
HAPPY READING 📖
.
.
Enji Dan asisten jiangwu langsung duduk diantara rerumputan yang hijau. dan perlahan asisten jiangwu mengobati luka enji di pergelangan tangan.
"Nona jangan pernah melakukan hal bodoh ini lagi ya" ucap asisten jiangwu sembari memberikan obat merah di pergelangan tangan enji.
"iya" jawab enji lirih
"dalam 1 tahun, 365 hari, tidak selamanya setiap hari kita akan bahagia kadang ada kesedihan, kegelisahan, penderitaan, masalah namun percayalah esok akan ada hari bahagia. jadi jangan pernah berpikiran ingin mengakhiri hidup, karena itu akan hanya membuat kita menyesal"
Enji hanya terdiam mendengarkan ucapan asisten jiangwu.
"apa asisten jiangwu pernah berpikiran ingin mengakhiri hidup?" tanya enji membuat asisten jiangwu tersenyum.
"tentu saja nona, saat itu saya harus kehilangan kedua orang tua saya . orang yang sangat saya cintai harus pergi meninggalkan saya seorang diri. saya pikir saya tidak memiliki keluarga lagi selain kedua orang tua saya, jadi saya ingin mati agar bisa bersama sama selamanya dengan orang tua saya tapi saya salah ternyata saya masih memiliki paman. paman yang membantu saya tersadar dari kegilaan saya. " jelas asisten jiangwu sambil membalutkan kain kasa di pergelangan tangan enji
"apa nona pernah melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya? "
"tidak" jawab enji menggelengkan kepalanya.
"maafkan aku asisten jiangwu karena tidak jujur, sebenarnya hal seperti ini pernahku lakukan namun selalu di gagalkan oleh sahabat ku hyunjin. ia yang membuatku tersadar dari kegilaan ku" lanjut enji dalam hatinya.
"coba saja kalau aku sampai datang terlambat sedikit saja ke ruang kerja johan sudah pasti nona eunji hanya tinggal nama" gumam asisten jiangwu di hatinya.
"apa yang tuan johan lakukan pada nona? sampai nona ingin melakukan hal bodoh?" tanya asisten jiangwu
"tidak ada" jawab enji
"munafik sekali anda nona" ujar asisten jiangwu.
"lalu kenapa dengan wajah nona ini? kenapa sampai terluka seperti ini? ini bukan luka yang tidak di sengaja tapi ini adalah luka yang di sengaja, di buat buat." imbuh asisten jiangwu mulai mengobati luka enji di wajahnya.
Enji hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan asisten jiangwu.
"saya harap nona jangan pernah melakukan kesalahan sedikit pun dengan tuan johan" imbuh asisten jiangwu sambil menempelkan hansaplast di pipi enji yang terluka.
"terima kasih asisten jiangwu sudah mengobati luka saya."
__ADS_1
"sama sama nona" balas asisten jiangwu tersenyum tipis pada enji.
"emmmm, asisten jiangwu bolehkah saya lanjut kuliah lagi?" tanya enji sedikit ragu
"kenapa nona minta izin pada saya? seharusnya nona minta izin pada tuan johan" tanya balik asisten jiangwu
"saya sudah minta izin pada tuan johan tapi tidak di izinkan tuan johan untuk kuliah" cicit enji.
"untuk sementara waktu ini, nona jangan kuliah dulu ya. mungkin nanti tuan johan akan mengizinkan nona kuliah lagi tapi untuk sekarang sepertinya tidak"
"tapikan asisten jiangwu saya kuliah tinggal 1 semester saja lagi"
"saya tau nona tapi untuk saat ini jangan dulu"
"kenapa?" tanya enji menatap wajah asisten jiangwu
"karena,,, " belum asisten jiangwu menyelesaikan ucapannya ji hwa berteriak memanggil enji
"kakak ipar!" teriak ji hwa sambil berlari menghampiri enji yang tengah duduk di rerumputan bersama asisten jiangwu. enji langsung menoleh menatap ji hwa yang masih memakai seragam sekolah.
"kenapa kakak ada di sini bersama asisten jiangwu lagi, asal kakak tau ya dari tadi aku nyari kakak ternyata kakak ada di taman belakang bersama asisten jiangwu" imbuh ji hwa
"ini wajah kakak kenapa? Kok pakai hansaplast. Ini juga kenapa tangan kakak di balut kaya gini. Kakak terluka? Gara gara apa kak, kakak sampai terluka seperti ini. Ini pasti gara gara kak johan kan?" tanya ji hwa beruntun dengan wajah sangat khawatir
"ini semua bukan gara gara tuan johan, ini karena kecerobohan saya" elak enji
"mulut kakak boleh berbohong tapi mata kakak berkata sebaliknya aku bisa melihat dari mata kakak kalau kakak johan kan yang melakukannya." cetus ji hwa membuat enji tidak bisa berkutik lagi. lalu enji melirik asisten jiangwu meminta untuk asisten jiangwu membantunya keluar dalam situasi yang menyulitkan.
"lebih baik nona mengganti seragam nona dengan baju santai nona, jangan sampai tuan johan melihat nona masih mengenakan seragam sekolah"
"baiklah aku akan mengganti seragamku dulu tapi kakak ipar tunggu di sini ya, aku cuma pergi sebentar jangan kemana mana!" ujar ji hwa
"baiklah nona, saya akan menunggu nona di sini" balas enji dengan anggukan kepalanya, kemudian ji hwa berlalu pergi meninggalkan enji bersama asisten jiangwu.
"terima kasih asisten jiangwu sudah membantu saya keluar dari situasi yang sulit" kata enji berterimakasih pada asisten jiangwu.
"sama sama nona, lain kali nona harus berkata jujur pada nona ji hwa. nona ji hwa orangnya sangat teliti dengan hal kecil, jadi saya harap nona jangan berbohong pada nona ji hwa" imbuh asisten jiangwu.
"iya, lain kali saya akan berkata jujur pada nona ji hwa"
"kalau begitu saya permisi nona, ada urusan yang harus saya selesaikan. oh iya nona kotak obat P3k ini buat nona, saya sangat yakin jika nona akan terluka lagi. dan pasti akan membutuhkan kotak obat p3k ini" ucap asisten jiangwu memberikan kotak p3kboada enji.
__ADS_1
"terima kasih asisten jiangwu" balas enji memegang kotak obat p3k yang di berikan oleh asisten jiangwu.
"sama sama nona, saya permisi" ujar asisten jiangwu sedikit membungkuk kan badannya dan pergi dari hadapan enji, enji hanya menatap banar punggung asisten jiangwu.
"kenapa asisten jiangwu bicara seperti itu? seakan akan dia sudah tau, hal apa yang terjadi padaku di masa depan? yang pasti itu akan melukai diriku" gumam enji
Tak lama kemudian ji hwa menghampiri enji yang masih terduduk di antara rerumputan yang sangat hijau.
"kakak ipar!" panggil ji hwa dan langsung duduk di samping enji.
"nona kenapa menyuruh saya untuk menunggu nona di sini?" tanya enji melirik ji hwa
"bagaimana kak? apa kak johan sudah mengizinkan kakak untuk kuliah lagi?"tanya ji hwa dengan pertanyaan, di balas enji dengan gelengan kepalanya dan wajah yang sangat muram.
"mungkin nanti kak johan akan mengizinkan kakak kuliah lagi, kalau untuk saat ini kayanya tidak bisa kak. akhir akhir ini kak johan sangat sibuk" imbuh ji hwa memberi pengertian pada enji.
"iya nona, bagaimana dengan sekolah nona? " tanya enji mengalihkan topik pembicaraan
"ya begitulah kakak, menyenangkan kadang juga sangat membosankan" balas ji hwa
.
.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
BYE BYE BYE😘😘😘
__ADS_1