
HAPPY READING 📖
.
.
Lama kelamaan air mata enji telah kering dan tidak bisa ia keluarkan lagi, tatapan matanya lurus kedepan. pikirannya telah kosong.
kemudian ia melirik pecahan gelas yang cukup besar yang tak jauh dari telapak tangannya.
Dengan perlahannya enji meraih pecahan gelas dan menatapnya penuh dengan arti.
"jika aku menggoreskan pecahan ini tepat di nadiku mungkin aku hanya tinggal nama saja, walaupun awalnya sangat sakit tapi lama kelamaan sakit takkan terasa lagi"
"bunda tunggu aku sebentar lagi aku akan menyusulmu, kita akan bersama lagi"
"tapi jika aku mati, bagaimana dengan hyunjin? dia pasti akan sangat marah jika aku mati bunuh diri" monolog enji mengingat pesan hyunjin beberapa tahun silam. dimana enji berusaha ingin bunuh diri namun berhasil dihentikan oleh hyunjin.
Sesegera mungkin enji menggelengkan kepalanya, pikirannya kini benar benar kosong dan tidak peduli nanti jika hyunjin sahabatnya akan marah atau membenci dirinya. lagi pula ia sudah tidak ada di dunia ini, pikir enji.
Perlahan enji mulai mendekatkan pecahan gelas ke pergelangan tangannya. dan menekan pecahan itu di pengekangan tangannya.
Saat enji ingin menggoreskan pecahan gelas itu ke pergelangan tangannya namun di hentikan asisten jiangwu.
"nona hentikan, apa yang nona lakukan?"pekik asisten jiangwu berada di ambang pintu.
"nona buang pecahan beling itu. itu bisa melukai tangan nona"
"aku ingin mati, jadi jangan halangi aku!" teriak enji
"nona, jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hidup nona"
Namun enji sama sekali tidak mendengarkan ucapan asisten jiangwu, ia menatap pecahan beling dan mulai menggoreskannya di pergelangan tangannya.
Sontak asisten jiangwu langsung membulatkan matanya saat enji mulai menggoreskan pengelangan tangannya.
"sakit sekali, tapi ini hanya awal sakitnya lama kelamaan rasa sakitnya akan hilang" ucap enji dalam hatinya kala ia sudah berhasil menggoreskan pecahan gelas ke kulitnya. setetes demi Setetes cairan berwarna merah telah keluar dari pergelangan tangan enji.
Asisten jiangwu yang melihat darah enji mulai menetes ke lantai keramik sontak langsung meraih tangan enji yang menggenggam pecahan kaca.
"apa yang nona lakukan?! apa nona sudah gila, melukai diri nona sendiri?!" pekik asisten jiangwu sembari menahan tangan enji.
"lepaskan tanganku asisten jiangwu, jangan ikut campur! emang iya aku sudah gila sejak aku tinggal di sini bersama majikanmu itu!" teriak enji, ia berusaha melepaskan genggaman tangan asisten jiangwu di pergelangan tangannya.
__ADS_1
"lepaskan tanganmu dari tanganku jiangwu!! "teriak enji sembari terus memberontak pada asisten jiangwu
"nona sadarlah, dengan cara nona menyakiti diri nona sendiri itu tidak akan menyelesaikan masalah." balas asisten jiangwu berusaha menyadarkan enji
"tentu saja bisa, dengan caraku melukai diriku sendiri dan membunuh diriku sendiri tentu saja masalahku akan hilang, penderitaan yang ku alami selama ini akan lenyap" jawab enji, ia telah kehilangan akal sehatnya.
"kenapa nona eunji jadi seperti ini? dia seperti tidak memiliki akal sehat lagi. apa yang di lakukan johan pada nona eunji sampai nona eunji ingin bunuh diri" pikir asisten jiangwu
"jika ayah nona tau, nona melukai diri nona sendiri. ayah nona pasti akan sedih"
"sedih? ayah ku sedih? ckk, ha ha ha. dia malah akan bersikap sebaliknya, dia akan bahagia jika aku mati" ucap enji sembari tertawa mendengarkan ucapan asisten jiangwu.
"nona sadarlah, nona pikir cuma nona saja yang mempunyai masalah dan penderitaan. orang yang hidup di dunia ini pasti memiliki masalah dan penderitaan, termasuk saya nona."
"nona masih punya orang yang mencintai nona, adik nona kim jimmy. ia sangat menyayangi nona. apa nona tega meninggalkannya? jangan bikin dia kecewa nona." ucap asisten jiangwu berusaha menyadarkan enji
"kalau sampai ibu nona mengetahui putri tercintanya bunuh diri, pasti ia sangat kecewa nona. jadi jangan lakukan hal sesuatu yang akan menyakiti nona"
Enji terdiam mendengarkan ucapan asisten jiangwu dengan tatapan yang kosong. ia paling lemah jika ibu kandungnya di bawa bawa.
"kenapa semua ucapan asisten jiangwu sangat mirip dengan hyunjin?" pikir enji dalam batinnya kala ia mengingat setiap kalimat yang di ucapkan hyunjin sama persis dengan hyunjin.
Perlahan lahan asisten jiangwu mengambil pecahan gelas di tangan enji saat enji terdiam dengan tatapan yang kosong. dan menjauhkan pecahan itu daribtubuh enji.
Enji langsung tersadar dari lamunanya.
"ke,,, kenapa tanganku sampai berdarah seperti ini? " tanya enji saat melihat pengekangan tangannya berdarah.
" tadi nona menggoreskan pecahan gelas ke pergelangan tangan nona" jawab asisten jiangwu
"a,,, apa aku menggoreskan pecahan gelas ke tangan ku sendiri?" tanya enji tidak ingat dengan apa yang ia lakukan beberapa menit yang lalu.
"lebih baik luka nona harus di obati" imbuh asisten jiangwu
"ta,,, tapi bagaimana dengan pecahan gelas ini, saya harus membersihkannya dulu" cicit enji
"biar semua ini kekacauan ini. pelayan yang akan melanjutkannya"
"tapi jika tuan johan tau pasti ia akan sangat marah besar kepada ku dan akan memberi hukuman padaku lagi"
"saya yang akan menanggung semuanya, biar saya yang mengganti posisi nona agar nona tidak di hukum"
"tapi,,, "
__ADS_1
"ayo nona, luka nona harus di obati, takutnya luka nona akan infeksi"
"baik lah" jawab enji pasrah sembari menganggukkan kepalanya.
Enji langsung bangkit dari duduknya di bantu oleh asisten jiangwu. saat mereka berada di ambang pintu, tak sengaja asisten jiangwu melihat 2 pelayan wanita.
"hey, kalian berdua" panggil asisten jiangwu pada kedua pelayan itu. kedua pelayan itu langsung menghampiri asisten jiangwu dan enji.
"ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya salah satu pelayan itu.
"bersihkan semua serpihan serpihan gelas kaca itu dan beserta darah itu juga. secepatnya sebelum tuan johan datang! " titah asisten jiangwu menunjuk pecahan gelas yang berhamburan di lantai keramik.
"baik tuan"
"dan satu lagi, jangan sampai tuan johan tau kalau yang membersihkan semua kekacauan itu adalah kalian!"
"baik tuan" jawab kedua pelayan itu serempak sembari memberi hormat kepada asisten jiangwu dan enji.
Asisten jiangwu dan enji langsung memberi jalan kepada kedua pelayan agar mereka sesegera mungkin membersihkan pecahan kaca itu.
Enji dan Asisten jiangwu langsung meninggalkan kedua pelayan yang membersihkan ruang kerja johan.
Mereka mulai menuruni anak tangga satu persatu, dan saat mereka sampai di lantai satu mereka langsung menuju taman belakang.
tempat bersantai asisten jiangwu kala ia berada di mansion johan, untungnya asisten jiangwu sudah mengambil kotak p3K.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘,,
__ADS_1