TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO

TERPAKSA MENIKAH DENGAN CEO PSYCHO
TMDCP #63


__ADS_3

HAPPY READING 📖


.


.


Setelah mendengar penuturan asisten jiangwu, senyum yang ada di bibir enji seketika menghilang. Sekelebat ingatan kembali terbayang bayang. Dimana dengan teganya johan mendorong dirinya dari lantai atas.


"kenapa asisten jiangwu menolong saya? Kenapa tidak membiarkan saya mati saja? Saya lelah,lelah dengan semuanya l! Saya ingin mati! Bunuh saya cepat bunuh saya!!" teriak enji sangat histeris


Kedua belah tangannya melepaskan alat bantu pernapasan yang ada di hidungnya setelah terlepas tangannya kanannya mulai melepaskan infus yang ada di punggung tangan kirinya. Tanpa memikirkan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Sedangkan asisten jiangwu sangat panik melihat reaksi enji sangat histeris sambil tangan melepaskan infus dan alat bantu pernapasan.


"nona hentikan, itu akan membuat tangan nona sakit" ucap asisten jiangwu sangat gusar karena ia tidak tau harus melakukan apa.


"aku tidak peduli!!! Aku ingin mati! Bunuh aku sekarang, sebelum pria iblis itu datang, cepat bunuh aku! " teriak enji


Kini enji telah duduk di atas brankar, ia sama sekali tidak peduli dengan tubuhnya yang begitu sakit.


Enji terus berteriak dengan tangan terus menarik rambutnya tanpa mempedulikan rasa sakit di bagian kepalanya. Helaian demi helaian rambut terlepas dari kepalanya sedangkan asisten jiangwu sangat bingung harus melakukan apa, ia bersusah payah untuk menenangkan enji namun bukannya tenang malah sebaliknya enji semakin berteriak histeris.


"nona tenangkan diri nona"


"kenapa aku masih hidup hiks hiks hiks kenapa aku tidak mati saja" teriak enji di iringi oleh suara tangisnya.


Membuat asisten jiangwu serba salah.


"nona jangan sakiti diri nona"


"hiks hiks hiks, kenapa aku masih hidup hiks hiks hik. Aku ingin mati" teriak enji


Salah satu dokter dan perawat yang sedang memeriksa kondisi pasiennya yang berdekatan dengan kamar rawat enji terpaksa menghentikan aktivitasnya, karena mendengar suara teriakan.


"siapa yang berteriak itu? " tanya dokter yang sudah berumur 50 tahun


"saya tidak tau dokter" jawab perawat sambil menggelengkan kepalanya.


"ayo, kita lihat" ajak dokter yang bertag nama lee hoo hyun


Buru buru dokter lee dan perawat keluar kamar pasien. Setibanya mereka di luar,mereka di kejutkan oleh 4 dokter dan 3 perawat yang tengah berdiri di depan kamar pasiennya masing masing.


"siapa sih yang teriak di pagi hari seperti ini? Sangat berisik"

__ADS_1


"iya sangat berisik"


"dia stres atau gila sih? "


"sepertinya dia perempuan"


"iya, mungkin dia gila karena putus cinta"


"apa mungkin dia sudah gila? Teriak teriak di pagi hari seperti ini, di rumah sakit lagi"


"jika dia gila, kenapa ia masuk rumah sakit ini? Kenapa tidak masuk rumah sakit jiwa saja?"


Begitulah omongan para dokter dan perawat walaupun berbisik namun sangat terdengar jelas di telinga dengan Pandangan mereka tertuju pada kamar VVIP yang terkenal sangat mahal.


teriakan itu kembali terdengar jelas di telinga para dokter dan perawat. Membuat mereka semakin penasaran dengan perlahannya para dokter dan perawat mulai melangkahkan kaki mendekati pintu kamar VVIP dimana teriakan itu berasal.


Saat salah satu perawat yang ingin memutar handel pintu kamar VVIP tiba tiba saja aktivitasnya terhenti kala ia mendengar deheman seseorang sangat ia kenal.


"khemmm"


"eh, dokter min young. Selamat pagi tuan" ucap perawat itu dengan menampilkan senyumnya yang paling manis lalu detik selanjutnya ia membari hormat pada min young.


"ada apa ini?" tanya datar min young sambil melirik satu persatu para dokter dan perawat.


"ada apa ini?! Kenapa kalian semua kumpul di depan kamar pasien saya? Apa kalian tidak mencek kondisi pasien kalian masing masing? Atau kalian sedang menggosip atau juga sedang arisan?" tanya beruntun min young sambil menatap satu lersatu lara dokter dan perawat.


Cukup lama min young menunggu pertanyaannya di jawab.


"apa kalian semua tidak punya mulut?! Aku bertanya bukan ceramah! " kata min young dengan nada sedikit meninggi


"itu tuan ada pasien gila" ucap salah satu perawat dengan lantangnya.


"gila? Gila karena apa? Di sini tidak ada pasien yang gila"


"ada tuan, pasiennya ada di ruangan ini" tunjuk perawat itu.


"maksudmu, pasienku gila?"


"bisa jadi tuan, pasien tuan gila. seharusnya dia itu di rujuk ke rumah sakit jiwa bukan rumah sakit ini. Itu akan membuang energi tuan dengan sia sia saja hanya untuk memeriksanya. Kemungkinan sembuhnya sangat kecil jika pasien dengan diagnosa gangguan jiwa di masukkan ke rumah sakit ini" ucap perawat itu tanpa melihat tatapan min young seperti singa yang sedang mengincar mangsanya.


"pasienku tidak gangguan jiwa! ia koma." ucap min young penuh Penekanan.


"koma apanya? Tadi dia berteriak teriak tidak jelas membuat para dokter tidak fokus memeriksa pasiennya. Kalau bukan gila lalu apa? berteriak teriak tidak jelas, di pagi hari lagi. "

__ADS_1


"sekali lagi ku katakan PASIENKU TIDAK GILA" kata min young dengan menekankan kata pasienku tidak gila.


Setelah mengucapkan kalimat itu tiba tiba saja teriakan itu kembali terdengar sangat jelas di telinga para dokter dan perawat termasuk min young.


"jangan sentuh aku! Aku ingin mati, cepat bunuh aku sebelum pria iblis itu datang cepat!! "


"enji" gumam min young langsung terdiam dengan mata membulat sempurna.


Tak butuh waktu untuk berlama lama lagi min young langsung masuk ke dalam kamar rawat enji. Dengan tergesa gesa dan tanpa mempedulikan tatapan para dokter dan perawat.


Setibanya min young di dalam ruang kamar rawat enji, bukannya maju dan mendekati enji untuk memeriksa kondisinya. Min young langsung terdiam melihat keadaan enji dengan jarak 3 meter.


"kenapa jadi seperti ini?" ucap lirih min young


"nggak, aku nggak mau hidup. Aku ingin mati. Hiks hiks hiks, cepat bunuh aku!" teriak enji sesekali kedua belah tangannya menarik rambutnya sampai rambutnya melekat di sela sela jarinya.


"nona hentikan, itu akan membuat kepala nona tambah sakit" imbuh asisten Jiangwu coba menenangkan enji Walaupun kemungkinannya sangat kecil.


Enji terus memberontak pada asisten jiangwu sampai asisten jiangwu kewalahan.


"akibat peristiwa itu, ia trauma yang sangat mendalam. Kasian sekali kamu enji, baru berusia 19 tahun sudah memiliki trauma yang sangat mendalam. semoga saja kedepannya ia tidak memiliki ganggun jiwa " harap min young


.


.


Bersambung....


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK


LIKE👍


COMENT💬


TIP🌟


VOTE✔


FAVORIT❤


JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA


BYE BYE BYE😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2