TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #68


__ADS_3

HAPPY READING 📖


"kakak ipar kapan sadarnya? Aku sudah sangat merindukan kakak? Cepat sadar ya kak, biar kita bisa main lagi dan aku tidak kesepian lagi" monolog ji hwa, ia sangat berharap jika eunji bangun detik ini juga. Dengan tangan menggenggam tangan kanan enji.


"andai saja kakak ipar tidak terlahir dari rahim wanita itu, mungkin kakak tidak akan berbaring lemah di sini, dan mungkin kita tidak akan saling kenal. Ini semua gara gara kak johan, pria itu benar benar tidak memiliki hati bahkan perasaan. Bagaimana bisa aku memiliki kakak kandung yang sangat jahat?" rutuk ji hwa sedikit menyesal memiliki kakak yang tidak berperasaan.


"ibu juga sama sekali tidak pernah datang kerumah sakit untuk menjenguk kakak ipar, apa ibu juga tidak menyukai kehadiran kakak ipar? Padahal kan yang salah itu ibunya kak eunji bukan kak eunji tapi kenapa harus kak eunji yang mendapat imbasnya? "


"ayo kak cepat bangun, kakak jangan takut ada aku di sini. Aku akan melindungi kakak dari siapa pun yang ingin mengganggu kakak termasuk keluargaku" tangan mungil itu menggenggam lebih erat lagi memberikan sebuah kehangatan dan kekuatan.


Kini genggaman itu terbalaskan, perlahan jari jemari enji mulai bergerak secara perlahan. Ji hwa yang merasakan itu langsung menatap kearah tangan enji memperhatikan jari jemari enji yang bergerak.


"kakak ipar " panggil ji hwa kepada enji.


Perlahan kelopak mata enji mulai bergerak detik selanjutnya kelopak mata itu mulai terbuka secara perlahan. Dengan begitu semangatnya ji hwa menunggu kelopak mata enji terbuka dengan sempurnanya.


Hal pertama yang enji lihat adalah ruangan yang bercat putih dan indra penciuman nya pun mencium bau obat obatan yang menyeruak yang sedikit mengganggu penciumannya.


"kak eunji " ulang ji hwa dengan sudut bibirnya sedikit demi sedikit mulai melengkung.


Enji yang mendengar namanya di sebut langsung mencari asal suara itu. Matanya tak sengaja bertemu dengan mata ji hwa yang menatapnya dengan teduh, tatapan yang sangat lembut penuh kasih sayang tidak ada seorang pun yang menatapnya seperti itu kecuali hyunjin.


"hai, kakak ipar" sapa lembut ji hwa tak luput bibirnya masih tersenyum dengan manisnya.


"ji hwa" balas enji dengan suara lemahnya.


"kakak ipar, aku sangat merindukan kakak" tanpa di beri aba aba ji hwa langsung menghambur ke pelukan enji tanpa memikirkan kondisi enji saat ini.


"sa-sakit ji hwa" rintih enji saat merasakan sakit di tubuhnya.


"ah, ma maaf. " ji hwa langsung melepaskan pelukannya dan menegakkan tubuhnya seperti sedia kala.


"maafkan ji hwa kak, ji hwa lupa kalau badan kakak masih sakit" ucap ji hwa dengan suara bergetar dan tak luput dengan wajah menunduk sambil kedua belah tangannya ia remas. Sudah di pastikan kalau sebentar lagi ji hwa akan menangis.

__ADS_1


"tidak apa apa, ini tidak sakit" balas enji dengan senyuman tipisnya. Untuk kesekian kalinya enji kembali berbohong ia tidak ingin melihat ji hwa merasa bersalah.


"kakak jangan bohong, aku tau tubuh kakak masih sakit kan? Mulut kakak boleh berbohong namun mata kakak tidak bisa berbohong. Aku ini udah besar kak, aku bukan anak kecil lagi yang bisa di bohongi oleh setiap kata yang keluar dari mulut kakak. Aku tau pasti saat ini kakak menahan sakitnya kan? "


Seketika Tenggorokan enji tercekat, mulut terasa beku seakan akan sangat sulit mengucapkan satu kalimat.


"kakak harus janji tidak boleh berbohong lagi padaku, kalau kakak merasa sakit, atau ada masalah kakak harus cerita samaku. Biar kita lewati sama sama. Bukan kah kita sudah terikat oleh tali persaudaraan. Kakak jangan pernah berpikir kalau kakak ini sendirian ada aku kak. Kita ini keluarga kak, kakak adalah kakak iparku" setelah mengatakan kalimat itu ji hwa langsung keluar untuk memanggil dokter min young.


"aku memang dikelilingi oleh orang orang yang banyak tapi aku selalu merasa sendiri, hidupku tidak jauh dari masalah. Satu persatu orang yang ku sayang mulai pergi meninggalkanku. Ibu dan hyunjin orang yang paling berarti dalam hidupku mereka pergi tanpa mengajakku. Ayah, selalu saja bersikap dingin padaku dan sekarang aku terjebak dalam istana yang sangat mengerikan" ujar enji dalam hatinya tanpa terasa air matanya mengalir dari sudut matanya namun tak bertahan lama cepat cepat enji langsung mengusap air matanya saat pintu kamar terbuka.


"hai, bagaimana keadaan mu eunji? " sapa dokter min young sembari masuk ke dalam ruang rawat enji bersama ji hwa dibelakangnya.


"b-baik" balas enji dengan seulas senyum.


"ku rasa jawabanmu tidak sesuai dengan kenyatannya, bagaimana bisa seorang pasien mengatakan baik sedangkan dirinya baru saja bangun dari tidur panjangnya" ucap dokter min young sembari memeriksa keadaan enji.


"tidur panjang? "tanyanya heran


"iya, kau koma selama satu minggu lebih."


"tunggu dulu, kau bilang barusan koma lagi. apakah kau pernah koma sebelumnya? "


"iya, aku pernah koma sebelumnya."


"koma gara gara apa? "


"menolong seorang anak laki laki karena anak laki laki itu mau di pukul pakai bisbol jadi aku menolongnya" jawab enji dengan wajah polosnya


"hanya gara gara kau menolong anak laki laki itu kau rela koma. " dokter min young tak habis pikir dengan jalan pikiran enji. apakah eunji ini terlalu baik atau bodoh


"jangan pernah menganggap kakak iparku itu bodoh dia hanya terlahir sebagai orang yang paling baik makanya dia mau menolong laki laki itu" sela ji hwa ia tau jalan pikiran dokter min young pasti ujung ujungnya mau mengatai enji bodoh.


" dokter min young" panggil enji dengan suara lembutnya

__ADS_1


"ada apa? apa kau merasakan sakit di tubuhmu? " tanya doktet min young sedikit merasa khawatir


"tidak bukan itu, tapi kapan aku di perbolehkan pulang?" tanya enji ia sudah sangat merasa bosan berada di rumah sakit.


"kau baru saja bangun dari koma, aku sebagai dokter belum bisa mengizinkan kau pulang. keadaanmu masih kurang baik dan juga "


"sampai kapan?" serobot enji


"sampai keadaanmu sudah bisa di katakan membaik " jelas dokter nih young.


"ku rasa keadaan kakak ipar baik baik saja, kenapa tidak boleh pulang? kan bisa di istirahat di rumah" opini ji hwa


"anak kecil tidak usah ikut campur urusan dokter dan pasiennya"


"aku ini bukan anak kecil lagi, aku sudah beranjak remaja"


"masih banyak hal yang harus ku lakukan untuk memastikan keadaanmu, maka perbanyak istirahat jangan terlalu banyak gerak dan juga bicara" pesan dokter min young


"kalau begitu aku permisi, kalau ada apa apa panggil aku secepatnya aku pasti datang, ji hwa tolong jaga kakak iparmu ini, untuk makanan nanti salah satu suster akan membawakan bubur untuk Enji dan juga obat untuk di minum" setelah mengatakan itu dokter min young langsung keluar kamar rawat enji.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤

__ADS_1


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘


__ADS_2