TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #55


__ADS_3

HAPPY READING 📖


.


.


"sebuah pelajaran yang akan kamu ingat seumur hidup!" kata johan penuh amarah dan langsung menarik rambut enji sampai wajah enji menengadah.


Johan bisa melihat dengan jelas wajah cantik enji seketika johan terdiam memperhatikan setiap inci wajah cantik enji. Untungnya mata enji ia pejamkan dan bibirnya ia gigit untuk menyalurkan rasa sakitnya di kepalanya.


"sangat cantik, wajah yang sangat mulus, hidung yang tidak terlalu pesek dan tidak terlalu mancung, alisnya yang tipis dan rapi, bulu mata yang lentik, bibirnya yang tipis namun menggoda dan senyumnya yang sangat manis" monolog johan dalam hatinya. Ia sangat sering memperhatikan enji tersenyum sangat manis saat bersama adiknya ji hwa lewat rekaman cctv yang ada di ruangan kerjanya.


Johan segera tersadar dari ucapannya barusan walaupun hanya dirinya dan tuhan yang tau. Rahangnya kembali tegas seperti semula.


"sa sakit tuan" pekik enji kepala nya benar benar sangat sakit apalagi di bagian rambutnya sudah pasti rambutnya ada yang lepas dari kepalanya.


"sakit? Bagaimana dengan ini?" johan mengeratkan jambakannya di rambut lurus enji.


"ampun tuan ampun, apa salah saya tuan sampai tuan menarik rambut saya?" enji belum menyadari kesalahannya


"ckk, kau belum menyadari kesalahanmu apa? Kesalahanmu adalah telah berani memasuki ruangan bawah tanah!" teriak johan tepat di wajah enji


"ma maafkan saya tuan" cicit enji sangat takut


"awas saja kau kalau sampai kau membocorkan rahasiaku pada orang lain termasuk keluargaku sendiri kau akan habis di tanganku sama seperti pria itu habis di mangsa oleh kedua peliharaanku!" ancam johan membuat enji bergidik ngeri seketika ia langsung melepaskan jambakannya dari rambut enji. Terlihat jelas ditangan johan ada beberapa rambut enji yang melekat di tangannya.


Sedetik kemudian enji bisa bernapas lega saat johan telah melepaskan tangannya dari rambut enji. Namun itu tidak berlangsung lama tiba tiba saja johan mendorong enji sangat kencang enji yang mendapat dorongan dari johan tidak bisa menyeimbanginya sampai enji terjungkal kebelakang dan tubuhnya melewati tembok pembatas. Tapi untungnya tangannya memegang kuat tembok pembatas agar enji tidak terjatuh dari ketinggian 300meter.


"tu tuan!" teriak enji bibirnya sangat bergetar hebat diiringi oleh isak tangisnya.


"ya ampun sayang, kamu sedang apa di situ? Apa kau ingin bunuh diri?" tanya johan dengan suara lembut yang ia buat buat. Ia menatap kebawah melihat enji yang sedang bergatung di pembatas tembok. Kalau sampai enji melepaskan tangannya dari pembatas tembok enji akan terjatuh ke bawah.


Sekilas enji melirik kebawah kepalanya berputar putar saat matanya melihat permukaan tanah yang di baluti oleh salju yang belum tebal rerumutan pun masih terlihat dengan jelas, sangat tinggi dari ia berada.


"tu tuan bantu saya, saya sudah tidak kuat lagi tuan" mohon enji pada johan agar johan membantunya agar menarik tubuhnya. benar saja tangan enji sudah kebas menahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke bawah.

__ADS_1


"apa sayang? Aku tidak mendengarkan mu?!" tanya johan berpura pura berakting tidak mendengarkan permohonan enji.


Suasana yang sangat dingin salju terus berguguran dari langit menerpa tubuh enji yang mulai kedinginan karena ia hanya memakai sweter tebal namun tetap merasa kedinginan.


Johan menyunggingkan senyum smirknya saat melihat enji memohon padanya. Sekilas johan menatap kedua belah tangan enji yang berpegangan di tembok. Tangan yang sangat putih dan di jari manis tersemat sebiyh cincin yang sangat cantik.


"cincin itu kan cincin pernikahan? Apa jala*g itu terus memakainya dan tak melepaskannya?" pikir johan saat melihat tangan enji yang putih di tambah ada cincin yang sangat indah tersemat di jari manisnya.


"tuan! Tolong saya tuan!" teriak enji membuyarkan pikiran johan.


"sayang tangan kamu sangat cantik memakai cincin ini, tapi sepertinya tanganmu lebih cantik jika tidak memegang tembok ini" kata johan mengusap lembut kedua belah tangan enji.


"maksud tuan? " tanya enji sudah sangat panik takut johan akan melepaskan tangannya dari tembok


"sampai ketemu di surga nona kim eunji" jawab johan sembari menyunggingkan senyumnya dan langsung melepaskan tangan enji dari tembok.


Enji langsung panik saat johan melepaskan tangannya dari tembok.


"tu tuan ma mau apa?" tanya enji panik


Enji merasa dirinya melayang di udara, tubuhnya sudah tidak bisa bergerak lagi. Lebih tepatnya tubuhnya sudah mati rasa. Mata enji berair karena merasakan dirinya sebentar lagi akan mati Mengenaskan terjatuh dari atas balkon dengan ketinggian yang sangat tinggi.


Di musim salju seharusnya menjadi musim yang membuatnya bahagia seperti musim sebelumnya namun malah sebaliknya menjadi musim penderitaannya. Hidupnya akan berakhir di musim salju, Pikir enji.


Dan seketika


Bruk


tubuh enji terbentur sangat keras di permukaan tanah yang di tutupi salju. walaupun sudah di tutupi oleh salju tetap saja enji merasa kesakitan yang luar biasa di sekujur tubuhnya.


"selamat tinggal ayah, jimmy, hyunjin aku menyayangi kalian." ucap lirih enji, perlahan pandangannya mulai kabur dan sedetik kemudian matanya tertutup dengan rapat.


Permukaan tanah yang di baluti oleh salju sudah di penuhi oleh darah enji yang keluar di bagian kepalanya, Hidungnya dan telinganya.


Sedangkan johan melihat kondisi enji dari atas balkon hanya menatap datar dan langsung menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


"mati lah kau jala*g murahan!"


Ada seorang pelayan perempun berjalan ke arah taman samping berdekatan dengan balkon johan.


Ia melewati tubuh enji yang terkapar tidak berdaya, karena ia belum menyadari. Seketika ia memberhentikan langkahnya saat melihat warna salju yang merah. Dan langsung melirik salju itu namun sedetik kemudian matanya langsung membola melihat istri majikannya terkapar tidak berdaya dengan wajah di penuhi oleh darah.


Sontak ia langsung berteriak histeris sampai beberapa pengawal dan pelayan perempuan menghampirinya.


"hey, ada apa kau berteriak seperti itu? " tanya pengawal pria ia belum melihat enji.


"i itu no nona eunji" tunjuk pelayan wanita ke bawah, pengawal pria dan beberapa pelayan wanita langsung megikuti telunjuknya.


Pengawal pria itu memundurkan langkahnya dirinya sangat terkejut melihat keadaan atasannya sangat mengenaskan.


Sedangkan pelayan wanita lainnya sontak langsung berteriak. Namun diantara mereka tidak ada niatan untuk menolong enji.


"dasar pelayan bodoh, tidak ada inisiatif nya untuk menolong istriku hanya di lihat saja, mereka pikir istri ku itu hanya lukisan yang hanya di lihat saja" gerutu johan ia masih berada di atas balkon menatap kebawah dimana beberapa pelayan wanita dan pengawal laki laki mengerumuni enji.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2