TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #42


__ADS_3

HAPPY READING 📖


.


.


.


Enji mulai berhenti menangis dan kembali melanjutkan membersihkan lantai yang sangat kotor.


"sayang sekali makanan ini di buang, padahal aku bersusah payah untuk membuatnya. Jika tuan johan tidak suka dengan masakan ku setidaknya jangan di buang seperti ini, kan makanan seperti ini bisa di berikan pada pelayan atau pengawal. Di luar sana masih banyak orang yang sangat kesusahan makan. Tapi dengan gampangnya tuan johan membuangnya" gumam enji sembari terus membersihkan.


Tak lama kemudian akhirnya enji telah selesai membersihkan lantai dan kembali mengerjakan pekerjaan rumah. Enji menyapu dari lantai 1 sampai lantai 3 kemudian ia mempelnya. sekitar jam 2 siang akhirnya enji telah menyelesaikan mempel lantai.


Krukkkk....


Tiba tiba saja Suara perut enji mulai terdengar,


"perutku perih, aku sangat lapar. Tapi aku tidak boleh makan sebelum pekerjaanku selesai. Sampai jam berapa aku baru selesai mengerjakan perkerjaan rumah. Ini bukan rumah ini mansion yang sangat besar dan luas" keluh enji sembari memegang perutnya


"apa aku makan saja ya? Tapi jika tuan johan tau apa tuan johan akan marah? " pikir enji sangat gusar.


"nanti sajalah aku makan. lagi pula aku sudah terbiasa tidak makan seharian" monolog enji


Tiba tiba saja enji melihat pak jung menuruni anak tangga dengan cepatnya enji langsung memanggil pak jung.


"pak jung" panggil enji


"iya nona? " sahut pak jung menghentikan langkahnya.


"eh, apakah pak jung tau dimana tuan johan? Saya lihat di dalam kamar tuan johan tidak ada. Apakah tuan johan kerja? " tanya enji sangat hati hati.


"tuan johan ada di dalam ruang kerjanya nona, ada dilantai 2 samping perpustakaan." jelas pak jung


"terima kasih pak jung" balas enji sembari tersenyum tipis pada pak jung


"sama sama nona, kalau begitu saya permisi" pamit pak jung sembari memberi hormat pada enji


"silahkan"


Pak jung kembali menuruni anak tangga.


"huft,,, aku harus bicara pada tuan johan. Aku ingin kuliah semoga saja tuan johan mengizinkan ku" harap enji dan langsung menuruni anak tangga.


Setibanya enji di lantai 2 ia langsung melangkahkan kakinya mencari ruang kerja johan. Namun enji sedikit kebingungan mencari ruang kerja johan karena banyak sekali pintu.


"pintu yang mana ya, ruang kerja tuan johan ? Di sini terlalu banyak pintu" pikir enji sangat bingung.


"apa yang ini ya pintunya? " ucap enji dan langsung mengetuk pintu yang bercat hitam.


Tok tok tok


"tuan,,," panggil enji

__ADS_1


Hening tidak ada jawaban dari dalam, perlahan enji mulai memutar handle pintu namun tak bisa di putar handle pintunya.


"seperti nya ini bukan ruang kerja tuan johan" ucap enji dan langsung beralih ke pintu lain.


Setiap pintu yang Enji ketuk selalu tidak ada jawaban dari dalam dan pintunya pun terkunci.


"huft,,, sudah 10 pintu yang ku ketuk namun tidak ada jawaban dari dalam" keluh enji


"apa pintu itu ya? " monolog enji menatap pintu yang bercat hitam


"pintu itu berbeda dengan pintu lainnya, lebih besar dan bercat hitam" ucap enji dan mulai berjalan ke pintu bercat hitam.


Tangan enji mulai terulur mengetuk pintu namun tiba tiba saja ia urungkan.


"apa tuan johan akan mengijinkanku kuliah lagi? " tanya enji sedikit ragu


"kau harus yakin enji, kau harus yakin" ucap enji untuk meyakinkan dirinya.


Enji kembali ingin mengetuk pintu namun kembali ia urungkan lagi.


"aku takut tuan johan akan marah jika aku masuk ke dalam ruangannya"


"tapi semoga saja tuan johan tak akan marah" monolog johan dan kembali mengetuk pintu namun ia urungkan lagi.


"kenapa gugup sekali ya hanya untuk mengetuk pintu saja?" pikir enji jantungnya sudah berdebar 3 kali lipat dari lari maraton


Di dalam ruang kerja,


"sedang apa jala*g ini di depan pintu ruanganku? " pikir johan


"dan kenapa dia tidak mengetuk pintu ruanganku? "pikir johan menatap layar komputer nya dimana enji ingin mengetuk pintu ruang kerja Johan namun selalu ia urungkan.


Tak lama kemudian pintu ruang kerja johan diketuk dari luar.


Tok tok tok


"tuan, boleh kah saya masuk? " tanya enji dari luar


"masuk" sahut johan dan berpura pura sedang mengecek beberapa berkas.


Ceklek


Perlahan lahan enji membuka pintu, mata coklatnya melihat johan yang tengah mengecek berkas sembari duduk di kursi kebesarannya.


"tuan" panggil enji sedikit rasa ragu ragu dan takut


"iya ada ap,,,, " tanya johan langsung mengangkat wajahnya menatap enji. Ia berpura pura tidak tau kalau yang mengetuk pintu adalah enji.


"ckk kau. sedang apa kau di sini hah?! " tanya johan dengan suara meninggi sembari menatap nyalang enji yang menundukkan kepalanya.


"itu,,,, saya,,, " kata enji sangat gugup


"itu saya apa? Cepat katakan aku tidak suka membuang waktu !" teriak johan

__ADS_1


"bo,,,, bolehkah saya kuliah tuan?" ucap enji sangat gugup sembari meremas ujung bajunya.


"ckk, hahahaha kuliah? Apa aku tak salah dengar kau kuliah? Seorang jala*g seperti dirimu kuliah, universitas mana yang menerima mahasiswa yang berprofesi sebagai jala*g!" ucap johan di iringi oleh gelak tawanya.


Enji yang mendengar ucapan johan hanya diam membeku, hatinya benar benar sakit.


"bolehkah saya kuliah tuan? " tanya enji lagi


"Tidak!, bermimpi lah kau ingin kuliah. Dan aku tidak mengijinkanmu keluar dari mansion ini selangkah pun ini takkan pernah terjadi" balas johan


"tapi tuan saya ingin kuliah, kuliah adalah salah satu impian saya tuan" cicit enji


"ckk, impian mu ya? seorang jala*g sepertimu tidak pantas memiliki impian, apapun impianmu akan ku hancurkan!!" cetus johan


"bagaimana bisa orang yang tidak ku kenal bisa menghancurkan impianku dalam sekejap, impian yang bersusah payah ku raih dalam sekejap mata telah hancur. Ayahku saja tidak pernah melarangku untuk kuliah. Sedangkan dia orang beberapa hari yang lalu menikahiku dengan mudahnya ia menghancurkan impianku." ucap enji dalam hatinya


"tuan tidak berhak menghancurkan impian saya" balas enji sembari menatap manik mata johan.


"tentu saja aku berhak, aku di sini itu berkuasa. Hidup matimu pun ada ditanganku! " cetus Johan mutlak


"saya mohon tuan ijin kan saya kuliah" mohon enji dengan wajah menelannya.


"ckk, mau kau memohon seribu kali ataupun menangis darah. Aku tetap tidak mengijinkannya. Jangankan kau ingin kuliah menatap dunia luar pun tak akan ku ijinkan sedetikpun" ucap johan penuh penekanan.


"lebih baik kau pergi dari ruanganku, aku jijik melihat wajahmu itu!! " usir johan sembari menunjuk pintu keluar.


Enji hanya pasrah dan langsung berbalik melangkah perlahan keluar dari ruang kerja johan namun saat di ambang pintu johan menghentikan langkahnya.


Dan.......


.


.


.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2