
"jenny hentikan" kata Johan mampu membuat jenny berhenti menyambak rambut Enji.
"kenapa kakak menyuruh aku menghentikannya? aku harus memberi dia pelajaran kak"
"jenny jangan gila kamu, kamu mau di cap sebagai orang kriminal" sambar ibunya
"aku tidak peduli tentang itu,yang terpenting aku puas".
nafas Enji tidak beraturan,penampilannya kini bener benar sudah tidak beraturan.rambutnya sudah tidak berbentuk lagi akibat jambakan dari jenny.mata sayu itu menatap ibunya Johan begitu lama.mereka saling bersitatap satu sama lain sampai ibunya Johan lah yang mengakhiri tatapan itu lebih dulu.
"tuan saya mohon ijinkan saya melanjutkan pendidikan saya,saya mohon.apapun akan saya lakukan agar saya bisa kuliah.tuan bisa menyiksa saya sepuasnya tapi asalkan saya di ijinkan kuliah" mohon Enji dengan suara lemahnya energinya sudah terkuras habis untuk bangkit pun ia kesulitan.
"ckk,tanpa kau minta pun aku akan menyiksamu dengan senang hati karena aku meikahimu bukan untuk menikmati tubuhmu melainkan menghancurkan segalanya yang kau miliki" jelas Johan tersenyum smirk.
Johan tak memberikan waktu untuk Enji terdiam ia langsung menarik paksa Enji untuk bangkit dan memaksanya mengikuti langkahnya yang lebar tanpa memikirkan kondisi enji,merasakan sakit yang teramat Enji mencoba memberontak dan alhasil genggaman Johan terlepas.
"apa apaan kamu ini hah!ikuti aku!" bentak Johan
"saya tidak suka di paksa tuan,saya bisa jalan sendiri" balas enji menatap mata tajam Johan.
"apa hak mu tidak menyukai tindakanku,kau cukup diam dan ikuti perintahku!" tangan kekar itu kembali menarik tangan Enji secara paksa.
"saya tidak mau tuan" mencoba melepaskan tangan Johan yang ada di pergelangan tangan nya.
seketika Johan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap tajam Enji tanpa aba aba Johan kembali melayangkan tamparan di pipi mulus Enji sampai Enji jatuh ke lantai
"sekarang kamu mulai berani ya sama saya.ingat baik baik kamu itu sekarang sedang berhadapan dengan orang yang berpengaruh di dunia,seisi dunia bisa ia beli dengan uangnya termasuk harga dirimu itu yang tidak seberapa." jelas Johan tangannya tidak tinggal diam ia kembali menjambak rambut lurus Enji sampai Enji bisa menatap Johan secara dekat.
"lalu kenapa tuan menikahi saya yang menurut tuan harga diri saya yang tidak ada harganya"
"cuih,jangan mimpi ingin jadi istri saya,karena kamu bukan tipikal wanita idaman saya.dan ingat pernikahan yang kita lakukan itu rahasia hanya keluarga inti saja yang mengetahuinya dan benar orang orang di luar sana bahkan tidak mengetahuinya pernikahan itu. mereka akan mengira jika aku park Johan belum menikah."
"kau pahamkan apa maksudku itu, jika seandainya aku melakukan kecerobohan padamu itu hanyalah kesalahan biasa,ringan.tapi berbeda denganmu.aku bagaikan gelas aluminum sekali jatuh dia akan baik baik saja tapi berbeda denganmu gelas yang terbuat dari kaca sekali jauh akan hancur berkeping keping walaupun di lem dengan lem mahal tetap terlihat" jelas Johan dengan senyum remehnya.
__ADS_1
"lagi pula aku tak Sudi melakukan hubungan intim dengan gadis seperti dirimu ,murahan.mau ditaruh di mana wajahku ini.apalagi sampai memiliki anak mungkin langsung ku lenyapkan saat dia berada dalam perutmu," mendengar penuturan Johan Enji langsung membulatkan matanya dan meneguk paksa air liur nya.
"sama seperti kau membunuh anakku dan membuat calon istriku tertidur sangat lama"lanjut Johan dalam hati nya.
"tidak itu tidak boleh terjadi" gumam Enji tidak bisaa membayangkan jika darah dagingnya di bunuh secara keji.
"kenapa diam dan kenapa wajah mu pucat? kau takut? ckk,apa kau ingin mencobanya?"tawar Johan tersenyum bak devil, Enji langsung memalingkan wajah enggan untuk menatap wajah Johan.
"Hahahaha,sayangnya itu tidak akan pernah terjadi.melihatmu saja aku jijik apalagi mencicipi tubuhmu itu sangat menjijikan"
setelah mengatakan itu Johan kembali menarik paksa Enji dan mengurungnya dikamar dan menguncinya dari luar.
"seperti tawanan lagi" ucap lirih Enji, tubuhnya merosot ke bawah dan terduduk di keramik yang dingin sembari menyembunyikan kepalanya diantara kedua belah lututnya.
hari hari yang di lewati Enji begitu berat apalagi Enji hanya terdiam diri di dalam kamar tidak ada teman.bahkan ji hwa tidak pernah menjumpai nya setelah kejadian itu.sesekali Johan akan menemuinya dan menyiksanya tanpa ampun. Enji tidak tau apa kesalahannya sampai sampai Johan datang kepadanya hanya untuk menyiksanya,menyedihkan.
bahkan Enji hanya diberi makan sehari sekali membuat tubuhnya semakin melemah dan berat badannya berkurang.
sendirian di kamar biasanya ia akan menelpon adiknya tapi sayang sekali handphone adiknya rusak jadi ia tidak bisa menelpon sang adik.padahal ia sangat merindukan adiknya apalagi sang ayah yang tega menukarnya dengan perusahaan.biasanya,jika ia merindukan bunda nya ia pasti akan ke makam ibunya tapi sekarang keadaaan berbeda.ia tejebak di istana yang sangat besar tidak ada celah dia untuk melarikan diri.jikapun ia bisa keluar dari istana itu mungkin yang menjadi malapetaka itu adalah keluarganya,sangat miris nasib nya.
"bunda, Enji kangen bunda" ucap lirih Enji menatap ke atas langit langit kamarnya.kini Enji tengah berbaring di ranjang.
Tok tok tok
Enji menatap heran pintu kamarnya,tidak biasanya pintu kamarnya di ketuk.jika itu Johan pasti pria itu akan masuk sesuka hatinya.
"aneh?siapa yang mengetuk pintu?sudah tau kamar ini di kunci dari luar masih saja di ketuk" kata Enji menatap bingung pintu kamarnya. sesekali ia menerka nerka di balik pintu itu.
''jika itu tuan johan,itu sangat mustahil.apalagi pak Jang ia pasti akan memanggilku.apa mungkin ji hwa? kurasa bukan ji hwa. ji hwa ia pasti akan langsung masuk sama seperti kakaknya." monolog Enji.
" permisi nona,ini saya asisten jiangwu.bolehkah saya masuk" ucap seseorang dari balik pintu kamar
"ternyata asisten Jiangwu" gumam Enji bernafas lega
__ADS_1
"ya,silahkan masuk asisten jiangwu,pintunya di kunci dari luar" sahut Enji walaupun jawaban Enji tidak terdengar. karena kamar itu kedap suara.
ceklek
pintu kamar terbuka tampaklah seorang pria dengan pakaian lengkapnya seperti biasa.
"selamat siang nona" sapa asisten jiangwu tersenyum hambar pada Enji.
"siang"
"nona sudah makan siang?" tanya nya.
" sudah asisten Jiangwu,ada apa asisten jiangwu datang ke kamar? apa ada sesuatu yang ingin di sampaikan?"
"iya nona," ucap asisten jiangwu, ia berjalan menjauh pintu kamar dan membelakangi Enji.
"apa itu?" menatap punggung asisten jiangwu,sungguh Enji ingin tau apa yang ingin dikatakan asisten Jiangwu,pikirannya sedang berdemo.
Bersambung....
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
LIKE👍
COMENT💬
TIP🌟
VOTE✔
FAVORIT❤
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA ATHOR BERI ATHOR DUKUNGAN YA DENGAN CARA DIATAS, BIAR ATHOR TAMBAH SEMANGAT BUAT UP PART SELANJUTNYA
__ADS_1
BYE BYE BYE😘😘😘