampai depan lobi.
Asisten jiangwu langsung membukakan pintu mobil untuk enji. setelah memastikan enji sudah masuk asisten jiangwu langsung menutupnya dan langsung masuk kedalam mobil.
Mobil mewah itu pun berjalan meninggalkan hotel bintang lima.
Disepanjang perjalanan enji hanya diam menatap jalanan yang dilintasi oleh mobil yang berlalu lalang. Sesekali asisten jiangwu melihat enji dikaca spion memastikan enji baik baik saja.
Asisten jiangwu langsung berhenti didepan apotek untuk membeli obat enji.
"nona, apa ada yang nona beli? Biar saya belikan" tanya asisten jiangwu sembari menatap enji lewat kaca spion
"tidak ada" jawab enji datar
"baik nona, nona tunggu sebentar ya saya tidak akan lama"
Enji hanya membalas ucapan asisten jiangwu dengan Menganggukan kepalanya.
Asisten jiangwu langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam apotek. Tak lama kemudian asisten jiangwu sudah keluar dari apotek dengan tangan kanan membawa plastik yang berisi macam macam obat untuk enji.
Tangannya langsung membuka pintu mobil dan menutupnya. Asisten jiangwu langsung menoleh kebelakang tangannya terulur untuk memberikan obat yang ia beli diapotek.
"ini nona, obat nona. Jangan lupa di minum ya nona" jelas asisten jiangwu
"iya" tangannya terulur mengambil obat yang diberikan oleh asisten jiangwu
Asisten jiangwu langsung melajukan mobilnya.
Tiga puluh menit kemudian mobil telah memasuki halaman mansion johan yang sangat indah.
Halaman yang sangat luas ditumbuhi oleh bermacam macam jenis bunga dan perpohonan.
Asisten jiangwu langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk enji.
Enji langsung keluar dari mobil dan menatap mansion johan yang sangat megah.
*dilihat depan mansion ini sangat indah seperti istana dinegeri dongeng yang sering bunda ceritakan saat aku masih kecil tapi saat kita telah masuk kedalam, sama saja kita Menjerumuskan diri kita kelubang api neraka* ucap enji dalam pikirannya
"nona" panggil asisten jiangwu
"ah iya " ucapnya tersadar dalam pikirannya
"silahkan nona masuk" mempersilahkan enji masuk kedalam mansion
"iya" enji melangkahkan kakinya ke pintu yang sangat besar, lebar dan tinggi bercat hitam.
pintu bercat hitam itu langsung dibukakan oleh pengawal yang berjaga didepan pintu.
Dan....
Bersambung....
Maaf jika ada kata yang typo🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
__ADS_1