
HAPPY READING 📖
Setelah selesai min young memasangkan infus ke tangan enji, asisten jiangwu bisa bernafas dengan lega.
"huft"
Min young menoleh menatap asisten jiangwu ketika mendengar suara nafas asisten jiangwu ia keluarkan secara kasar "kau apakan eunji sampai ia berteriak histeris seperti itu?" tanya selidik min young
"aku tidak tau, tiba tiba saja di berteriak sangat histeris ketika aku membahas kejadian ia terjatuh di lantai atas" jawab asisten jiangwu berkata jujur
"dasar bodoh, kenapa kau membahasnya hah?" maki min young
"apa ada yang salah jika aku membahasnya?" tanya bingung asisten jiangwu
"tentu saja itu salah besar, kau lihat sendirikan bagaimana kondisi mental eunji saat ini?"
"apa nona eunji trauma akan kejadian itu?"
"tentu saja ia trauma, jika ia tidak trauma ia tidak mungkin berteriak seperti itu. Ini semua gara gara johan, coba saja temanmu itu tidak mendorong eunji mungkin eunji baik baik saja"
"Johan juga teman mu" jawab datar asisten jiangwu
"dia bukan temanku jika ia berbuat kriminal. Aku tidak suka dengan orang berbuat kriminal"
Tanpa mereka sadari seorang gadis cantik tengah berada di balik pintu kamar rawat enji yang pintunya terbuka sedikit otomatis semua pembicaraan antara asisten jiangwu dan min young terdengar.
"ja jadi kakak ipar sudah sadar ta tapi ia trauma, apa trauma kakak ipar bisa di sembuhkan?" ucap seorang gadis itu, siapa lagi selain ji hwa. Ia sudah tiba 20 menit yang lalu, ketika ia ingin masuk ke kamar enji ia langsung menghentikan langkahnya saat ia melihat enji berteriak sangat histeris.
"apa traumanya bisa sembuh? " tanya asisten jiangwu pada min young sambil mata terus memperhatikan enji yang tengah berbaring tidak berdaya di atas brankar.
"tentu saja bisa, walaupun sedikit lama untuk menghilangkan traumanya. Kau tau sendirikan bagaimana johan memperlakukan eunji, ia memperlakukan eunji sama seperti binatang. Dan itu membuat eunji memiliki trauma, apa lagi di tambah kejadian ini membuat traumanya lebih dalam lagi umpamanya seperti luka yang sudah di torehkan kembali ia torehkan lagi membuat luka itu semakin dalam lagi. kita lihat saja kedepannya apa eunji punya keinginan untuk menghilangkan traumanya atau tidak" jelas min young denga pandang lurus kedepan.
"kasian sekali kamu eunji harus hidup di genggaman johan, andai saja kita di pertemukan lebih awal mungkin aku akan membuatmu bahagia sampai air mata mu pun enggan untuk terjatuh. Siapa coba yang tidak akan jatuh cinta padamu, kau sangat cantik, baik, ramah, pintar dan sangat sempurna tapi sayangnya takdir lebih berpihak pada pria iblis itu. Semoga saja tuhan memberimu kebahagiaan nantinya" batin min young
"aku jadi tidak tega melihat nona eunji berbaring lemah seperti ini, ingin rasanya aku menggantikan posisinya namun kenyataannya tidak bisa. Aku hanya bisa berdoa untuk kesembuhan nona eunji." ucap asisten jiangwu sangat lirih.
__ADS_1
Tatapan mereka pada enji langsung teralihkan saat mendengar pertanyaan dari seseorang yang mereka kenal.
"apa kakak ipar akan baik baik saja, Kak jiangwu kak min young? " tanyanya tepat di belakang asisten jiangwu dan min young.
Asisten jiangwu dan min young langsung memutar tubuh mereka tepat berhadapan dengan seorang gadis yang tengah menatap mereka berdua secara bergantian, dengan tatapan tengah menunggu jawaban atas pertanyaannya.
"nona ji hwa"
"ji hwa"
Ucap asisten jiangwu dan min young secara bergantian mereka sangat kaget saat melihat keberadaan ji hwa.
"kenapa kalian diam? Apa kakak ipar akan baik baik saja walaupun psikis nya terganggu?" tanya ji hwa lagi dengan mata sedikit berair.
"sejak kapan kamu berada di sini ji hwa? " jawab min young dengan pertanyaan.
"kenapa kak min young malah bertanya? Jawab pertanyaanku kak?!" teriak ji hwa
"nona jangan berteriak ini rumah sakit takutnya pasien lain terganggu" tegur asisten jiangwu pada ji jwa
"huft, kakak iparmu akan baik baik saja. Ia akan sembuh jika cara pengobatannya sesuai dengan prosedur rumah sakit"
"kakak ipar tidak gila kan? "
Min young langsung menggelengkan kepalanya "tidak, kakak iparmu tidak gila. Ia hanya mengalami trauma yang memdalam" jelas min young.
"kasian kakak ipar, gara gara perbuatan kakakku. Kakak ipar harus menderita seperti ini." cicit ji hwa menatap nanar enji yang tengah berbaring lemah di atas brankar.
"ini juga salahku, andai saja aku tau kejadiannya akan seperti ini. Mungkin aku tidak akan bilang kalau tuan kim joo in memiliki anak perempuan dan mungkin nona eunji tidak akan mengalami penderitaan seperti ini." ucap asisten jiangwu dalam hatinya.
"apa nanti kakak ipar akan bangun? " tanya ji hwa
"iya, dia akan bangun."
"apa setelah kakak ipar bangun nanti kakak ipar akan berteriak teriak seperti tadi? "
__ADS_1
"kita lihat saja nanti, apakah setelah eunji sadar nanti dia akan kembali berteriak teriak atau tidak. Setau ku orang yang memiliki trauma itu dia akan berteriak sangat histeris saat ia melihat sesuatu yang membuatnya takut. Jadi ku sarankan saat eunji bangun nanti jangan terlalu banyak bertanya padanya apalagi mengenai kejadian ia terjatuh di atas balkon. Aku takutnya ia kembali berteriak lagi" jelas min young dengan mata melirik tajam asisten jiangwu
Asisten jiangwu tau apa maksud dari tatapan min young padanya.
"apa apan itu kenapa min young menatapku seperti itu? Ohh aku tau pasti dia Menyalahkanku karena aku terlalu banyak tanya pada nona eunji sampai nona eunji berteriak histeris" protes asisten jiangwu dalam hatinya
"ini semua gara gara manusia batu ini coba saja ia tidak banyak tanya mungkin eunji tidak akan berteriak histeris sampai mengganggu pasien lain." kata min young dalam hatinya dengan mata terus menatap tajam asisten jiangwu.
"apa aku boleh menunggu kakak ipar di ruangan ini?" tanya ji hwa mencoba mencairkan suasana, ia tau kalau saat ini min young dan asisten jiangwu tengah saling menatap tajam satu sama lain.
Min young langsung menoleh menatap ji hwa "ohh, tentu saja tapi ingat jangan mengganggu eunji istirahat" peringat min young.
"itu pasti aku tidak akan mengganggu kakak ipar istirahat" jawab cepat ji hwa sembari menampilkan senyum manisnya
"good girl" balas min young sambil mengusap lembut rambut ji hwa.
Setelah di ijinkan oleh min young ji hwa langsung duduk di samping brankar enji. Tangan mungil milik ji hwa mulai mengusap lembut telapak tangan enji. Seolah memberikan kehangatan untuk enji.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
__ADS_1